
Selamat membacaπ
Hari,bulan pun berlalu begitu singkat Alex maupun Lexa keduanya berlatih keras di bawah asuhan sang guru,kewajibannya dilaksanakan dengan baik oleh mereka berdua.
Begitu berat pelatihan yang guru Sino berikan selama beberapa bulan ini dan keduanya sangat menguasai semua dengan cepat benar-benar genius bukan.
''Sudah sangat lama kalian berlatih!sekarang waktunya kalian memperlihatkan kemampuan sebenarnya ''ucap guru Sino yang berada di antara si kembar.
''Baik guru ''jawab keduanya serempak meski dengan ngos-ngosan sehabis berlari mengelilingi mansion seperti rutinitas setiap harinya dan masih banyak hal lainnya setelah melakukannya.
''Istirahatlah sebentar dan persiapkan diri kalian tiga puluh menit dari sekarang kita akan memulainya''ucap guru sino beranjak untuk istirahat juga.
Mereka berdua beristirahat sejenak untuk meregangkan otot kaki agar tidak terlalu kaku pada saat nanti ketika memulai ,keduanya menarik nafas pelan mengingat kembali pelatihan yang harus di ikuti tanpa bisa di bantah.pelatihan yang tidak mudah seperti yang dengar ,ternyata guru yang di datangkan dady mereka sangat ketat dan tidak mentolelir kesalahan sekecil apapun.selama berlatih keduanya tidak ada keluhan yang keluar dari mulut keduanya.
Tiga puluh menit kemudian setelah selesai istirahat sebentar keduanya kembali ketengah tempat dimana mereka sering berlatih,si kembar berdiri sejajar hanya jarak satu meter diantara keduanya.
Guru Sino yang juga sudah selesai istirahat mendekat kearah dua muridnya menatap keduanya dengan rasa kagum karena baru kali ini menerima murid yang sangat genius.siapa yang tidak senang jika mempunyai murid yang jenius .
''Apa kalian sudah siap?''tanya guru Sino dengan suara tegasnya yang menggema di area hutan itu . Iya... mereka berada di sana di dalam hutan .
''Siap!''suara keduanya pun tak kalah tegas dari sang guru.
''Bagus,guru suka dengan jawaban kalian''senyumnya yang misterius tidak ada yang bisa tahu apa yang ada di pikiran guru Sino.
''Peraturan pertama ,siapa yang bisa bertahan dialah pemenangnya''guru Sino melirik keduanya bergantian si kembar saling memandang namun sedtik kemudian mengangguk pasti.
''Kedua,anggap semua yang berada di depan kalian adalah musuh''
''Ketiga,jangan pernah meremehkan lawan selemah apapun itu''
''Ke empat....semoga beruntung ''ucap guru Sino mengakhiri penjelasannya, kemudian guru Sino berjalan kearah pinggir dan duduk tepat di teras rumah yang berada di tengah hutan itu .
''Kalian semua lawan si kembar ''suruh guru sino pada beberapa body guard yang di sewa Alexo untuk menjaga mereka .
''Baik... tuan''ucap mereka serempak kemudian mereka maju secara bersamaan melawan dua anak kecil sebenarnya malu tapi itu adalah tugas mau tidak mau mereka harus melawan tuan muda kecil dan nona kecil .
__ADS_1
______
Hampir tiga jam lamanya si kembar melawan beberapa body guard yang biasa melindungi mereka tidak ada yang mau mengalah dan juga mereka seperti tidak mau kalah dari seorang anak kecil ,malu pasti namun kemampuan keduanya benar di luar dugaan .
''Kerahkan semua kemampuan kalian ''teriak guru Sino dari pinggir halaman itu.
''Baik guru ''jawab si kembar serempak mereka masih belum lelah entah kenapa stamina yang mereka miliki tidak habis .
Sedang para body guard yang di tugaskan melawan si kembar sedikit merasa kewalahan,insting si kembar sangat tajam hanya butuh beberap kali latihan mungkin keduanya tidak terkalahkan.
Suara nafas mereka memburu seakan sudah tidak kuat namun kembali lagi mereka tidak mungkin kan menyerah dan di permalukan oleh anak kecil meski mereka tahu bahwa keduanya adalah kesayangan tuan mereka.mereka begitu kagum pada si kembar lihatlah bahkan mereka melihat keduanya biasa saja tidak seperti mereka yang selalu menarik nafas pelan.
''Kenapa kalian diam !''teriak lagi guru Sino.membuyarkan lamunan para body guard itu .
