
Andre terus menatap kecantikan istrinya. wanutayang sedari tadi terus memutar badan dihadapan cermin tersebut selalu saja membuat jantung hati Andre tidak karuan. padahal mereka sudah dikaruniai dua orang anak, meskipun Loli bukanlah anak kandung mereka.
"Sayang?"
Alistie melirik kearah sang suami, "Kenapa?"
"Gak bosen?"
"Apanya?"
"Catik terus!" celetuk Andre dengan sorot mata kagum sambil mendekat.
Pernyataan Andre sukses membuat wanitaitu tersipu. wajahnya sedikit merona dengan perasaan cukup bahagia. dilihat dari sisi manapun Andre dan Alistie masih seperti pengantin baru, justru hubungan mereka semakin memanas akibat Andre yang tidak pernah tahan melihat komolekan sang istri.
Ditempat lain, Daryani masih saja berusaha mengejar cintanya yang masih belum terbalaskan. gadis itu bahkan sudah setengah prustasi menghadapi Ujang yang tak kunjung merespon kode-kode kecil yang Daryani berikan.
"Jang Ayo! sampean ora kasian karo aku? sepuluh bulan aku ngejar sampean Masya Allah." pekik Daryani mencecar sambil terus mengikuti langkah Ujang yang mengabaikannya
"Udah aku bilang, aku gak mau pacaran!"
"Yowis nikahin aku sekalian!" celetuk Daryani jengkel.
Ujang membulatkan matanya terkejut. sungguh ia tidak mengerti terhadap gadis yang terus mengejarnya tersebut, sejenak Ujang terdiam dengan wajah datar. "Dar, apa sebenernya isi dalem kepalamu?"
"Isi dalem kepalaku ya sampean! siang malem aku mikirin sampean! ngarep sampean bales cintaku!"
Astaga, Daryani benar-benar harus diberi penghargaan dengan kategori wanita yang tidak punya rasa malu. entah itu polos atau kebodohan, Daryani bahkan dengan amat santai tanpa beban mengatakan itu semua pada Ujang. target cintanya!
"Gila kamu, Dar."
"Aku wis gila karna kamu to, Jang! hargain perasaanku!" pekik Daryani melotot tajam.
Ujang menghela nafasnya, ia sendiri benar-benar sudah enggan menghadapi kegilaan Daryani. pemuda itu lantas memutar badan dan berlalu begitu saja mengabaikan gadis tersebut.
"Seenggaknya bilang sekali ajah kalo sampean sama sekali gak naruh perasaan karo aku!" tegas Daryani meninggikan suara.
Ujang menelan salivanya, langkahnya terhenti sejenak ia mengerjap lalu kemudian mulai membuka suara, "Aku... aku..."
"Bilang karo aku langsung! sampean yang udah ngajarin aku biar aku jadi cewe yang punya harga diri sedikit. kenapa sekarang sampean gantung perasaanku? sampean gak nolak ataupun nerima cintaku!"
__ADS_1
Apa yang harus Ujang katakan? kenyataanya pria itu memang tidak punya cukup keberanian untuk berkata jujur. bukan bermaksud ingin menggantung Daryani, hanya saja Ujang selalu merasa dirinya tidak pantas meskipun berulang kali Daryani sudah meyakinkan.
"Bilang Iya, Jang." ucap Alistie dari lantai atas sambil mengintip bersama sang suami.
"Kok dia bisa ya ngomong gitu!" ucap Andre heran terhadap Daryani.
"Iya, itu dialog dari novel aku." sahut Alistie spontan.
Pantas saja ucapan Daryani sedikit dramatis. Andre sendiri tidak yakin jika gadis itu bisa mengatakan ungkapan tersebut pada seseorang. ternyata semua yang Daryani katakan adalah hasil mencomot dialog dari beberapa judul cerita buatan Alistie.
"Tarohan yu!" ucap Andre mengajak.
Alistie melirik kearah sang suami, "Tarohan apa?"
