Kabut Asmara

Kabut Asmara
Episode 69


__ADS_3

Beberapa waktu sebelumnya...


"Farhan lagi? perasaan gue sering banget ketemu dia disini." gumam Alistie.


Saat Farhan sedang menatapnya dengan tatapan datar, wanita itupun langsung menghampirinya.


Gigi Alistie mengerat sebal, bagaimana tidak? ia merasa jika Farhan sedang menguntitnya. hal itu dapat jelas Alistie rasakan karna seringnya mereka dipertemukan dalam sebuah mall.


"Kenapa, Al?" tanya Farhan heran saat Alistie menghampirinya.


"Kamu buntutin aku ya?" pekik Alistie menuduh.


Farhan menggelengkan kepalanya dengan raut wajah polos.


"Halah bohong! buktinya kita sering banget ketemu disini."


"Sayang, ini ponsel kamu."


Alistie melirik kearah seorang wanita berpakaian khas pegawai store, ia mengerutkan dahi kemudian berkata. "Sayang?"


Farhan mengangguk, ia tersenyum tipis dengan pandangan mengarah pada sang pegawai store. "Dia pacar aku."


"Pacar?" sahut Alistie terkejut. sejenak Alistie terdiam sambil tersenyun kecut, "Istrinya dipenjara, dan dia masih sempet-sempetnya punya pacar." batin Alistie merasa geli.


***


Hari berikutnya Alistie masih mencari tahu apa penyebab sikap dingin sang suami. bahkan sampai sekarang mereka masih tidak saling bicara, Alistie sudah berusaha akan tetapi Andre terus saja mengabaikannya. Alistie merasa jika semalam adalah malam yang paling dingin, sebab tidurnya tak mendapat dekapan hangat dari sang suami seperti yang biasa mereka lakukan.


"Semangat, Neng. Ujang bilang sebentar lagi Pak Andre pulang."


Alistie mengangguk, ia terus menunggu kepulangan suaminya diruang tamu. Alistie masih saja berusaha untuk membuat Andre kembali memanjakannya seperti sedia kala.


"Bi, Loli udah tidur?" tanya Alistie.


"Udah, Neng."

__ADS_1


Bagus, Alistie tidak perlu khawatir jika ia melakukan tindakan sedikit nakal secara terang-terangan dihadapan Ujang dan Bi Astuti, tanpa harus mengkhawatirkan Loli karna gadis kecil itu sudah terlelap.


Pintu utama terdorong, terlihat Andre dan Ujang sudah kembali. secepat kilat Alistie beranjak mendekati sang suami dengan senyum cantik yang terukir.


"Kenapa?" tanya Andre dingin.


Alistie menatap mata Andre lekat, ia meraih tas kerja ditangan Andre kemudian Cup... mengecup bibir Andre didepan Ujang dan Bi Astuti tanpa rasa malu.


Andre menyeringai, kemudian berkata. "Masih usaha?"


Alistie menggelengkan kepalanya tanpa mengalihkan pandangan, "Kangen ajah, semalem tidur gk dipeluk." celetuk Alistie yang langsung spontan membuat mata Bi Astuti membulat.


Andre berjalan santai melewati tubuh Alistie begitu saja, sepertinya pria itu masih belum luluh.


Sedikit kesal karna Andre benar-benar menguji kesabarannya, Alistie pun menghela nafas panjang kemudian melirik kearah Bi Astuti.


"Semangat." ucap Bi Astuti sambil mengacungi jempol dengan suara terendah.


"Ndre..." pekik Alistie.


"Ikut, aku mau mandi juga sama kamu!"


Ujang sampai menelan salivanya, sambil menggaruk kepala yang tidak gatal seolah berpura-pura tidak mendengar apapun.


Andre tetap mengabaikannya, dan terus melangkah menaiki anak tangga.


"Andre! ayo bikin anak, aku mau hamil lagi." tegas Alistie dengan suara memekik.


Rasanya Bi Astuti dan Ujang ingin pingsan, langkah Andre benar-benar langsung terhenti saat mendengar kegilaan sang istri. Bagaimana tidak? senakal-nakalnya Andre dihadapan umum hanya mencium Alistie dan meminta pelukan. lain dengan sang istri yang secara santai meminta jatah ranjang meskipun Alistie tau, Ujang dan Bi Astuti sedang mempehatikan mereka.


"Kamu gila." ucap Andre dengan wajah merona sambil melirik kearah Bi Astuti dan Ujang.


"Istri mau anak kok dibilang gila?"


Andre merasa dejavu, kalimat itu pernah ia ucapkan sebelumnya. dan sekarang Tuhan benar-benar sudah membolak-balikan keadaan.

__ADS_1


Masih tidak ditanggapi, Alistie akhirnya mendekati Andre. akan tetapi pria itu malah kembali melangkahkan kakinya dengan cepat munuju kamar.


"Ndre tunggu! aku mau anak!" teriak Alistie sambil berlari mengekor sang suami.


Dimana kepolosan Alistie? Entah, Andre sendiri merasa heran. sejak kapan Alistie menjadi sangat berani seperti itu? sungguh sebenarnya Andre sendiri sudah tidak tahan dengan sikap dinginnya pada Alistie. tapi mau bagaimana lagi? pria mana yang tidak cemburu saat istrinya bersama dengan pria lain disebuah mall, terlebih itu adalah mantan kekasih Alistie sendiri.


"Ndre!"


Andre masih terlihat santai, ia melonggarkan dasi yang melingkar dilehernya kemudian membuka satu persatu kancing kemejanya.


"Kamu diemin aku terus! kenapa sih?" tanya Alistie meninggikan suara.


"Aku mau mandi,"


Alistie langsung melingkarkan tangannya ditubuh Andre dengan cepat. "Ikut!"


"Al lepas, aku cape." ucap Andre mencoba melepaskan tubuh istrinya yang menempel.


"Gak, kamu gak cape."


Andre menghela nafasnya kasar, ia langsung mendorong tubuh sang istri keatas ranjang. tanpa melepaskan pelukannya, Alistie dan Andre pun jatuh bersama dengan posisi Alistie yang berada dibawah.


"Jangan ditahan." ucap Alistie dengan suara nakal, lalu tangannya berinisiatip menyentuh dada Andre penuh kekaguman.


"Apa mau kamu?" tanya Andre mengerutkan dahi.


"Aku mau kamu! apa lagi?"


"Udah aku bilang, aku cape!"


"Tapi aku gak cape!"


Andre mengerutkan dahi memandang heran sorot mata istrinya.


Cup... Alistie kembali mengecup bibir Andre tanpa permisi, "Biar aku yang mimpin, kamu yang nikmatin."

__ADS_1


Andre hanya terdiam, dalam batinnya ia terus mengutuk dirinya sendiri. sungguh Andre sangat membenci hal ini, niat hati ingin memberikan pelajaran pada istrinya dengan cara terus bersikap dingin. Nyatanya ia tidak punya cukup kekuatan untuk menahan hawa nafsunya.


__ADS_2