Lexa kembali menyerang satu body guard yang berada di depannya dengan satu kali tendangan dan satu orang terjatuh .Lexa tersenyum devil tidak kalah Alex juga segera menumbangkan salah satu dari mereka tentunya tatapannya menajam dan menusuk untuk ukuran seorang anak kecil Alex mampu mengintimidasi para body guardnya itu.
Senyum yang di pancarkan keduanya sangat menakutlan sekarang ,si kembar sangat serius untuk menghadapi mereka berdelapan tentu apa yang di ajarkan guru Sino di praktekkan langsung .
Semua jurus dan ilmu yang di dapat di gunakan dengam baik,pada akhirnya si kembar tumbang karena sudah sangat kelelahan padahal tinggal dua orang lagi bagaimana mau di kata mereka kan tetap masih anak-anak.
''Di masa depan akan lahir penerus yang menghebohkan dunia dengan kegeniusannya''
Tatapan itu tatapan yang sangat menakutkan untuk sekarang mungkin tatapan itu hanya menusuk tapi tidak tahu di masa depan apakah tatapan itu langsung bisa membunuh lawan tanpa harus turun tangan .
______
''Bagus ,guru salut dengan kempauan kalian''guru Sino sangat senang dua muridnya ini telah membuatnya bahagia sebagai seorang guru baru kali ini mempunyai murid yang begitu genius bangga tentu .
''Mereka akan menjadi murid kebanggaanku mulai sekarang''batin guru Sino yang tersenyum lebar.
''Terimakasih guru''ucap si kembar serempak.
''Obati luka kalian setelah itu kita pulang ''ucap Alex pada para body guardnya yang telah membantu mengasah kemampuannya tadi.
''Om..body guard maafin kita kalau tadi ada yang terluka''Lexa meminta maaf secara tulus pada para body guard itu.
__ADS_1
''Tidak apa nona ini sudah menjadi tugas kami''ucap salah satu body guard itu,mereka bersukur ternyata tuan kecil mereka sangat baik hati.
Setelah selesai mebersihkan diri dan juga para body guard tadi sudah di obati mereka kembali mengawal perjalanan pulang tuan dan nona kecil mereka hingga sampai di halaman mansion DELUXIZ.sedangkan guru Sino pergi entah kemana mungkin ada keperluan lainnya maklum seorang guru punya kesibukan sendiri meski sudah seperti kakek-kakek tetap saja jiwa remajanya meronta.
Si kembar turun dari mobil kemudian masuk kedalam rumah,keduanya.sudah di sambut oleh semua orang kecuali dady mereka yang mungkin masih sibuk di kantor karena keduanya tidak melihat keberadaan dady di antara keluarga
''Bagaimana latihannya apa sangat melelahkan?''tanya freya lembut sambil mengelus pucuk kepala keduanya secara bergantian karena kepala si kembar berada di pangkuan freya kanan dan kiri.
''Hm ''serempak keduanya berdehem menikmati elusan momy freya dengan mata terpejam.
''Sepertinya mereka kelelahan kakak ipar''ovely terkekeh dengan kedua keponakannya itu.mereka tidak sadar bahwa keduanya sudah terlelap alias tidur.
''Dad ..apa Alexo tidak keterlaluan ?''tanya reya pada suaminya dia tidak tega melihat kedua cucunya itu .
''Mom,percayalah ini yang terbaik untuk keduanya ok!''ucap diarta lembut untuk menenangkan ke khawatiran istrinya itu.
''Iya ,mom ini sudah menjadi keputusan kita''timpal freya dia tidak ingin sang ibu mertua terlalu khawatir.freya mendengar nafas keduanya teratur tanda mereka sudah tertidur.
''Sudah tidur,pasti sangat capek''guman freya tapi masih bisa di dengar ketiganya.
''Kak biar ovely gendong Lexa ke kamar ,kakak diam saja di sini ''titah ovely yang tidak mau kakak iparnya menggendong karena perutnya sudah besar.
''Benar nak biar dady yang menggendong Alex,kamu cukup duduk saja di sini''kali ini diarta yang berbicara jadi freya tidak bisa membantahnya.
Freya senang keluarga ini semakin terasa hangat ,ibu hamil itu sangat bersyukur.
terimakasih dukungannya π
tidak terasa sudah episode 111 , semoga kedepannya semakin lebih baik lagi ...
jangan lupa ya terus dukung author yang kurang halu ini terserah kalian deh ...dukungan apapun author pasti suka ....
terimakasih banyak karena sudah setia membaca novel author yang kurang halu ini .....
see you next time ....ππͺπͺπͺπͺ
__ADS_1