Kabut Asmara

Kabut Asmara
Episode 37


__ADS_3

Alistie melirik ke sebuah arloji yang ia kenakan dipergelangan tangannya. setelah menemui seorang desainer untuk membuat gaun pernikahannya secara khusus. Andre samg calon suami pun sudah berjanji jika ia akan menjemput Alistie sekarang, karna ada pekerjaan mendesak Andre hanya bisa mengantar dan menjemput Alistie.


"Kebiasaan orang ini tuh ngaretnya." gerutu Alistie jengkel. sesekali matanya mengamati lingkungan disekeliling, seperti yang kita ketahui hal itu Alistie lakukan untuk mencari inspirasi guna menghidupkan tulisan-tulisannya.


Mata Alistie membulat begitu matanya menangkap seseorang yang berlari menghampirinya, "Fa... Farhan."


Sungguh Farhan terlihat sangat berantakan, matanya berkantung sedikit kemerah-merahan. bibirnya sangat pucat, ia langsung meraih tangan Alistie dan bersimpuh dihadapan gadis tersebut. "Al, aku minta maaf." ucapnya dengan raut wajah penuh penyesalan.


Alistie menelan salivanya, ia tidak berkutik dengan ekspresi kikuk.


"Aku tau aku salah, tolong kasih aku kesempatan." tetesan air mata keluar dari pelupuk pria tersebut, deruan nafas Farhan tedengar sangat berat.


"Maaf, aku gak bisa." sahut Alistie dingin, dan langsung melepaskan tangan dari Farhan.


"Al aku janji, aku gak bakal kecewain kamu lagi. aku gak bisa jauh dari, kamu. aku nyesel, Al. tolong maafin aku." lirih Farhan memohon.

__ADS_1


Alistie menggelengkan kepalanya, sedikit merasa iba. entah apa yang terjadi kepada Farhan pria dihadapannya tersebut benar-benar terlihat sedang tidak baik-baik saja.


Farhan beranjak, ia langsung memeluk Alistie tanpa permisi hingga membuat gadis itu terkejut.


"Han, lepasin aku. apa yang kamu lakuin?" pekik gadis itu berontak.


"Aku gak bakal lepasin, kamu. sebelum kamu mau maafin aku."


"Han, jangan gila!"


Bruak... Farhan dan Alistie terkejut dan langsung melepaskan diri, begitu melihat Andre datang menjatuhkan sebuah cup coffe yang sengaja ia belikan untuk Alistie.


"Ndre, aku bisa jelasin." ucap Alistie datar.


Pria yang tidak lain adalah calon suaminya tersebut hanya memiringkan senyum.

__ADS_1


"Ndre..." Alistie mencoba meraih tangan Andre tetapi pria itu menepisnya, "Ndre kamu..."


Andre berlalu begitu saja, dan hal itu cukup membuat Alistie yakin jika Andre telah salah paham melihat apa yang terjadi barusan.


"Ndree tunggu... aku bisa jelasin." pekik Alistie dengan mata yang menggenang, batin Alistie terasa sesak. ia benr-benar ketakutan.


"Al aku.." Plakkk... belum sempat Farhan menyelesaikan ucapannya, Alistie langsung melayangkan tamparan keras kewajah Farhan hingga membuat pria jangkung tersebut terkejut.


"Ini semua gara-gara kamu!" Alistie menjerit, air matanya tak terbendung lagi. "Kenapa sih kamu gak pernah bisa liat aku bahagia? udah cukup selama aku hidup sama kamu, aku gak pernah bisa tenang, gak pernah bisa bahagia. kenyataanya kamu cuma bikin aku sakit hati. dan sekarang saat aku udah mulai nemuin kebahagiaan aku, kamu ngancurin itu semua!" jerit Alistie penuh kemarahan.


"Al aku..."


"Ahhh..." Alistie mendorong tubuh Farhan agar tidak mendekatinya, "Aku benci kamu, benci kamu, Han. Benci!" pekik Alistie kemudian berlalu dengan air mata yang berlinang.


Farhan pasrah, ia merasa aemua itu memanglah kenyataan. hal yang Alistie katakan jika ia hanya bisa menyakiti Alistie dan tidak pernah bisa membahagiakan gadis tersebut. "Apa kamu udah bener-bener lupain aku? lupain kenangan kita, Al?" gumam Farhan prustasi.

__ADS_1


Alistie menaiki sebuah taksi, tujuannya kali ini adalah Andre. perasaannya menjadi tidak karuan, ia takut jika Andre akan memutuskan hubungan ini secara sepihak lantaran salah paham tersebut. Alistie tak hentinya menghubungi Andre, tapi pria itu terus menolak panggilannya, bahkan pesan-pesan yang Alistie kirimkan semuanya hanya diabaikan. air matanya terus saja menetes tanpa henti.


__ADS_2