
selamat membaca 😊
Setelah puas bermain dan makan snak di pantai mereka semua kembali ke dalam rumah membersihkan diri masing -masing dan beristirahat sebentar setelah itu mereka makam malam bersama.
''Bun rumah ini terasa ramai ,rain suka ''ucap rain dia sedang membantu ibunya menata beberapa makanan di meja makan .
''Benarkah ?''
''Iya ,bun apa jika ayah kembali juga akan ramai seperti ini pasti sangat menyenangkan ''
''Jika saja ayah mu selamat sayang ,maaf kan bunda yang belum bisa memberitahukan kenyataannya''batin kana hatinya merasa sedih namun dia berusaha kuat ,untuk sekarang rain lah yang harus dia lindungi kalau untuk suaminya kana tidak tahu apakah dia selamat atau tidak jika memang selamat pasti suaminya akan mencarinya.
''Bun...bun kok diam ''
''Ah ..ya pasti ayahmu akan pulang jika pekerjaannya sudah selesai ''ucap kana lembut sebenarnya dia tidak tega berbohong namun ketika setiap kali melihat wajah sedih rain ketika merindukan ayahnya .
Tanpa mereka berdua sadari Alex sedari tadi bersembunyi di balik tembok niat ingin ke ruang makan dia urungkan .kemudian Alex kembali ke kamar nya .
''Malam ibu kana ''ucap Lexa .
''Malam tante maaf Vely tidak membantu tante menyiapkan ini semua ''merasa bersalah .
''Tidak apa sudah ada rain yang bantuin tante ''
''Wah ...banak makan ''Al berbinar melihat lauk pauk yang berada di atas meja ''
''Bibi memang tidak bisa menjadi menantu idaman bu, masuk dapur saja tidak pernah apalagi memasak''
''Lexa ...''
''Apa tante ?''santai Lexa dia mengambil beberapa lauk yang berada di atas meja tidak perduli dengan wajah kesal Vely.
''Tidak jadi ''kesal Vely .
''Kakakmu mana ?apa dia tidak makan malam ?''
''Bukan tidak mau tante tapi kakak ada pekerjaan dari dady biar nanti Lexa antar makanan ke kamar kakak atau kakak ipar saja yang antar ''rain menunduk malu .
''Ya sudah kalian makanlah nanti biar rain yang antar makanan nya ''putus kana .
Mereka pun makan malam bersama tanpa Alex dengan hening hanya suara sendok yang saling berdentingan .
_____
Setelah mendengar pembicaraan rain dan ibu kana Alex menuju kamarnya rasa laparnya hilang begitu saja dia mengambil ipad yang dia letakkan di meja samping kasur .
__ADS_1
Dia menyentuh layar itu dengan cepat entah apa yang dia ketikkan dia sedang fokus setelah itu dia menelpon seseorang yang selama ini menjadi orang kepercayaannya .
''Halo ''
''Iya tuan ada yang bisa saya bantu?''
''Tolong kamu cari seseorang foto dan data diri sudah saya kirim lewat email ,sudah sangat lama saya tidak ada laporan dari orang yang menjaganya ''
''Baik tuan ,apa ada lagi?''
''Untuk sementara itu saja dulu,jangan lupa selama saya tidak aktif tolong kamu handle semua pekerjaan kamu tahu kan saya tidak menerima penolakan apalagi pengkhianat ''
''Saya mengerti tuan ''setelah itu Alex mematikan telponnya .
''Maaf paman, ini demi rain karena musuh kalian sepertinya musuh keluarga ku juga ''
''Bagiku keluargaku adalah segalanya termasuk ibu kana dan rain ''gumannya pelan dia masih melihat seseorang dari dalam layar ipadnya dia melamun memikirkan banyak hal hingga suara ketukan pintu membuyarkan lamunanya .
Tok tok tok
Ceklek Alex membuka pintu sedikit terkejut namun dia segera merubah wajahnya seperti semula seperti membalikkan telapak tangan .
