Kembar Genius

Kembar Genius
dendam


__ADS_3

selamat membaca ☺️


Alex masih duduk di kursi kecilnya di depannya ada laptob yang terhubung dengan komputer di mansion itu sangat penting untuk saat ini karena dia bisa tahu ke adaan di mansion.


''Tuan ''


''Apa sudah terkumpul?''


''Jelaskan karena aku malas membaca ''


''Delexto maxim ...''


''Lebih singkat karena sebagian sudah tahu ''potong Alex hanya dengan mendengar namanya saja dia sudah sangat marah .


''Dia mempunyai dendam masa lalu terhadap keluarga deluxiz ,sedari dulu pada zaman tuan diarta masih muda mereka bersaing dalam segala hal apapun termasuk...termasuk wanita ''suara pelan pada akhir kalimat .


''Wanita yang sama?''


''Iya tuan ''


''Kenapa begitu rumit?aku harus pulang ke mansion dan menanyakannya pada opa ?tapi bagaimana jika momy bertanya dimana Lexa dan Al ,aku harus menjawab apa ?''Alex terlihat menggemaskan di mata rem.di balik itu semua memang Alex terlihat bertubuh anak-anak namun pikiran dan kecerdasan melebihi orang dewasa .


''Pergilah kak rem ,aku ingin sendiri '' Alex berdiri melangkah kearah jendela entah apa yang dilakukannya sedangkan rem keluar sambil ekor matanya melirik kearah Alex setelahnya menghilang di balik pintu .


Diam ...itulah yang di lakukan Alex ,dia tidak ikut mencari karena dia sudah percaya dan menyerahkan semua pada dadynya masih sama dirinya memandang keluar jendela tanpa beranjak sedikitpun .


Setelah cukup dengan diamnya Alex kembali berjalan ke arah luar tidak perduli anak buahnya menyapa setelah sampai di samping mobil yang selalu stanby dengan sopir dia berhenti .


''Antar aku ke mansion''


''Baik tuan ''


Alex mendudukkan dirinya suasana mobil dalam keadaan hening pikiran Alex berkelana entah kemana dan yang tidak habis pikir hanya karena dendam masalalu adiknya harus menjadi korban.semua harus di akhiri sampai tuntas .


Alex mengambil ipadnya yang di letakkan di sampingnya tadi sebelum duduk kemudian mengirimkan pesan pada teo .


||bawa orang itu ke tempat biasa ,aku kembali orang itu ada|| ketik Alex lalu mengirimkannya .


|| siap tuan ||baca Alex yang mendapat balasan langsung .


Meletakkan kembali ipadnya Alex memandang kearah luar jendela ,dia tidak akan memaafkan siapapun jika ada seseorang yang mengusik keluarganya apalagi orang tersayangnya.kini tinggal mencari kejelasan dendam apa sebenarnya Alex yakin bukan hanya soal perempuan tapi ada hal lain.


_____


Alex sudah sampai di halaman mansion dia masih berada di dalam mobil sudah sejak 10 menit yang lalu tangannya memegang pintu mobil menariknya kembali antara ragu dan takut namun jika dia tetap berada di mobil maka tidak akan mendapat informasi kebenaran itu .

__ADS_1


Alex menyiapkan diri menarik nafasnya pelan berulang kali untuk menenangkan hatinya dan sedikit rasa takutnya setelah itu dia keluar dari mobil melangkah santai memasuki mansion beruntung dia tidak bertemu momynya .


Memasuki ruang kerja opa diarta berharap opanya masih belum berangkat dan sepertinya keberuntungan berpihak pada Alex karena opa diarta terlihat masih duduk di kursi kerjanya atau mungkin tidak ke kantor .


''Opa....''diarta yang sibuk mengoreksi berkas di tangannya berhenti bekerja dan mendongak siapa gerangan yang memanggilnya .


''Alex sayang ''diarta langsung berdiri berjalan kearah Alex dan memeluknya dia sangat rindu pada semua cucunya yang sudah beberapa hari tidak terlihat .


''Bersama siapa kamu kesini ?apa dady mu sudah menemukan adikmu ?dan mana Lexa ?kenapa kamu sendiri yang datang ?''


''Opa pertanyaanmu terlalu banyak ''singkat Alex dengan wajah dinginnya dia melepaskan pelukannya dan beralih duduk di sofa ,diarta ikut duduk di samping Alex sambil mengelus pucuk kepala Alex pelan .


''Maaf kan opa ''


''Hm ...opa Alex boleh bertanya sesuatu?''


''Apa?''diarta menautkan alisnya bingung .


