Kabut Asmara

Kabut Asmara
KAMS 16 Finally


__ADS_3

Sean meraih tangan Yuli. air matanya terus menetes membasahi jari-jari Yuli yang terlihat memucat. sudah dua hari selama Sean berada disampingnya, hingga kini Yuliasih juga belum sadar.


Betapa sakitnya Sean, mengingat pernyataan dokter yang mengatakan jika kemungkinan Yuli untuk hidup hanya beberapa persen saja. mata Sean sampai menghitam dan berkantung akibat terus menemani dan menjaga Yuli setiap siang dan malamnya.


Cup... kecupan lembut Sean daratkan, pemuda itu menangis menatap wajah Yuli kemudian berkata. "Aku kangen sama kamu, aku kangen denger suara kamu. kamu harus tau, selama ini aku gak pernah ninggalin kamu. aku mungkin salah karna gak berusaha ngehubungin kamu, maafin aku, Yul. aku bener-bener sayang sama kamu. tolong bangun dan sadar, demi aku dan anak kita. kamu wanita terakhir buat aku, aku janji bakalan nikahin kamu setelha kamu sadar." lirih Sean.


Dalam hal ini harapan Sean sangatlah besar. ia ingin menebus segalanya, menebus hutang waktu yang terbuang bersama Yuli. Sean sudah memantafkan hatinya akan menghadapi apapun meskipun dunia mengecamnya.


"Kamu yang udah rubah kebiasan buruk aku," Sejenak Sean menyeka air matanya. "Kamu juga yang udah bikin Mamah sama Papah perhatian sama Aku. kamu berjasa, Yul. tapi aku malah bikin hidup kamu menderita."


Sean sangat terpukul. mungkin jika waktu bisa diputar, lebih baik dirinya tidak menyimpan perasaan terhadap Yuli karna kebodohannya sudah menyebabkan sang kekasih harus menanggung beban atas kecerobohannya sendirian.


"Tolong sadar, Yul. aku mau denger suara kamu, aku kangen kamu. sekarang aku udah disini tolong bangun dan peluk aku, Yul." ucap Sean memohon lirih.


"A..."


Sean terpaku, pemuda itu langsung terdiam menatap wajah Yuli dengan ekspresi datar.


"Se..."


"Yull..." Sean langsung mengeratkan genggaman tangannya, dan mendekatkan dirinya pada wajah sang empu. "Kamu udah sadar, Yul."


Mata Yuli masih terpejam. berat rasanya untuk membuka mata, Yuli masih terus berusaha untuk memastikan jika suara yang ia dengar adalah suara milik Sean.


"Yull, kamu denger Aku, Yul?" Tanya Sean tidak karuan.


"Se... sean," Suara Yuli terdengar sangat parau dan rendah. "Ka... kamu disini?" Yuli membuka matanya perlahan, menatap kearah Sean dengan tatapan sayu.

__ADS_1


Sean mengecup tangan Yuli, meraih wajah dan pucuk kepala wanita itu. "Aku disini Yul, aku ada di samping kamu."


"Kita punya anak," ucap Yuli bergetar.


Sean mengangguk. mendengar ketidak berdayaan Yuli rasanya sudah sangat menyayat perasaanya.


"Aku nunggu kamu, a... akhirnya kamu pulang." Dengan suara rendahnya, Yuli meloloskan air matanya menatap Sean sambil tersenyum.


"Jangan bicara lagi, aku disini. kamu tunggu, aku panggil dokter sama orang tua kamu."


Yuli menggelengkan kepala. air matnaya semakin deras. ia memegang lemah tangan Sean kemudian berkata. "Jangan panggil Ibu sama Bapak."


"Kenapa Yul. mereka pasti seneng kamu udah sadar," sahut Sean spontan.


Kembali Yuli menggelengkan kepala. kemudian mengerjap guna mendapat penglihatan yang jelas, "Aku malu. aku udah bikin mereka kecewa," lirih Yuli dengan nafas yang berat.


