
Alistie memeluk Andre dihadapan para tamu undangan. setekah keduanya sudah mengucapkan janjin suci pernikahan didepan pendeta, Bahagia dan juga lega, itulah yang Alistie rasakan sekarang. beberapa hari sebelumnya gadis itu sempat berpikir jika hal ini tidak akan berjalan dengan lancar, sebab banyak sekali kendala yang ia hadapi. mulai dari masalah Farhan, sampai salah paham antara dirinya dengan Andre.
"Aku gak nyangka, sekarang udah jadi istri sekaligus Mamah muda." ucap Alistie tersenyum dengan mata yang berbinar.
Andre mengecup pucuk kepala Alistie kemudian mengekus wajah cantik wanuta tersebut, "Kalo kamu sayang aku, kamu harus sayang juga sama, Loli."
Alistie mengangguk, keduanya saling menyatukan bibir dengan penuh kebanggan dihadapan para tamu undangan. seolah sedang memamerkan kemesraan dan yang sudah biasa para pengantin lakukan setelah mengucapkan janji suci.
"Ahhhhhh.... pengen nikahhh..." teriak Rara saat melihat adegan penyatuan bibir Alistie dan Andre.
"Gue juga!"
"Gue juga!"
"Gue juga!" Sahut yang lainnya secara bergantian.
Saat Alistie dan Andre sedang menyapa para tamu undangan, terlihat dari arah lain Farhan dengan setelan formal menghampiri Alistie. meskipun pakaiannya terlihat berbeda, akan tetapi kondisinya masih terlihat sama berantakan dan sangat mengkhawatirkan. sejenak Farhan menatap lekat dua bola mata Alistie, kemudian meraih tangannya. "Se... selamat."
Deg... Alistie tertegun, ia melirik kearah wajah Andre kemudian menelan salivanya dengan keadaan masih terpaku.
__ADS_1
"Apa yang direncanain, Farhan?" batin Andre curiga.
Sebagai pria yang menikahi mantan kekasih Farhan, tentu saja Andre tidak nyaman. padahal Alistie sama sekali tidak mengundang pria tersebut, tapi kenapa Farhan datang. apa sebenarnya tujuan Farhan? entahlah, Andre lebih memilih bersikap santai dan membiarkan Farhan berbicara dengan Alistie.
"Te... terima kasih." sahut Alistie kikuk.
"Semoga kamu bahagia." Farhan melepaskan tangannya, dengan mata yang menggenang, kemudian berlalu dari hadapan Alistie dan juga Andre dengan perasaan yang amat hancur.
"Eh... si Farhan tuh." ucap Rara pada anggota geng lainnya.
Lana dan lainnya pun melirik kearah yang sedang dilihat oleh Rara.
"Kasian banget ya, dia." ucap Lana memainkan mimik wajahnya seolah meledek.
Seperti biasa, karna mereka satu komplotan. kata umpatan gunjingan segala macam hal buruk tentang Farhan mereka bicarakan.
"Mampu*s kan lu nyesel." umpat Rara menertawakan.
Farhan yang memilih meninggalkan acara tersebut lebih awal pun memutuskan untuk pulang kerumahnya. ia menjadi sedikit lebih murung, sampai membuat Halisa geram. ancaman sekaligus tuntutan yang Halisa berikan sukses membuat Farhan kewalahan. dan untuk sekarang sepertinya Farhan menyerah, ia tidak pernah membalas atau merespon Halisa saat wanita tersebut datang menemuinya.
__ADS_1
Kleakk... Farhan mendorong pintu utama kediamannya, dan mendapati seluruh keluarga yang sepertinya sudah menunggunya. pria itu terlihat santai, seolah berpikir mereka semua tidak ada dihadapannya. Farhan memutuskan berlalu begitu saja.
"Farhan!" pekik sang Ayah.
Farhan menghentikan langkahnya, ia memalingkan tubuhnya menatap seluruh angota keluarga.
"Anak tidak tau di untung! bikin malu keluarga!"
Farhan mengerutkan dahi, "Kenapa?"
Spontan Ayah Farhan melemparkan ponsel yang memutarkan sebuah rekaman Farhan dengan Halisa sedang berhubungan badan. sontak hal itu membuat Farhan terkejut, matanya membulat dengan rahang yang mengeras. "Kurang ngajar!" ucapnya kemudian pergi begitu saja dengan emosi yang sedang memuncak.
Tujuan Farhan kali ini asalah Halisa, wanita menurutnya licik yang telah menyebarkan video ranjang tersebut. Farhan salah jika berpikir Halisa selama ini hanya mengancam, nyatanya video tersebut benar-benar sudah tersebar di berbagai media sosial. bukan hanya malu yang Farhan dapatkan, sudah pasti citranya di perusahaan akan diperhitungkan.
Bagai jatuh tertimpa tangga, mungkin itu adalah pribahasa yang tepat untuk Farhan saat ini. mantan kekasih sudah menikah dengan pria lain, depresi dan kesialan lainnya terus menggulung diri Farhan.
"Bener-bener cari mati!" gumam pemuda tersebut jengkel.
LIKE KOMEN DAN VOTENYA DONG...
__ADS_1