''Keluarga maxim''


''Ada apa dengan mereka?''diarta masih bertanya dengan sedikit tidak senang.


''Dendam ''


''Semua terjadi karena orang itu (Delexto maxim) dendam ,hingga semua ini terjadi ''


Begitu diarta mendengar itu matanya berkilat amarah dan entah kenapa Alex merasa ini tidak sesederhana itu .


''Benarkah ?sudah sangat lama aku diam ternyata dia kembali berulah ''


''Apa kamu tahu ?dia hanya tidak lebih dari orang tua pengecut ,opa mengerti biarkan opa bertemu dengan dengannya kamu akan tahu nanti ''ujar lagi sedikit mengingat masalalu .


Setelah berkata seperti itu diarta beranjak berdiri tatapan hangatnya berubah dingin lebih dingin dari pada kulkas tiga pintu .Alex mengekor dari belakang mereka keluar dari mansion dan menuju tempat biasa kenapa diarta tahu?dia sudah tahu semuanya ,dia hanya tidak ingin bertanya dan berpura-pura tidak tahu .


_____


Di tempat lain


Di sebuah rumah besar seorang pria paruh baya sedang bercumbu mesra di dalam kamar dengan pintu sedikit terbuka hingga anak semata wayangnya tahu ,suara-suara aneh terdengar di rumah mewah itu sekan tidak perduli pada penghuni lainnya bahkan pada putra semata wayangnya .


Daleano maxim pria yang se umuran Alexo belum menikah,pria lajang itu menatap semua perempuan dengan jijik penyebabnya adalah ayahnya sendiri yang sering membawa pulang perempuan berbeda setiap harinya,dia bertahan karena itu permintaan mendiang ibunya untuk menjaga ayahnya .


Semua nasehat dan ucapannya bagai angin lalu di telinga ayahnya dengan menatap benci kedalam kamar Dale mengganggu kegiatan ayahnya.


''Ayah ...keluar !!!''

__ADS_1


''Ayah ..keluar sekarang atau aku dobrak pintu ini!!!''


Merasa terganggu pria tua itu mengeram kesal kesenangannya harus terhenti karena ulah anak sialnya itu.


''Bisakah tidak mengganggu?kau sama saja seperti ibumu itu kenapa kau tidak ikut mati saja hah?''teriak ayahnya dari dalam Masih mengungkung perempuan di bawahnya dan tetap melanjutkan kegiatannya yang tadi berhenti sebentar .


Tangan Dale mengepal kenapa harus ibunya yang di sangkut pautkan ,apakah tidak cukup membuat ibunya menderita ketika masih hidup ?apakah kematiannya juga begitu menderita ?


''Ibu terbuat dari apa hatimu ?jika aku menjadi ibu akan aku bunuh saja pria sepertinya ''batin Dale nafasnya memburu .


Brakkk...


Dale membuka pintu dengan kasar sambil berteriak dan menatap tajam kedua orang itu .


''ayah berhenti menghina ibuku ?''nyalang Dale kesabarannya sudah habis .


''Dan kau perempuan h**a ,pergi sekarang juga dari rumah ini !''tatapan membunuh dia layangkan pada perempuan itu yang ketakutan mendorong ayahnya kemudian mengambil baju yang sudah berceceran setelah selesai perempuan itu langsung pergi tanpa mengucapkan sepatah kata pun.


''Sial ...''


''Dasar anak kurang ajar!!!''umpatnya lagi .


''Apa?jangan kira aku takut padamu ayah ,jika bukan karena ibu aku tidak sudi menganggapmu ayah dan satu lagi jangan pernah membawa -bawa ibuku jika kamu masih mengungkitnya lihat saja apa yang bisa aku lakukan ''tekannya keras kemudian Dale pergi begitu saja meninggalkan ayahnya yang masih dengan tubuh polos .


Dale pergi mengendarai mobilnýa dengan kecepatan penuh sambil memukul stir mobilnya Dale mengeluarkan tangisnya apa sesulit itu untuknya bahagia .


''Tidak ,tidak ibu kali ini ayah harus di hentikan dan harus di beri pelajaran ''


''Maaf ibu...Dale sudah lelah ,Dale menyerah ''


''Aku akan menghubungi tuan Deluxiz hanya dia yang bisa memberikan pelajaran yang tidak bisa aku lakukan ''gumannya yakin .


terimakasih dukungannya 😁


like


komen


vote ...


rating 5 ya ...


hadiahnya juga boleh ....


see you next time ...🙏✌😁

__ADS_1


__ADS_2