"Jaga anak kita."


Sean mengangguk, "Aku bakalan jagain anak kita, aku juga bakalan jagain kamu. kita akan menikah. aku tau semua ini udah terlambat tapi tolong beri aku kesempatan, kita mulai semuanya dari nol."


Yuli mengerjap, air matanya terus saja berjatuhan. "Aku mau peluk kamu boleh?" tanya Yuli menciptakan senyum.


Sean mengangguk, ia langsung meraih da memeluk tubuh Yuli dengan begitu erat. pemuda itu bahkan langsung menghujani Yuli dengan kecupan diseluruh wajahnya, mereka benar-benar saling merindukan. terlihat jelas Yuli dan Sean adalah pasangan yang saling mencintai satu sama lain. tidak perduli akan keyakinan dan kasta mereka yang berbeda.


"Aku cinta kamu," ucap Yuli tersenyum, sambil memejamkan mata.


"Aku juga cinta kamu, kamu terakhir buat aku. kamu segalanya buat aku." sahut Sean spontan.

__ADS_1


Deg...


Sean tertegun. ia merasa pelukan Yuli melemah, pemuda itu langsung menatap wajah sang empu. "Yul..."


Yuli terpejam, ia bahkan menjatuhkan tangannya yang berada diatas bahu Sean.


"Yul..." Tangisan Sean langsung pecah, "Yul...." ia menjerit dan terus memanggil nama Yuli yang kini sudah meninggalkan dirinya.


"Yul, jangan tinggalin aku Yul." pekik Sean histeris.


Akibat kecerobohannya, Sean harus kehilangan wanita yang ia cintai. mungkin ini sudah digariskan oleh Tuhan, apa yang ia lakukan benar-benar tidak hanya merugikan dirinya sendiri. Yuli adalah seorang pelaku dan pada akhirnya dirinya sendirilah yang harus menjadi korban.


***


Sean menatap tempat tinggal baru kekasihnya. semua orang sudah pergi meninggalkannya sendirian, ia bersimpuh menyentuh nisan yang bertuliskan nama Yuli disana.


"Aku masih gak percaya kamu sejahat ini ninggalin aku. tolong bilang sama Tuhan kamu, hukum aku. tolong cepet ambil nyawa aku biar aku bisa nyusul kamu, aku orsng yang paling bersalah kenapa dia gak cabut nyawa aku ajah. kamu terlalu baik, Yul. maafin aku," ucap Sean memohon pengampunan.


Sean terlihat sangat kehilangan. meskipun permintaanya adalah kematian, ia sama sekali tidak berniat untuk mengakhiri hidupnya sendiri. Yuli sudah berpesa agar Sean menjaga putri mereka. Sean juga sudah berjanji pada dirinya dan Yuli jika wanita itu akan menjadi satu-satunya sampai Tuhan berkehendak untuk mempertemukan kembali dirinya dan sang kekasih.


FINALLY...


Notice Author.


Maaf jika Endingnya sangat mengecewakan. sadar akan jalan cerita yang menggambarkan pergaulan bebas yang tidak seharusnya ditiru. maka dari itu, saya selaku author membuat ending yang sepertinya akan sulit diterima oleh seluruh pembaca sekalian.


Apa yang dilakukan oleh kedua pemeran utama dalam KAMS ini tentu adalah kesalahan. orang salah harus dihukum, mungkin hukumannya tidak adil jika hanya diderita Yuli saja. tapi itu memang ditunjukan untuk para kaum hawa. kenapa? karna di kehidupan nyata sekalipun pihak perempuanlah yang akan paling sangat dirugikan.

__ADS_1


Sekian dari saya, terima kasih pembaca setia. akan ada beberapa hadiah untuk kalian para pembaca dengan komen unik dan menarik yang mengandung seputar cerita Kabut Asmara. Yu semua, dipersilahkan, pemenang akan saya umumkan di bab berikutnya. :)


__ADS_2