
Pada akhirnya Andre sendiri tidak bisa menolak rayuan maut istrinya. setelah aktifitas panas yang cukup menguras tenaga, Alistie terus memeluk Andre. tetap saja setelah pergulatan itu selesai Andre bahkan masih bersikap dingin. pria itu bahkan langsung memejamkan matanya, tidak mengatakan apapun setelah mendapatkan kepuasan.
"Dasar licik," umpat Alistie sambil memandang ketampanan Andre. meskipun begitu Alistie terus mendekap suaminya, dan terus menghujani wajah Andre dengan ciuman gemas.
Sepertinya Andre benar-benar kelelahan. Alistie menyeka setes keringat didahi Andre kemudian berkata, "Aku tau kamu belum tidur." Belaian lembut Alistie sukses membuat Andre merasa benar-benar dicintai, meskipun sedari tadi Andre hanya terus terdiam tidak merespon apa yang Alistie lakukan.
"Ndree," wanita cantik tersebut menempelkan wajahnya didada sang suami, Alistie bahkan bisa mendengar jelas detakan jantung Andre yang masih berdebar tidak karuan. "Aku cinta kamu, jangan cuekin aku lagi dong."
Dan Andre masih saja terdiam tidak membalas satu patah katapun.
"Yaudah kalo aku punya salah aku minta maaf, aku gak bisa di diemin terus." sejenak Alistie terdiam dengan harapan Andre akan mengatakan sesuatu. Pada kenyatanya tidak, Alistie mengeratkan giginya dengan bibir yang mengerucut pada saat daun telingan mendengar suara dengkuran dari sang suami. pertanda jika pria itu benar-benar sudah terlelap.
Alistie beranjak duduk dengan sorot mata mematikan menatap sang suami, "Suami gak ada ahlak. abis dienakin malah ninggalin tidur! Arghhkkkk." ingin rasanya Alistie memukul Andre dengan sebuah godem besar, wanita itu benar-benar dibuat jengkel. kesabarannya terus-terusan di uji oleh sang suami.
Alistie langsung memakai kembali mini dress tanpa lengannya yang tergeletak dilantai, ia berlalu keluar kamar dengan perasaan menggajal untuk mengambil segelas air. waktu kala itu memang baru menunjukan pukul delapan malam. terlihat di dapur ada Ujang dan Bi Astuti sedang menyantap mie instan bersama.
"Ehhh, Neng Al." sapa Bi As.
"Enak tuh. Bikinin sekalian dong Bi, " ucap Alistie, awalnya memang ia hanya ingin mengambil sebotol air. pada akhirnyabsetelah mencium aroma mie instan yang cukup mrnggugah selera Alistie pun memutuskan untuk bergabung dengan kedua pembantunya.
__ADS_1
"Siap, Neng."
Alistie menatap Ujang yang sedang menyantap mie dengan tatapan mematikan.
Ujang yang merasa jika Alistie sedang mengintimidasinya pun melirik kearah wanita tersebut kemudian berkata dengan wajah memelas. "A... ada apa, Bu?"
"Kamu lemes banget ya, Jang. dikit-dikit laporan ke Andre." gerutu Alistie.
Ujang menelan salivanya kemudian tersenyum kikuk, "Ma... maaf Bu, saya cuma menjalankan perintah."
Bi Astuti yang sedari tadi sudah mendengar pembicaraan mereka pun datang dengan membawa semangkuk mie untuk Alistie.
"Makasih, Bi."
"Tapi Farhan sama sekali gak gangguin aku, Bi. kita cuma gak sengaja ketemu."
Bi Astuti hanya tersenyum simpul, lalu menuangkan segelas air dingin untuk majikannya tersebut. "Suami manapun akan bersikap demikian, Neng. untung ajah istrinya Neng Alistie, Pak Andre jadi gak kuat iman kan." ucap Bi As, sambil melirik kearah leher dan dada Alistie yang terdapat beberapa tanda kecupan.
Wajah Alistie merona, kemudian membenarkan posisi pakaiannya agar sedikit menutupi tanda kepimilikan yang sudah Andre buat diarea tersebut.
__ADS_1
Ujang sampai dibuat merinding dengan kelakuan dua majikannya tersebut.
"Bibi, ngeliat ajah sih." ucap Alistie kikuk.
"Bibi tuh gemes sama kalian berdua, lagi gak saling bicra ajah masih sempet-sempetnya nganu." celetuk Bi As.
"Stop Bi, ada Ujang aku malu." gerutu Alistie dengan wajah merona.
Ujang tertawa kecil, kemudian menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Kalo gitu sa... saya ke pos dulu."
"Weleh, kenapa? mie A Ujang belum abis loh."
"Kayanya gak nyambung ajah ngobrol sama kaum perempuan, Ujang mau ngopi di depan Ajah Bi. A Ujang kan sekutu Pak Andre." celetuk Ujang siselingi candaan.
Tanpa mereka sadari, dilantai atas ada Andre yang sedang memperhatikan aktifitas mereka. Andre juga mendengar bagaimana Alistie menegur Ujang, hal itu cukup membuat ia kegelian. Alistie sendiri ternyata sudah menyadari jika selama ini Ujang adalah seseorang yang sengaja Andre suruh untuk menguntit istrinya.
"Farhan bener-bener gk bisa dibiarin, makin lama dia makin ngelunjak ternyata. untuk kali ini gue bakal bikin dia nyusul istrinya di penjara, dari pada hidup bebas tapi selalu gangguin istri orang! Shiiittt." batin Andre jengkel.
"Heh...." Alistie berteriak dari lantai dasar, saat melihat sang suami sedang berdiri memperhatikannya. Andre sibuk bergumam sampai tidak menyadari jika istrinya telah melihatnya disana.
__ADS_1
Andre berdecak, ia langsung memalingkan tubuhnya dan bergegas menuju kamar.
"Ndre tunggu..." pekik Alistie, "Kalo masih kurang makanya jangan gedein gengsi." dengan cepat wanita tersebut mengejar sang suami ke kamarnya.