
Dibelakang Alistie, Andre menatap kagum tubuh setengah telanjang sang istri yang hanya ditutupi oleh kain handuk. punggung halus tanpa cacat, warna kulit seputih salju ditambah dengan kecantikan wajah yang sempurna seolah membuat Andre semakin gila. pandangnya tak luput dari tubuh yang berbentuk layaknya gitar spanyol tersebut. Andre sama sekali tidak bisa mengalihkan sorot matanya.
"Kamu gak bosen liatin aku terus?" tanya Alistie kemudian menyecap bibirnya setelah menggunakan pelembab.
Andre mendekati Alistie, ia mendaratkan tangannya di punggung wanita tersebut. "Liatin istri sendiri masa bosen."
Alistie tersenyum kecil, kemudian menggenggam tangan sang suami. "Aku harap kamu gak akan pernah bosen."
Andre mengelus wajah Alistie, ia menyingkirkan anak rambut yang menutupi wajah wanita tersebut. "Aku cinta banget sama kamu," sejenak Andre terdiam. ia langsung merengkuh bibir Alistie dengan penuh kelembutan. sadar akan rasa yang diberikan oleh sebuah pelembab di bibir Alistie, pria itu semakin tertarik dan terpesona. ia mulai memagut dan mel*umat bibir tersebut dengan sangat terlatih.
Alistie merasa sangat di cintai, sentuhan Andre berikan selalu sukses membuatnya tidak bisa menolak. karna terlalu sering mereka bercinta, Alistie bahkan sesekali pernah berpikir jika Andre akan cepat bosan. tetapi kenyataannya tidak, justru sebaliknya. tubuh Alistie benar-benar candu. Andre bahkan ingin terus melakukannya, memberikan kepuasan yang selalu Alistie dapatkan setiap kali mereka melakukan hubungan ranjang.
Tokk... tokk...
Andre dan Alistie saling melepaskan penyatuan bibirnya, keduanya pun melirik kearah pintu.
"Siapa sih? ganggu ajah," gerutu Andre kesal.
Alistie memiringkan senyumnya, Andre selalu berhasil membuat Alistie kegelia dengan tingkahnya yang konyol.
Pria jangkung itupun melangkah mendekati daun pintu, untuk melihat siapa yang sudah mengganggu aktifitas manisnya bersama sang istri. sedangkan Alistie langsung mengenakan pakaiannya.
Andre menghela nafas kasar, begitu melihat Astuti sudah berdiri di depan pintu kamarnya. "Bibi lagi," celetuk Andre dalam batinnya, karna ini bukan kali pertama Astusti mengganggu moment romantis Andre bersama Alistie.
__ADS_1
"Maafin Bibi, itu di depan ada yang nyariin."
Andre keheranan, wajah Astuti terlihat pucat dan gelisah. "Siapa?" tanya Andre.
"Po... polisi."
Alistie yang mendengar hal itu langsung mendekati Andre di ambang pintu bersama Bi Astuti. "Ngapain Bi?"
"Gak tau, Neng. katanya nyari Pak Andre."
Alistie terkejut, ia mengalihkan tatapannya memandang Andre tajam. "Kamu ngelakuin kesalahan?" tanya Alistie penuh penekanan.
"Enggak!" sahut Andre menggelengkan kepala.
"Yaudah temuin dulu," titah Alistie.
"Neng, Bibi takut." ucap Bi Astuti mengekor dibelakang Andre bersama Alistie.
"Bibi tenang ajah, selama Andre gak ngelakuin kesalah semua pasti baik-baik ajah." ucap Alistie menenangkan, Entah disini siapa yang istri Andre yang sebenarnya. Bi Astuti bahkan jauh lebih tegang dari Alistie.
"Selamat malam, dengan Pak Andre." ucap salah satu polosi.
"Saya Andre. ada apa ya?"
__ADS_1
"Mohon maaf mengganggu, Anda harus ikut kami ke kantor untuk menjalani pemeriksaan."
Alistie terkejut, ia langsung memegang tangan Andre seolah tidak ingin Andre pergi. "Tapi suami saya salah apa, Pak?" tanya Alistie spontan.
"Pak Andre dicurigai sebagai pelaku penyerangan terhadap Nyonya Halisa."
"Enggak, itu gak mungkin. Andre gak mungkin ngelakuin itu." pekik Alistie, ia langsung mencengkram kuat tangan Andre. "Kamu jangan diem ajah, jelasin sama mereka kalo kamu gak salah."
"Atas dasar apa mereka curigain kamu? emang ada bukti?" gerutu Alistie cemas.
"Ada barang butki, kami tidak mungkin bertindak begitu saja. untuk lebih rincinya kami akan menjelaskan di kantor."
Andre tersenyum tipis, ia melepaskan perlahan tangan Alistie kemudian berkata. "Aku gak salah, aku harus tetep diperiksa. kamu jangan khawatir."
"Tapi Ndre..." Alistie mengalirkan air matanya, ia mencengkram pakaian yang Andre kenakan.
"Percaya sama aku," ucap pria tersebut, Andre pun bersedia ikut dengan polisi.
"Ndre..." Alistie histeris, ia tidak terima sang suami dibawa begitu saja oleh polisi. padahal belum lama ini keduanya baru saja melangsungkan pernikahan.
Apa sebenarnya yang diinginkan Halisa? sudah cukup wanita itu merebut Farhan. dan sekarang ia malah membuat Andre sang suami dibawa oleh pihak kepolisan. Alistie heran, apa tujuan Halisa melakukan ini? kenapa Andre bisa sampai di curigai? apa bukti yang membuat Andre benar-benar harus menjalani pemeriksaan. Entahlah, baru saja ia menjalani statusnya sebagai seorang istri. dan sekarang ujian rumah tangga itu sudah datang dengan begitu cepat.
"Bi, aku harus nyusul Andre. jangan kasih tau Loli kalo ayahnya dibawa polisi."
__ADS_1
Astuti mengangguk, "Ba... baik, Neng."
LIKE KOMEN DAN VOTENYA DONG