''Kak Alex makanan buat kakak dari bunda ''
''Terimakasih ''
''Rain tunggu ''
''Iya kak?''
''Bisa temani kakak makan?''
''Boleh ,tapi hanya sebentar ya kak karena rain sudah di tunggu sama Lexa dan Al ''ucap rain polos dan benar adanya .
''Baiklah ,ayo masuk ''rain menuruti ucapan Alex dan masuk kedalam kamar Alex ,kamar ini memang tidak pernah di buka kecuali ketika di bersihkan itu pun hanya sebentar selebihnya kamar ini akan di tutup rapat siapaun tidak boleh memasuki kamar ini kecuali sudah mendapat izin dari pemiliknya.
Alex makan dengan tenang sesekali sambil melirik kearah rain yang duduk di seberangnya yang sedang memainkan jari-jarinya mungkin bosan dengan waktu yang singkat Alex menyelesaikan makannya hingga tak bersisa apalagi di temani seorang rain.
Rain mengambil nampan kosong di dekat Alex dan pamit keluar setelah meletakkan di wastafel rain menuju taman belakang sedangkan Alex tetap berada di dalam kamar .
Setelah selesai bermain mereka kembali masuk karena hari semakin malam ,waktu yang tepat untuk mengistirahatkan tubuh mereka sebelum besok mereka bermain lagi .
_____
Berkas cahaya sore hari sungguh sangat indah apalagi dengan angin sepoi- sepoi nya tak melayukan semangat ketiga anak kecil yang masih betah bermain sedari siang itu.
__ADS_1
Tidak bersekolah membuat mereka santai iya meski hanya satu minggu mereka sangat menikmatinya ,rain tak henti-hentinya menatap pada cemilan yang berada di depannya sangat banyak apalagi dia belum pernah memakan camilan itu .
Binar-bimar itu sangat kentara hingga Lexa terkekeh kecil kakak iparnya ini sangat luar biasa .
''Kakak ipar suka?''
''Hu'uh ''sambil mengangguk rasanya dia tidak sabar ingin melahap semua snack yang terlihat menggoda itu .
''Kakak!''Lexa memberikan kode yang hanya mereka berdua yang mengerti .
''Hm '' singkat Alex yang mengerti .
''Tante bantuin makan ,banyak ini! ''ucap Lexa pada Vely yang tiduran di tikar yang di beber dia tidak perduli dan cukup mengawasi dari dekat.
''Atak Al itut mam''Al bersuara terlebih dahulu sebelum Vely.
''Boleh sini ''
''Tante lagi diet '' celetuk Vely .
''Tante kurus kerempeng begitu mau sok-sokan diet''Vely yang mendengar langsung bangun dan menatap tajam ke arah ponakannya lucknutnya itu.
''Makan tante ''
''Ante tak lapal?nak ni ''ujar Al mulut nya penuh dengan snack hingga menggelembung.
''Hish...''dengan kesal Vely membuka satu bungkus snack itu dan memakannya dengan lahap tanpa bicara sekalipun .
''Om Arya itu suka nya sama perempuan bohay bukan kayak papan triplek ''celetuk Lexa dia tertawa dalam hati ,dia sangat senang melihat wajah tantenya kesal karena dirinya sungguh menghibur.
Sedang Alex diam saja mendengarkan ,rain dan Al sudah tertawa terbahak meski tidak mengerti ucapan Lexa tapi melihat sekilas senyum Lexa membuat keduanya hanya ikutan saja .
''Serah ''pasrah Vely dalam hati dia akan bertanya langsung setelah pulang dari pulau ini tidak bisa di biarkan .
Masih dengan perasaan kesal Vely kembali membuka bungkus snack kali ini bukan hanya satu tapi langsung tiga apalagi mendengar celotehan keponakannya itu dia butuh ekstra tenaga untuk mencerna setiap kata yang keluar dari bibir Lexa .
terimakasih dukungannya 😊
like
komen
vote
hadiahnya jangan lupa ya...
__ADS_1
see you next time ...😊🙏😁