Kabut Asmara

Kabut Asmara
Episode 56


__ADS_3

Alistie benar-benar tidak berdaya akibat pergulatan yang menguras seluruh tenaganya. meskipun begitu ia sulit untuk memejamkam mata karna terus teringat dengan sesosok pencuri naskah yang entah siapa.


"Kamu belum tidur?" Andre yang menyadari kegelisahan sang istri.


Alistie menggelengkan kepalanya, ia mendekatkan diri pada Andre menggunakan tangan kekar pria tersebut sebagai alas untuk bersandar. "Aku masih mikirin si pencuri naskah,"


"Sebelumnya pernah chatan?" tanya Andre.


"Gak pernah, pas aku mau labrak dia lewat ponsel juga udah keburu di blokir."


Andre memiringkan senyumnya, memang terdengar menggelikan juga suatu kebetulan. bawasannya nomor yang Andre berikan sudah terdaftar didalam kontak Alistie. yang semakin membuat Andre gemas akan tingkah sang istri adalah, nama kontak tersebut didalam ponsel Alistie yang bertuliskan. "Pelakor"


Saat Alistie menyadari hal tersebut, ia langaung menceritakan segalanya pada Andre. bahwa nomor tersebut ia dapatkan dari ponsel Farhan. itu artinya si pencuri naskah juga adalah salah satu wanita yang pernah menjalin hubungan dengan Farhan saat Alistie masih bersamanya.


"Intinya jangan gegabah, aku bakalan nyuruh orang buat lacak siapa pemilik nomor itu. kalo kita sendiri yang nyari tau atau ngehubungin dia, pasti sia-sia. ujungnya paling di blokir lagi." ucap Andre menenangkan sang istri.


Alistie tersenyum tipis, ia mengeratkan selimut yang menutupi tubuh telanjangnya bersama Andre kemudian berkata. "Makasih..."


Andre menggelengkan kepala, "Aku gak butuh ucapan terima kasih, aku mau anak."


"Ndreeee..." Alistie mencubit sang suami dengan raut wajah kesal.


"Katanya mau bayar aku? yaudah aku mau anak."


Alistie tertawa menanggapi sikap Andre yang sangat menggelikan, dalam pikiran Alistie suaminya tersebut sudah seperti anak kecil yang merengek meminta sesuatu pada orang tuanya.


"Aku udah usaha, tapi kamu kok gak hamil-hamil ya?" ucap Andre heran.


"Itu artinya kamu masih belum..." Alistie menatap lekat wajah sang suami tanpa menyelesaikan ucapannya.


Andre mengerutkan dahi, "Belum apa?"


"Belum jago! ahahaaahahaaa," celetuk Alistie sambil meledek tertawa keras.


"Apa kamu bilang?" Andre mendekap Alistie dan kembali menggoda wanita tersebut.

__ADS_1


Seketika Alistie membisu, dengan bibir yang merapat menahan tawanya.


"Kamu belum puas? bilang!"


"Enggak, bukan!" pekik Alistie yang langsung menyembunyikan dirinya dibalik selimut.


"Terus apa?"


"Becanda doang!"


"Mau coba lagi?" tanya Andre menawarkan.


"Gak," Sahut Alistie spontan.


Andre tersenyum tipis, ia langsung meraih ponsel dan memasukan beberapa kata di bagian kolom pencarian google. "Cara agar cepat hamil" Andre memilih beberapa situs yang terpampang dilayar ponselnya, ia mengunjungi suatu situs yang menginformasikan gaya bercinta agar bisa membuat sang istri cepat hamil.


"Aku ngantuk mau tidur ah." ucap Alistie setelah menguap.


"Bentar dulu." sahut Andre mencegah.


"Liat tutorial."


"Tutorial apa?"


"Tutorial gaya, biar kamu cepet hamil."


Alistie membulatkan matanya dengan mulut yang menganga. "Kamu gila ya?"


"Suami minta anak kok di bilang gila?"


"Ngapain nanya ke google? minta sama tuhan. bukan sama google." gerutu Alistie.


Andre tersenyum tipis, ia kembali meletakan ponselnya diatas nakas. "Cuma mau tau ajah, gak lebih."


"Terus sekarang udah tau?"

__ADS_1


"Udah!"


Alistie menelan salivanya, dengan raut wajah kikuk ia kembali membaringkan dan menarik selimut untuk menyembunyikan diri.


"Ahhhhhhh..." Alistie menjerit saat Andre langsung menarik selimut yang dirinya kenakan, "Kamu ngapain, aku cape. jangan sekarang!"


"Nyobain doang, sebentar!"


"Enggak mau... tadi udah tiga kali." tegas Alistie menolak.


Mereka kembali melakukannya, dengan sedikit paksaan pun pada akhirnya Alistie juga akan luluh. Andre benar-benar pria yang patuh, dengan berbekalkan informasi yang ia dapat dari media internet pria itu langsung mecoba saran yang tertulis disana.


"Kamu predator se-x." umpat Alistie.


"Biar cepet hamil sayang!" Andre mulai memposisikan Alistie yang membelakanginya.


"Tapi aku cape! ih kamu ngapain sihhh..."


"Enggak, dikit lagi enak kok."


"Andreee gilaaaaa."


Tanpa pemanasan apapun Andre langsung menenggelamkan miliknya kembali. Alistie sampai menjerit karna merasakan sakit, sensasi baru yang Andre dan Alistie rasakan dengan gaya bercinta yang berbeda.


"Al, berisik. nanti pembantu pada bangun."


"Sakit." rengek Alistie.


"Tahan!"


Alistie menutup mulutnya sendiri, memang benar. mungkin nyeri yang Alistie rasakan akibat Andre yang memaksa, tanpa memberikan pelumas alami yang ia buat seperti biasanya. dua gundukan Alistie sampai melambai-lambai tidak karuan akibat posisi tersebut. desakan yang Andre berikan sukses membuat Alistie mendapatkan lebih cepat puncak kenikmatannya.


"Ndre... mmhhhh..."


"Tahan sayang sebentar lagi." Andre bergerak cepat, untuk bisa mendapatkan puncak agar bisa segera menanam benihnya didalam rahim sang istri.

__ADS_1


__ADS_2