Kabut Asmara

Kabut Asmara
Episode 63


__ADS_3

Dan setelah Alistie mengetahui hal itu, Rara secara terang-terangan membagikan momen kebersamannya dengan Farhan. sontak hal tersebut membuat yang lainnya terkejut, seperti Lana, Diana, dan Rena.


Alistie yang berada disebuah caffe pun tiba-tiba saja mendapat sebuah notice dari ponselnya. ternyata Lana dengan sengaja membuat grup chat baru yang didalamnya tidak ada Rara. dari sini sudah bisa disimpulkan jika mereka menjauhi Rara.


Alistie memiringkan senyum, saat Lana mengirim sebuah tangkapan layar dari beranda instagramnya. gambar tersebut berisikan Rara dan Farhan dalam sebuah pernikahan. caption yang ditulis Rara pun sepertinya sedikit menyinggung, "Tidak perduli apa yang orang lain pikirkan, sedari dulu aku tetap mencintaimu."


Hal itu mendapat respon khusus dari para teman-temannya, setelah semua bergabung dalam grup mereka langsung mengutarakan kebenciannya.


Lana : Pengen muntah gue bacanya.


Diana : Belum ajah belum, nanti juga di selingkuhin.


Rena : Astoge cuma si Farhan doang, sama si Alistie ajah ditinggal. eh si Rara malah mungut.


Lana : Dari dulu ceunah guys, berarti dari SMP. gak terima kayanya si Farhan jadian ama Alistie.


Melihat keramaian tersebut Alistie hanya mengembangkan senyumnya. ia tidak perlu berkata apapun untuk menunjukan dirinya benar, seseorang yang mempercayai dan selalu mendukung Alistie tentu saja tidak butuh semua itu.


Alistie mengabaikan pesan di grup tersebut, ia langsung mengirim pesan pada sang suami untuk menjemputnya di caffe.


Tanpa Alistie sadari, disudut lain sudah ada sepasang mata yang terus memperhatikannya dengan sorot mata kagum.


"Han..." Rara melirik ke titik dimana Farhan terus menatap kearah tersebut. "Sial," Rara mengumpat dalma batinnya, "Pindah restoran ajah!" pekik Rara menarik tangan Farha.


Alistie yang mendengar itupun melirik kesumber suara. ia menghela nafasnya kasar, kemudian langsung merapikan leptopnya. Alistie sudah tidak ingin terlibat dengan urusan yang berbau Farhan. ia benar-benar ingin menjalani hidup dengan tenang dan bahagia bersama Andre.


"Kamu masih cinta sama Alistie?" tanya Rara meninggikan suara.

__ADS_1


Farhan hanya mendengus kesal, ia mengabaikan ucapan sang istri sambil membuka lembaran menu restauran.


"Oke!" Rara beranjak, ia berlalu begitu saja dari hadapan Farhan.


Alistie berdiri di luar caffe, tentu saja ia sedang menunggu Andre untuk menjemputnya. sebenarnya bisa saja Alistie untuk menunggu didalam, tapi karna ia tidak ingin melihat wajah Farhan dan Rara, akhirnya wanita tersebut memutuskan keluar lebih cepat.


"Alistie..."


Alistie memalingkan tubuhnya menatap Rara yang mendekatinya.


"Jauhin Farhan, jangan ganggu gue sama dia." titah Rara arogant


Alistie mengerutkan dahi dengan sorot mata tajam. "Jauhin? emang kapan gue deketin Farhan? kapan gue gangguin kalian?" tanya Alistie.


"Gue bakalan balikin duit hasil penjualan naskah lo, dan setelah itu kita impas."


Plak... Merasa terhina, Rara mendaratkan tanparan keras kewajah Alistie.


Alistie melirik penuh kemarahan ia bahkan menarik rambut Rara dengan sangt kuat. "Berani ya lo nampar gue, dasar maling. miskin, gak tau diri." pekik Alistie. Seolah sudah diberi jalan untuk meluapkan segala kekesalannya, Alistie tentu memanfaatkan hal itu dengan sangat epic.


Rara menjerit, "Ahhh... lepasin,"


Farhan yang menyadari hal tersebut langsung berlari menghampiri mantan pacar dan istrinya. "Al lepasin..." seru Farhan beeteriak.


"Gak! masih untung gua cuma jambak dia. gak jeblosin dia kepenjara." tolak Alistie spontan.


Farhan keheranan, ia mendalamkan lipatan didahinya menatao tajam kearah Alistie. "Penjara?"

__ADS_1


"Istri lo udah nyuri naskah gue! mau ajah lo nikah sama maling." ucap Alistie semakin mengeratkan cengkraman pada rambut Rara.


"Bener itu, Ra?" tanya Farhan.


"Enggak, Alistie bohong. dia lagi cara buat misahin kita."


Mendengar kebohongan Rara, Alistie semakin naik pitam. "Setan lo ya, masih berani ngelak! gue juga tau kalo lo sama Farhan udah berhubungan semenjak gue masih sama dia!" sejenak Alistie mengalihkan tatapannya, "Lo liat?" Alistie menujukan bekas tamparan yang Rara daratkan pada Farhan. "Dia duluan yang nyerang gue!"


"Tolong lepasin, Al. aku percaya sama kamu." ucap Farhan memohon.


Cukup membingungkan, biasanya Farhan sendiri tidak pernah percaya terhadap ucapan Alistie. tapi sekarang dengan sangat santainya Farhan mengatakan hal tersebut. itu cukup terdengar menggelikan di daun telinga Alistie.


"Ahhh..." Rara mendorong perut Alistie, hingga Alistie kehilangan keseimbangan. hils tinggi yang Alistie kenakan sampai patah akibat dorongan yang Rara berikan.


Brukk... Alistie menjatuhkan dirinya. wajahnya seketika memanas, ia mencoba beranjak akan tetapi tiba-tiba saja perutnya terasa sangat nyeri.


"Al..." Farhan mencoba membangunkan Alistie.


"Ah... perut gue." Alistie meringis


Rara menarik Farhan, "Udahlah, dia cuma pura-pura biar kamu simpati."


"Ahhh..." Alistie menjerit, sakit dibagian perutnya benar-benar semakin kuat.


Farhan melirik kearah Alistie, matanya membulat saat mendapati kaki jenjang Alistie mengalirkan darah segar. dengan cepat Farhan mengangkat tubuh wanita tersebut untuk membawanya kerumah sakit.


"Han dia cuma pura-pura!" gerutu Rara memekik.

__ADS_1


"Kamu gak liat? Alistie pingsan! dia ngeluarin darah!" tegas Farhan meninggikan suara.


__ADS_2