Kabut Asmara

Kabut Asmara
Episode 97


__ADS_3

"Buruann..." pekik Alistie dari lantai dasar.


Wanita cantik mengenakan mini dress dengan perut yang sedikit membuncit itu benar-benar terlihat sexy. namun kesehariannya akhir-akhir ini adalah menggerutu.


Andre yang sudah dua jam ditunggu oleh Alistie pun sepertinya sengaja mengulur waktu.


"Ngeselin banget Andre itu, kebiasaan kalo apa-apa dia yang lama." gerutu Alistie jengkel.


Daryani hanya menyeringai kaku. ia sendiri memang merasa semenjak Alistie mengandung wanita itu sedikit lebih agresif. Andre sama sekali tidak diijinkan untuk membuat kesalahan sedikitpun.


"Udah jangan marah-marah terus," Cup... Andre mendaratkan kecupan singkat dipipi Alistie tanpa permisi. karna hanya dengan cara inilah api kemarahan Alistie akan padam saat wanita tersebut disirami oleh hal-hal manis yang suaminya lakukan.


Daryani hanya bisa menelan ludah getir setiap kali melihat kedua pasangan itu selalu mengumbar kemesraan dihadapannya. "Aku jadi pengen nikah tiap kali liat mereka!" batin Daryani memelas.


"Kita pergi dulu ya Dar, titip Loli. aku sama Andre pulang malem." ucap Alistie berpamitan.


Daryani dengan sigap mengiyakan ucapan sang idola, gadis itupun sampai mengacungkan dua jempolnya kearah Alistie dengan raut wajah berbinar.


"Aku mau main sama Mang Ujang ajah." ucap Loli, meskipun mengatakan hal tersebut Loli terus saja memegang tangan Daryani dan menariknya dengan kasar.


"Iki bocah, pelan-pelan to Ndo." Daryani sampai ketar-ketir mengikuti langkah Loli yang saat itu sedang mencari Ujang kesetiap penjuru rumah.


Begitu saja Loli melepaskan Daryani, gadis kecil itu langsung menarik-narik ujung kaos yang ujang kenakan saat pemuda tersebut sedang menyiram tanaman menggunakan selang.


"Mang Ujang."


"Apa?" sahut Ujang memalingkan wajah menatap Loli kecil, "Anterin kerumah Diko yuk..."

__ADS_1


Mendengar hal itupun Daryani langsung menghampiri keduanya, "Opo sampean bilang? rumah Dicko. Loli sampean iki masih cilik, mentang-mentang gak ada ibu dan bapakmu sampean mau nakal to?"


"Enggak, Aku udah janjian sama Dicko. Mamah juga udah ngijinin."


"Ora, ora. sampean pasti boong. wong aku yang di suruh jagain sampean, yen sampean lecet aku toh yang di salahin karo emakmu."


Loli mengerucutkan bibir dengan mata yang menggenang, "Pokonya aku mau Dicko." pekik Loli yang spontan langsung membuat Ujang dan Daryani kelabakan.


"Iki bocah malah nangis,"


"Iya, sebentar Loli. oke, Mang Ujang anterin Loli kerumah Dicko. udah-udah jangan nangis."


Loli langsung mengembangkan senyumnya, sepertinya gadis ini sedikit mencomot sipat ibu kandungnya. licik dan pandai berekting.


"Pantes sampean dikatain little monster karo Mas Tian. wong sampean iki liciknya kebangetan, Ndo." gumam Daryani dengan suara terendah.


Lagi-lagi ucapan gadis kecil tersebut sukses membuat Ujang dan Daryani membelalak.


"Pa... pacar?" Ucap Ujang terbata.


"Hust, sampean iki masih cilik Ndo. tak laporin Mamamu kelar sampean."


"Dasar, Bi Dae tukang ngadu." pekik Loli melotot kesal.


Ujang menyentuh bahu Daryani dan memundurkan tubuh gadis tersebut. "Kamu masuk ajah, bantuin Bi As. biar Neng Loli aku yang jagain."


"Eh ora iso, wong aku yang di suruh jagain. sampean jangan nurutin kemauan Loli. nanti kalo ada apa-apa aku yang di marahin." ucap Daryani menolak.

__ADS_1


Loli tertawa kecil, "Ciye... Mang Ujanh pegang-pegang Bi Dar."


Ujang tersentak dan langsung melepaskan tangannya dari Daryani.


"Aku iki bukan najis, Jang. sampean koyo Jiji gitu karo aku."


Ujang tiba-tiba dibuat salah tingkah setelah mendengar ucapan Loli, "Ma... maaf, aku tadi reflek, Dar."


"Mang Ujang sama Bi Dar pacaran ajah, kaya aku sama Dicko."


Daryani mengerutkan dahi memandang tajam kearah Loli, "Heh bocah, aku tanya karo sampean emang pacaran itu opo to?"


"Itu pacaran, kalo cewe sama cowo deketan. main bareng keliatannya cocok. kaya aku sama Dicko."


"Wis, wis, omonganmu ngaur. Ayo masuk, kita susuin Wolfi-mu didalem."


Loli langsung memeluk kaki panjang Ujang dengan begitu erat, "Gak mau, aku mau sama Mang Ujang." tolak Loli memekik.


"Yaudah iya sama Mang Ujang, jangan teriak-teriak Loli cantik." ucap Ujang menenangkan.


"Mang Ujang jadi Papah Loli, Bi Dar jadi Mamahnya. Wolfi jadi adiknya."


Daryani mengangan dengan mata yang membulat, sedangkan Ujang semakin tidak nyaman akan suasana tersebut dihadapan Daryani.


"Sampean iki," sejenak Daryani meremat jarinya, dengan gigi yang mengerat. "Tak sentil cocotmu nih ya," celetuk Daryani.


Loli malah semakin tidak tahu aturan, dengan sangat berani gadis kecil itu meledek Daryani dengan menjulurkan lidahnya. mungkin itu karna sebelumnya ia terlalu Andre manjakan dan saat Andre acuh Alistie selalu membelanya.

__ADS_1


__ADS_2