Kabut Asmara

Kabut Asmara
Pelarian Karina


__ADS_3

PELARIAN KARINA


Sinopsis : Lima tahun lamanya wanita itu melarikan diri untuk bisa menghapus masa lalu kelamnya. meskipun Karina di haruskan untuk berpindah-pindah negara. semua itu karena Nicko-lah yang selalu saja membuat Karina menderita.


Rasanya luka itu belum cukup kering. lima tahun memang bukanlah waktu yang singkat. Karina merasa terbebani. ia begitu menyesal karena sudah menaruh besar rasa percaya pada pria yang ia cintai, sampai harus merelakan kesuciannya kala itu yang terenggut atas bujuk rayu Nicko.


"Kau akan melarikan diri lagi?" Nicko langsung mencengkram tubuh Karina dan menghimpitnya. "Terserah bagaimana kau menilai ku, tapi aku akan tetap mengejar mu. bahkan sampai ke ujung dunia sekalipun!" tegas Nicko penuh penekanan.


CUPLIKAN PART 19


Sayang, aku sudah tidak tahan." Nicko kembali mengecupi bibir Karina, gadis itupun nampak menikmatinya. Karina membalas apa yang Nicko lakukan padanya, melingkarkan tangan diatas leher Nicko sambil menekan tengkuk pria tersebut.


Keduanya saling menumpahkan kasih sayang. sentuhan Nicko benar-benar sudah memblokir akses jalan pikiran Karina saat Nicko mengelus perut Karina dan menurunkan tangannya ke area pribadi gadis tersebut.


Hanya dengan sentuhan, Nicko bisa merasakan aura kegadisan dalam diri Karina. bagian tersebut terasa sangat lembut, Nicko terus saja memainkan tangannya di sana sambil sesekali memasukan jarinya.

__ADS_1


"Mmmm..." Karina melengking nikmat, sesekali gadis itu meringis saat Nicko menerobos miliknya menggunakan satu jari. "He... hentikan," lirih Karina tidak karuan.


Sepertinya Karina sudah terbakar oleh api gairah. hal itu dapat Nicko sendiri rasakan, saat dua gundukan Karina terlihat sudah menegang. hingga Nicko tidak bisa sedetikpun untuk berpaling memainkan bagian lain dengan mulutnya.


"Kau tega sekali, Karina." Nicko tak hentinya mengecupi perut Karina turun perlahan memposisikan dirinya.


"Aku malu, apa kau tidak waras." rengek Karina memberontak menutupi tubuhnya.


"Usthh..." Nicko mengunci tangan Karina, memandang mata indah gadis itu penuh kekaguman. "aku tidak akan membuatmu kesakitan,"


Karina terdiam, tenggorokannya tercekat saat ia merasa mulut berkata tidak. Namun, tidak dengan perasaannya.


"Mmm," Karina meringis menahan sakit yang luar biasa dari bagian intinya. gadis itu sampai mengelurkan air mata, saat Nicko terus mendesak masuk kelelakiannya. "Sa... sakit," lirih Karina ketakutan.


Nicko sendiri cukup kewalahan, padahal Nicko merasa pelumas alami yang Karina keluarkan cukup untuk memudahkan aksinya. nyatanya tidak, saat Nicko terus memaksa, Karina tak hentinya menjerit dan memukul Nicko sambil terisak.

__ADS_1


Beberapa tanda cinta yang Nicko berikan terlihat berbeda dengan apa yang ia dapatkan. meskipun begitu, Nicko sama sekali tak memiliki masalah walaupun mendapatkan begitu banyak luka cakaran.


"Ahhh..." Karina menjerit, ia mencengkram kuat sprei di bawah tubuhnya saat merasa jika ada sesuatu yang robek di dalam lubang kepemilikanya.


"Jangan menjerit, bagaimana jika Helen mendengar?" ucap Nicko cemas, ia sama sekali tak berani menggerakan tubuhnya karena jika itu ia lakukan Karina akan langsung memukul dan berteriak kesakitan.


"Aku kesakitan! kau bilang ini tidak akan sakit, kau pembohong!" lirih Karina merengek.


Nicko memiringkan senyumnya, ia mengalihkan sorot matanya kebawah sana saat merasakan jika ada sesuatu yang mengalir dari milik Karina. "Darah?" sejenak Nicko menelan salivanya. "pantas saja," batin Nicko merasa puas.


Keringat mulai menetes di dahi Nicko, padahal suhu ruangan saat itu cukuplah dingin. demi kenyamanan kekasihnya, Nicko sampai rela menunda untuk membuat Karina sedikit merasa tenang.


"Sudah lebih baik?" tanya Nicko lembut.


Karina hanya menganggukan kepalanya. lalu kemudian Nicko mulai menghentakan tubuhnya secara perlahan. padahal meskipun tak bergerak, Nicko sudah merasa nikmat saat kelelakiannya tenggelam bebas di dalam sana. cengkraman bagian sensitif Karina begitu memabukan. bahkan jika tidak ditahan, Nicko mungkin sudah menyemburkan cairan hangatnya dalam durasi singkat.

__ADS_1


"Ahhh..." desah Karina penuh kenikmatan. Nicko sukses membuat Karina terasa melayang. pria itu kehilangan kendalinya, saat ia merasa jika sebentar lagi Nicko akan mencapai puncak.


LANJUTKAN BACA DI LAPAKNYA, YUK SERBUUU...


__ADS_2