Kabut Asmara

Kabut Asmara
Episode 89


__ADS_3

Alistie mengelus mata redup Loli, agar gadis kecil itu dapat segera tertidur. sudah dua jam lamanya Alistie menemani Loli, tapi anak itu tak kunjung terlelap.


Alistie mengelus pelan wajah Loli, kemudian ia berkata. "Kamu kenapa kok tumben susah tidur?"


Dengan bibir yang mengerucut Loli menatap Alistie, "Mah, aku kangen Papah. dulu Papah sering banget dongengin aku, sekarang Papah gak pernah mau nemenin Loli."


Deg... benar saja, bahkan gadis kecil ini bisa merasakan perubahan ayahnya. entah harus dengan cara apa lagi Alistie membujuk sang suami. sungguh ia sendiri tak pernah berhenti berusaha meyakinkan Andre agar sikapnya kembali seperti semula kepada Loli. nyatanya Andre terus menampik, ia bersikeras jika dirinya sama sekali tidak pernah tak peduli pada anak yang kenyataanya bukan anak Andre tersebut.


"Mmmm, kamu bobo dulu ajah. Papah lagi sibuk kerja, nanti Mamah bujuk Papah biar dia dongengin kamu kaya biasanya lagi, gimana?"


Mendengar ucapan Alistie, Loli hanya mengangguk pasrah. ia mengerjap dan menyeka air matanya sendiri, "Papah gak sayang sama Loli."


Astaga, wajah Alistie memanas. sunggup siapa yang sanggup mendengar pernyataan itu dari mulut seorang anak kecil. apa yang harus Alistie katakan? kenyataanya memang sikap Andre yang semakin acuhlah ynag membuat Loli berpikir demikian.


"Papah sayang kok sama, Loli. makanya Loli jangan nakal. kalo Loli nakal, jangankan Papah. Mamah ajah gak bakal sayang sama Loli."


Loli memeluk Alistie melingkarkan tangannha dileher wanita tersebut, "Loli janji, Loli gak bakalan nakal. Loli sayang sama Papah dan Mamah."


Alistie membalas pelukan Loli, sungguh sedari tadi ia sedang menahan air matanya agar tidak terjatuh dari pelupuknya. Andre benar-benar keterlaluan, jika cara halus tidak pria itu dengarkan sepertinya Alistie harus bertindak sedikit lebih tegas agar Andre menyadari apa kesalahannya.


Setelah mata Loli terpejam, Alistie mengecup pucuk kepala gadis kecil tersebut dan merapikan selimut yang menutupi setengah badan Loli. tak lupa ia mengelus pucuk kepala Loli sebelum Alistie pada akhirnya keluar meninggalkan kamar.

__ADS_1


Saat Alistie sudah berada didalam kamarnya, wanita tersebut terus saja menatap kearah Andre dengan tatapan mematikan.


"Ke... kenapa?" tanya Andre saat dirinya sudah mulai merasakan jika aura sang istri terlihat berbeda.


"Loli kangen sama kamu!" celetuk Alistie.


"Tiap hari kan aku dirumah."


Alistie terkekeh, ia mendekati Andre merebut ponsel pria itu kemudian berkata. "Kamu emang dirumah, tapi semenjak kamu tau kebenaran tentang Loli. kamu sama sekali gak pernah peduliin dia!"


Andre menghela nafas pelan menatap Alistie dengan seringai yang tercipta dibibirnya, "Kita udah sering bahas ini. dan jawaban aku tetep sama, itu cuma perasaan kamu ajah!"


Alistie terkekeh, jawaban Andre kali ini benar-benar membuat Alistie naik pitam. "Oke!" pekik Alistie, kemudian ia meraih bantal dan memutar badannya untuk keluar.


"Mau nemenin anak tiri yang kekurangan kasih sayang!" tegas Alistie penuh penekanan.


Andre berdecih, ia menggelengkan kepalanya mendengar pernyataan Alistie yang terdengar menggelikan, "Anak tiri? anak tiri apa?"


Alistie terpaku, ucapan Andre cukup membuat dirinya yakin jika Andre benar-benar telah berubah. "Akhirnya kamu ngaku kalo kamu emang acuhin Loli." ucap Alistie santai memiringkan senyum.


"Al..." Andre meraih tangan Alistie mencoba menghentikan istrinya agar tidak pergi.

__ADS_1


"Lepas!" tepisan kasar yang Alistie lakukan sukses membuat diri Andre terancam, pria jangkung itu bahkan sangat yakin jika istrinya benar-benar sangat kecewa dan marah pada dirinya.


"Kita bisa omongin ini secara baik-baik." tegas Andre memekik.


"Apa? baik-baik? aku udah sering negur kamu dengan cara baik-baik, tapi kamu terus ajah nyangkal! tolong jangan lampiasin kekecewaan kamu sama anak kecil yang gak tau apa-apa! dari awal itu semua murni kesalahan kamu sama Halisa."


"Oh jadi kamu nyalahin aku? nyesel udah nikah sama aku?"


Plak... Dengan penuh kekesalan Alistie akhirnya melayangkan tamparan keras diwajah Andre. Alistie tidak habis pikir, ucapan Andre kali ini benar-benar sangat membuatnya kecewa. masalah yang menurut Alistie adalah maslaah kecil, kenyataannya menjadi masalah besar dalam waktu sekejap.


"Al kamu." Andre mencoba meraih Alistie namun lagi-lagi Alistie menepisnya.


"Jangan sentuh aku! gak habis pikir aku sama kamu."


"Al aku cuma..."


"Cukup!" Alistie mengarahkan telunjuknya kearah Andre dengan mata melotot, "Jangan pernah sentuh aku kalo kamu masih belum sadar sama kesalahan kamu." tegas Alistie mengancam, wanita itu bahkan langsung memutar badannya dengan tnagan yang meraih gagang pintu kemudian membanti g pintu tersebut dengan sangat keras.


Tangisan Alistie pecah, ia berlari menuju kamar Loli dengan keadaan terisak. Andre yang langsung mengejarpun sama sekali tidak diberikan kesempatan sebab Alistie langsung menutup pintu kamar Loli dan menguncinya dari dalam. Andre kali ini benar-benar tidak diberikan kesempatan untuk bicara. pada kenyataanya Alistie sangatlah kecewakan.


Bagaimana tidak? ia sendiri mampu menerima gadis kecil itu. kenapa Andre malah sebaliknya? hamya karna merasa telah ditipu dan dibodohi oleh Halisa pria itu melampiaskannya pada seorang anak yang tidak bersalah.

__ADS_1


Tanpa Alistie sadari. saat dirinya sedang mendekap dan memeluk Loli, gadis kecil itu ternyata sedang menangis. Loli melihat bagaimana Alistie dan Andre bertengkar, ia sendiri tau itu semua karenanya. untung saja Alistie tidak mengatakan sesuatu yang dapat membuat perasaan Loli tergores. kenyataannya Loli yang tidak mengerti perihal perubahan Andre pun merasa sangat-sangat terluka.


__ADS_2