Kabut Asmara

Kabut Asmara
Episode 67


__ADS_3

"Tadi siang kemana?" tanya Andre.


Alistie menelan salivanya, "Kok kamu tau?" sahut Alistie kembali bertanya.


Andre memiringkan senyum kemudian mendudukan bokongnya diruang keluarga. "Ujang laporan sama aku,"


Alistie menatap kesal pada sang sopir, pengganti Udin yang telah pulang kampung. "Kamu lemes banget ya, Jang."


Ujang menggaruk kepalanya yang tidak gatal, "Ta... tadi pak Andre nanya, Bu." sahut ujang kikuk.


Andre langsung menarik Alistie hingga wanita tersebut jatuh dipangkuannya. mereka memang terbiasa melakukan aktifitas romantis dihadapan siapapun tidak terkecuali pembantu dan para sopir.


"Ndre lepasin, malu ada Ujang." gerutu Alistie memukul sang suami.


"Kita kan suami istri, kenapa harus malu?" celetuk Andre santai.


Lirikan mematikan Alistie benar-benar terlihat menggemaskan untuk Andre. ingin rasanya Andre menerkan sang istri yang sedang memainkan leptop dalam menyelesaikan naskah-naskahnya.


"Udahan, Al. pindah ke kamar yu."


Alistie menggelengkan kepala, dengan sorot mata yang menatap kearah layar leptop.


"Aku mau istirahat, dikamar ajah nulisnya." ucap Andre membujuk.

__ADS_1


"Enggak, mana bisa aku dikamar nulis. kamunya gak bisa biarin aku tenang."


"Aku kan suami kamu, didalem kamar aku bebas ngapain kamu ajah."


Tidak ada tanggapan dari Alistie, dengan jahil dan gemasnya Andre langsung mengecoh Alistie dengan menarik leptonya.


"Ndre..." pekik Alistie sebal.


"Aku mau istirahat sekarang!"


"Yaudah sendir ajh, aju masih ngerjain naskah aku."


"Berani ya kamu bantah aku," Andre langsung menarik tangan Alistie dan mengecup bibirnya tanpa permisi.


"Udah biasa A Ujang, mereka emang kaya gitu. Bibi malah gemes sama Pak Andre, dia bener-bener manjain Neng Alistie." ucap Bi Astuti.


Ujang hanya mengangguk kikuk, meras tidak enak melihat pemandangan tersebut. Ujang akhirnya memilih keluar rumah untuk berjaga setelah menyelsaikan aktifitas makannya.


Entah Ujang dibayar berapa oleh Andre, sopir tersebut benar-benar patuh. siang tadi Ujang mengantar Alistie kesebuah mall, Ujang tidak melewatkan waktu sedetikpun untuk melaporkan segala sesuatu yang Alistie lakukan.


Bahkan saat Alistie tidak sengaja kembali dipertemukan dengan Farhan. sikap agresif dan kenakalan Andre tentu saja bukan tanpa Alasan. ia hanya penasaran sekaligus cemburu, sebab siang ini Alistie benar-benar terlihat sedang membicarakan sesuatu dengan Farhan. video berdurasi beberapa detik yang dikirimkan oleh Ujang berhasil membuat api kecemburuan Andre membara.


Beberapa waktu sebelumnya...

__ADS_1


"Tunggu disini ya, Jang." ucap Alistie.


Ujang melirik kesebuah kaca yang menampilkan gerak-gerik Alistie disana, pria itu mengangguk kemudian menjawab. "Baik, Bu."


Tentu saja itu adalah kebohongan, Ujang dengan cepat meraih ponselnya dan langsung mengirim pesan kepada sang Tuan.


"Saya dan Ibu lagi di Mall pusat kota, Pak." tulis pesan yang dikirimkan Ujang pada Andre.


"Awasi dia," balas Andre cepat.


Dengan penuh kehati-hatian Ujang mulai membuntuti Alistie atas perintah Andre.


Alistie menyeruput latte hangat yang sudah ia pesan. bohong jika wanita itu tidak stress akan masalah yang terus saja menghampirinya. beruntungnya Andre sekarang adalah suaminya, Andre terus saja menhujani Alistie dengan cinta hingga wanita tersebut bisa dengan mudahnya melupakan masalah dan kesedihannya.


Gelisah dan takut. Andre kali ini benar-benar sedang merasakan hal itu, seolah sudah diputar balikan dengan keadaan. kali ini Farhan yang sendirian, dan Andre yang ketakutan. Farhan hidup bebas berkeliaran sedangkan Rara istrinya sudah mendekap dipenjara.


Terlebih istrinya dan Farhan sangat sering dipertemukan. Ujang yang notabenenya selalu menemani Alistie sebagai sopir pribadipun mengklaim. jika Farhan benar-benar dengan sengaja terus mengikuti Alistie, dan hal itu sudah Ujang sampaikan langsung pada Andre.


Bagaimana jika Andre ditugaskan diluar kota? tentu hal itu adalah masalah besar. sebab dirinya benar-benar tidak bisa mengontrol gerak-gerik Alistie. Andre harus memutar otaknya, ia sekarang jauh lebih mudah cemas. padahal hal itu bukanlah kepribadian Andre yang biasanya.


Pria yang selalu terlihat tenang pada akhirnya akan berubah 360 derajat jika sudah terbentur dengan yang namanya cinta.


"Aku gak bakal biarin Farhan ngerebut kamu dari Aku, Al." gumam Andre mengepalkan tangan.

__ADS_1


__ADS_2