
Hana menjatuhkan dirinya diatas soffa, dengan tangan yang meraih sebuah remot dibawah tubuhnya. wanita tetsebut menyalakan televisi. untuk menghilangkan rasa lelahnya.
"Bawasannya setelah melarikan diri, akhirnya pria berinisial (F) menyerahkan dirinya kepada polisi."
Hana menganga, "What? Farhan? nyerahin diri?" sejenak Hana menambah volume tayangan tersebut. "Bagus deh, dua minggu disini dia cuma numpang idup doang."
***
Andre terus membelai rambut sang istri yang sedang berbaring di pangkuannya.
"Aku harus berterima kasih sama, Halisa." ucap Alistie.
"Ngapain? aku kan gak salah." sahut Andre spontan.
Alistie beranjak dari tidurnya, ia menyentuh bahu Andre kemudian berkata. "Kalo dia gak cabut tuntutan penyerangan, mungkin sekarang kamu masih dicurigain sama polisi."
Andre menghela nafas panjang, "Terserah kamu ajah."
Alistie mengangguk kemudian menyandarkan wajahnya didada bidang sang suami. "Kita belum lama menikah, tapi masalah terus ajah berdatangan."
Andre memiringkan senyumnya, ia melingkarkan tangannya mendekap Alistie. "Anggap ajah ujian rumah tangga,"
Alistie mendongak menatap wajah Andre lekat. "Kamu beneran gak masalah kan soal Loli bukan anak kandung kamu?"
Andre terdiam, ia menelan saliva dengan raut wajah tanpa ekspresi.
"Kamu diem? belum sepenuhnya iklas?" tanya Alistie.
"Kamu kalo jadi aku gimana?"
"Aku pasti kecewa, tapikan Loli gak salah."
__ADS_1
Andre tersenyum tipis, "Kalo kamu sendiri bisa nerima dia, kenapa aku enggak?"
"Aku sayang kamu, Ndre."
Andre mengangguk, keduanya saling menatap dengan sorot mata penuh cinta. Alistie mendekatkan wajahnya dan mulai mendaratkan bibir tipisnya pada bibir Andre. wanita itu bahkan memagut perlahan bibir Andre, Alistie menekan tengkuk Andre agar sang suami menerima penyatuan yang Alistie berikan.
Kali pertama dalam hal bercinta Alistie yang berinisiatif, wanita yang berada di pangkuan Andre tersebut terus menekan bagian belakang tubuh Andre.
Tubuh Andre terdorong kebelakang hingga ia terjatuh dalam posisi tertidur, tanpa melepaskan penyatuan tersebut mereka terus menikmati setiap sentuhan yang keduanya berikan. Andre mulai bergaairah, ia mengangkat mini dress rumahan yang Alistie kenakan. menyusupkan satu tangannya untuk mengelus kulit bokong Alistie yang nyaris tanpa cacat.
Dalam satu hentakan Andre bisa mengubah posisi keduanya, saat ini Alistie sudah berada dibawah tubuh sang suami. ia bisa melihat dengan jelas dada telanjang milik Andre yang berbentuk sempurna. Alistie tersenyum, ia menyentuh bagian tersebut dengan penuh kelembutan.
"Udah mulai nakal ya," ucap Andre meledek sambil menyentuh bibir Alistie.
Andre menanggalkan dress yang Alistie kenakan menyisakan lapisan terakhir yang menutupi bagian sensitif Alistie.
"Anggap ajah bayaran karna kamu udah bantuin aku." celetuk Alistie.
Andre mengangkat satu alis tebalnya, "Ini doang?"
Pria itu mendekatkan wajahnya kedaun telinga Alistie, kemudian berbisik pelan. "Aku mau anak,"
"Ihhhhh..." Alistie kegelian, ia mencubit perut Andre dengan genit.
"Kenapa?"
"Kamu yang usaha doang!"
Andre terkekeh, ia langsung mendaratkan wajahnya tepat diatas dua gundukan milik Alistie. tanpa permisi pria tersebut melahap dan menggigit kecil dibagian pucuk dada Alistie yang sudah menegang.
"Mmmmm... Pelan, sakit." Alistie memukul bahu Andre.
__ADS_1
Tidak ada gubrisan, Andre terus menyecap setiap inci bagian tersebut dan meninggalkan tanda-tanda kepemilikan disana.
Suhu tubuh keduanya meningkat pesat. Alistie yang sedari tadi hanya menikmati sentuhan Andre pun sampai berkeringat. padahal suhu ruangan sudah sangat rendah. tidak ada kata bosan, Andre menurunkan tangannya mengabsen perut sampai ke pusat inti. Andre menurunkan lapisan terakhir yang menutupi lubang kenikmatan sang istri.
Penyangga yang Alistie kenakan memang masih terkait, namun sudah tidak beraturan. suara erangan dari Alistie terus terdengar, permainan lembut dari Andre sukses membuatnya merasakan kenikmatan. Alistie sampai terpejam dengan badan yang meliuk-liuk, saat Andre menyentuh bagian bawah sana dengan lidahnya.
"Ahhh... Ndre," Alistie sampai mencengkram kuat sprei tempat tidurnya, tubuhnya terasa melayang saat Andre mendesak lidahnya dibagian tersebut.
Puas dengan hal itu, Andre kembali mengecup bibir Alistie dengan sedikit liar. ia mel-umat bibir tipis tersebut dengan sangat terlatih. lidahnya menyapu bersih leher Alistie, sampai membuat Alistie kembali meloloskan suara erangannya.
"Ahhhh..."
Suara yang sangat Andre sukai, sexy dan sedikit serak. hal itu selalu sukses membuat Andre lebih bersemangat untuk memberikan kenikmatan lebih.
"Mau sekarang?" tanya Andre.
Alistie mengangguk pasrah dengan rasa yang sudah tidak karuan.
Andre memposisikan dirinya, ia mulai menenggelamkan miliknya di tempat yang seharusnya. perlahan dengan penuh kelembutan, Jleb...
"Ammmhhh..." Alistie meringis saat merasakan kelelakian Andre sudah mengisi penuh miliknya.
Gaya bercinta Andre yang khas, pelan penuh penekanan. Alistie sangat menyukainya, dengan begitu ia bisa merasakan dengan jelas desakan yang Andre berikan menyentuh titik terdalam miliknya.
"Suka?"
Alistie mengangguk dengan tangan yang melingkar diatas bahu Andre. dengan mata yang terpejam Alistie menikmati tempo gerakan yang Andre berikan.
Cup... Cup... Cup... wajah Alistie terus Andre hujani dengan kecupan. Andre bisa mengetahui jika sang istri akan mencapai puncaknya, wanita tersebut pasti tidak bisa mengontrol dirinya. itu sebabnya saat Alistie mulai tidak karuan Andre semakin mempercepat gerakannya agar Alistie bisa segera mendapatkan puncak kenikmatannya.
"Ahhh..." Alistie terus saja mengerang, "Ndree, Aku..."
__ADS_1
Tanpa memberikan kesempatan untuk Alistie menyelesaikan ucapannya, Andre langsung mengerahkan seluruh kemampuannya agar mereka mendapat kepuasan itu bersama.
LIKE KOMEN DAN VOTENYA DONG HAHAA...