"Menurut kamu Ujang bakalan nolak atau terima Daryani?"
"Jelas tolak! sepuluh bulan Daryani ngejar dia tapi hasilnya sama sekali gak ada."
"Kalo menurut aku sih diterima," ucap Andre melirik kearah Ujang yang sedari tadi hanya terdiam memandang Daryani.
Alistie mendalamkan lipatan didahinya kemudian berkata. "Masa sih?"
"Sampe kapan? aku wis sepuluh bulan ngejar sampean! tinggal bilang iya ajah sampean iki repot banget si Jang." gerutu Daryani kesal.
Dalam hal ini Daryani patut diacungi jempol. sepuluh bulan Daryani menunggu balasan atas perasaanya terhadap Ujang. Daryani sendiri masih terlihat sabar menghadapi targetnya.
"Yaudah kalo sampean gak mau!" Daryani menghela nafas kemudian menyunggingkan senyumnya, "Aku pamit yo, kamu tau sendiri aku orangnya susah move on! jadi besok aku pulang ke kampung."
Alistie memiringka senyum, tentu ia tahu semua ini sudah disetting oleh dirinya dan Daryani. apapun hasilnya Daryani akan menerima meskipun itu adah tolakan sekalipun.
"Yahkan. ditolak! apa aku bilang," ucap Alistie dengan suara terendah.
"Yaudah!" pekik Ujang.
Kecewa, sedih, sakit. mungkin itu yang sedang Daryani alami sekarang. dengan berat hati gadis itu memalingkan wajahnya untuk segera pergi dari hadapan Ujang.
"Kemana kamu Dar?" tanya Ujang heran.
"Ya pulang! sampean wis nolak aku! mau apa lagi aku disini?"
__ADS_1
"Aku bilang Yaudah,"
"Yaudah apa?" tanya Daryani membulatkan mata.
"Yaudah ayo kita nikah."
Astaga, rasanya Daryani ingin pingsan. mulutnya spontan menganga levar saat mendengar pernyataan Ujang menerima cintanya.
"Serius kamu?"
Ujang mengangguk kikuk sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Ahhhh..." Daryani berlari mendekati Ujang dan langsung memeluknya dengan penuh kemenangan, "Akhirnya sampean nerima aku! aku seneng banget."
Ujang yang notabanenya pemuda kalem pun sampai terkejut saat tubuh Daryani menempel padanya, "Astagfirullah Dar, bukan muhrim! lepasin nanti aku hilaf Dar." pekik Ujang memberontak mencoba melepaskan dirinya dari Daryani.
"Tuhkan apa kata aku! pasti diterima."
Daryani dan Ujang melirik kesumber suara secara berbarengan.
"Pak Andre,"
"Penulis NAC,"
Keduanya saling menjauhkan diri masing-masing. begitu menyadari jika dilantai atas ada Andre dan Alistie sedang mengintip gerak-geriknya.
"Tuhkan, kamu sih kekencengan ngomongnya!" gerutu Alistie mencubit sang suami.
"Reflek aku, Al. maaf!"
Alistie berlalu begitu saja dengan snagat tergesa-gesa meninggalkan Andre.
"Al tunggu..." Andre melirik kelantai dasar dengan raut wajah kikuk, pria tersenyum kecut pada Daryani dan Ujang yang sedari terus menatapnya, "Anu itu, silahkan dilanjut." celetuk Andre kemudian mengejar sang istri.
Rasanya seluruh badan Daryani tidak karuan. sejenak ia menghela nafas agar sedikit lebih rilex, "Jang mereka liat aku meluk sampean ora ya?" tanya Daryani gugup.
"Liat!"
"Yallah, kalo kita disuruh pulang gimana Jang? disuruh jangan balik sebelum kita nikah!" rengek Daryani cemas.
__ADS_1
"Bagus dong, mudah-mudahan dikasih modalnya sekalian." celetuk Ujang diselingi tawa kecil untuk memecah suasana tegang.