
Alistie menatap Halisa dengan raut wajah datar, tidak ada umpatan ataupun suasana yang menegangkan saat keduanya saling bertatapan.
"Gue sama Farhan, kita pernah pacaran. bahkan jauh sebelum lo kenal sama dia," Halisa tersenyum tipis, dengan balutan perban yang menutupi sebagian wajahnya.
"Maaf, aku sama sekali gak butuh penjelasan itu dari kamu." Alistie memberikan sebuah kotak yang berisikan makanan kepada wanita tersebut, "Siapa ayah Loli?" tanya Alistie santai.
Halisa membulatkan matanya terkejut.
"Aku sama Andre udah tau, tapi kamu tenang ajah. kita gak akan pernah permasalahin hal itu, Loli tetep anak Andre meskipun golongan darahnya berbeda."
Halisa menelan salivanya, ia sama sekali tidak merespon ucapan Alistie dan hanya terus memandang wanita tersebut.
"Dimakan, kamu gak perlu takut. aku gak kasih racun apapun ke makanan itu," ucap Alistie.
Untuk sejenak Halisa hanya terdiam, wanita itu kemudian meraih tangan Alistie dan berkata. "Gue sama sekali gak akan minta maaf atas semua yang pernah gue lakuin," setetes air mata mengalir dari pelupuk Halisa. "Tolong jaga, Loli."
__ADS_1
Sulit untuk Alistie percaya, bawasannya wanita yang telah menghancurkan kebahagiaannya sekarang sedang memohon pada Alistie.
"Semua ini udah setimpal, wajah gue rusak. hidup gue berakhir dipenjara, tolong jangan kasih tau, Loli."
Alistie terpaku, ia bisa melihat ketulusan dari raut wajah menyedihkan Halisa. "Ini serius?"
Halisa tersenyum, ia menyeka air matanya. mungkin hal ini sulit untuk Alistie percayai, tapi semua memang begitu adanya. Halisa sudah dijatuhi hukuman penjara selama dua tahun. wajahnya bahkan sudah rusak akibat penyerangan yang dilakukan oleh seseorang yang ia sendiri tidak tahu siapa.
"Loli tetep anak kamu! kamu tenang ajah, meskipun begitu. aku sama Andre pasti bakalan terus jagain dia." Alistie mengelus tangan Halisa penuh kelembutan.
Alistie mengangguk, ia cukup puas mendengar hal itu dari mulut Halisa. bawasaanya kalimat tersebut sangatlah sulit diucapkan oleh seseorang yang selalu menganggap remeh kebaikan Alistie.
"Aku yang harusnya berterima kasih, tanpa kamu mungkin sekarang aku masih bertahan sama Farhan." celetuk Alistie.
Keduanya saling terkekeh, mereka bahkan memakan bersama sebuah roti sanwich yang sudah dengan sengaja Alistie siapkan. Alistie sangat menyukai seseorang yang memiliki kesalahan, tapi mereka mau mengakui keslaahannya. justru sebaliknya, Alistie tidak suka dengan seorang yang selalu menganggap dirinya benar dan saat mereka salahpun mereka menolah untuk disalahkan.
__ADS_1
***
Setelah tersandung kasus plagiarisme, Alistie terus saja mencurigai teman-temannya. meskipun begitu Andre sang suami sudah membantu Alistie dalam menyelesaikan perkara tersebut dengan suapan uang. Andre bahkan tidak tinggal diam, setelah memberikan uang ganti rugi atas nama Alistie ke pihak perusahaan. ia juga mendatangi perusahaan terkait yang sudah menerbitkan buku tersebut untuk mencari tahu kebenarannya.
"Siapa sebenarnya dalang dibalik ini?" gumam Andre, pria itu lantas menginjak pedal gas kendaraannya setelah mendapat secarik kertas yang berisikan nomer si pencuri naskah.
Untung saja dengan sedikit ancaman Andre bisa mengelabui pihak perusahaan tersebut. Andre bahkan memberikan dua kali lipat konfensasi atas keuntungan yang sudah mereka raih. Alistie memberikan sebuah simbol didalam, ia selalu memulai tulisannya dengan hurup "N.A.C" yang berarti Nadine Alistie Cristiany. nama pena dalam buku tulisannya.
Pihak tersebut mulai goyah, Andre menawarkan beberapa kesepakatan. ia sama sekali tidak akan kembali menyerang perusahaan tersebut. dengan satu syarat, Pihak itu harus menarik buku yang sudah diterbitkan, dan memberi tahu siapa pelaku pencurian naskah Alistie. Andre bahkan menawarkan sejumlah uang jika pihak tersebut menyetujuianya. benar saja, mereka hanya mencari keuntungan dan langsung menyutujui kesepakatan yang Andre tawarkan.
Drrt... Drrtt... Andre meraih ponsel disakunya. "Aku ada janji makan siang sama, Hana. agak pulang telat gapapa kan?
Layaknya pasangan yang belum menikah, Andre selalu merasa dirinya kasmaran tiada henti. setiap kali mendapat pesan atau sesuatu hal yang lain dari sang istri Andre merasakan ada getaran dihatinya. ia benar-benar mencintai Alistie, 4 jam keduanya berpisah dan sekarang Andre sangat merindukan Alistie.
"Oke, aku ikut. aku punya sesuatu buat kamu." balas Andre pada Alistie.
__ADS_1