
selamat membaca 😊
Seperti hari-hari biasa yang di lalui wina meski sekarang dia sudah pulang namun dia tetap berjualan mainan keliling kampung padahal ayahnya pratama sudah melarang dan menyuruhnya untuk kembali ke perusahaan agar membantunya tapi wina tidak mau dengan alasan dia sudah sangat nyaman dengan pekerjaan yang sekarang meski hanya berjualan keliling kampung.
Saat ini wina nerada di kampung sebelah tempatnya tidak terlalu jauh dari kontrakan yang dia tinggali dulu kemarin sebelum dia pulang dengan panas matahari yang menyengat tak menyurutkan langkah wina dan semangatnya berjualan keliling kampung tanpa dia sadari pun semua yang di lakukannya kali ini ada yang memperhatikan dari balik layar yang berada di daerah itu mereka mengawasi nya dan tidak hanya itu saja selain di balik layar ada juga seseorang yang mengawasi gerak-gerik wina dari jauh itupun tidak luput dari pengawasan di balik layar.
Kembali ke wina yang sedang beristirahat karena lelah berkeliling ''huff...baru terjual segini,tapi tak apalah cukup untuk hari ini''gumannya pelan kemudian wina melihat langit mulai siang mendekati sore''sepertinya aku harus pulang''wina duduk di bawah pohon ya ...yang cukup rindang dan membuatnya sedikit sejuk karena udara di sekitar panas .
Tepat di pinggir jalan merehatkan sejenak kakinya yang sedari pagi melangkah ,sambil menghitung penghasilan hari ini dari jualan mainanannya setelah selesai wina memasukkan kembali pada tas slempang kecil yang berada di pinggannya.
Saat hendak beranjak berdiri tiba-tiba sebuah mobil hitam berhenti tepat di depannya membuat wina kaget sekaligus sedikit takut dia langusung berdiri dari duduknya dan melihat kearah mobil itu ,ingin tahu siapa orangnya dan kenapa berhenti di depannya.
Wina mencoba tenang bukan apa-apa dia karena dia tidak mengenal siapapun di kampung ini apalagi jalanan terlihat sepi sedangkan mobil yang berada di depannya tidak dia kenal siapa ...kemudian seorang pria turun dari dalam mobil tentu orang itu mungkin masih se umuran dengan wina ,pria itu datang mendekat mengahmpiri wina yang masih berdiri terlihat kaku namun juga terlihat tenang meski dengan ketakutan dalam hati.
''Mari nona ... bisa ikut saya sebentar?''ucap pria itu dengan nada sopan di dalamnya namun tegas ,pakaiannya yang terlihat mahal tidak menyangka bahwa dia seorang supir .
''Siapa anda?''saya tidak mau ikut karena saya tidak mengenal anda''wina mulai sedikit takut pada orang di depannya ini, tangannya mulai gemetaran apalagi orang di depannya ini memintanya untuk ikut ...ikut kemana?.
''Ya Allah bagaimana jika orang ini mau menculikku dan menjualku ,ayah ibu tolong wina ''batin wina matanya mulai berkaca-kaca tempat ini sangat sepi berteriakpun tidak akan ada orang yang mendengarnya.
''Jangan takut nona ,saya hanya menjalankan peritah dari tuan''dengan nada suara pelan se akan sadar bahwa dirinya telah menakuti nona di depannya jika saja tuannya tahu habislah hidupnya karena telah berani membuat nona itu takut.
''Apa suaraku terlihat menyeramkan?padahal aku sudah sangat sopan memintanya untuk ikut''batin pria itu .
''Apa tuanmu itu orang jahat?jika iya maka saya tidak akan ikut''entah kenapa pertanyaan wina malah membuat pria itu tergelak heran dirinya yang bodoh atau bagaimana ....
''Tuan saya orang baik nona,mari silahkan ikut saya ridak bisa membuang waktu lagi karena nyawa saya pun terancam jika tidak bisa membawa nona kehadapan tuan''jawabnya sopan dan sepelan mungkin agar wina tidak semakun takut .
Dengan terpaksa akhirnya wina ikut ,pria itu membuka pintu mobil dan mempersilahkan wina untuk memasukinya ,wina duduk dengan tenang meskioun begitu tetap saja dia masih merasa takut apalagi tangannya tidak berhenti bergetar .
''Semoga saja ada saksi yang melihatku masuk kedalam mobil ini jadi kalau ada apa-apa dan ibu mencariku bisa tahu keberadaanku sekarang''batin wina yang melihat kearah jalanan setelah mobil bergerak .dan tentu saja ada yang tahu.
__ADS_1
________
Perjalanan wina hening dia melihat jalan mobil yang di tumpanginya melaju dengan ke cepatan sedang,wina mengigat - ingat apa saja yang di lewatinya tadi karena jalan yang di lalui tidak dia kenal entah kemana dia akan di bawa yang pasti jalan ini bukanlah jalanan kota yang padat ini malah lebih kearah seperti hutan.
''Hm''wina berdehem dia ingin mulai bertany setelah dirinya diam sedari awal.
''Tuan..eh pak ...akan membawa saya kemana?''tanya wina dengan tenang sopan namun tidk dalam hati.
''Ya ...allah kenapa aku jadi takut ...''batinnya .
''Maaf nona nanti anda akan tahu ''singkatnya melirik sedikit kebelakang melalui kaca di atasnya kemudian kembali fokus menyetir.
Wina diam memikirkan bagaimana dia tahu di bawa kemana sedangkan dia saja tidak mengenal orang di depannya.
Takut pasti apalagi ini sudah jauh dari tempat biasa dia keluar dan ini adalah pertama kalinya dia ikut dengan orang asing yang bahkan dia tidak kenal mau menelpon pun sekarang dia tidak mempunyai alat komunikasi ,wina terus berdo'a dalam hati agar dia tidak berada dalam bahaya.
Hingga tanpa sadar saking bayak melamun dan diam teryata mobil yag di tumpanginya sudah sampai ,mobil berhenti tepat di depan sebuah mansion mewah meski lebih mewah milik keluarga Deluxiz sih menurut wina bangunan ini sudah sangat besar.wina masih melihat kagum di depannya.
Pria itu turun dari mobil dan ingin membuka pintu mobil untuk wina namun wina menolaknya.
''Maaf nona ini sudah tugas saya''tenang dwngan sopan kemudian menunduk kembali .
Wina pasrah kemudian dia turun dari dalam mobil ,dia memasuki pintu besar sesuai arahan dari pria tadi setelah itu dirinya di sambut para pelayan.
''Selamat datang nona''ucap mereka serempak,para pelayan oun menunduk kembali setelah mengucapkan kata sambutan itu.
''Astaugfirullah...kayak di film-film ,lihatlah bahkan pelayan saja berkelas dari pada aku yang pakaiannya....hih ...''batinnya kaget ,wina dia merasa tidak pantas di perlakukan seperti itu apalagi penampilannya sekarang seperti ...ya kalian tahu lah sendiri.
Wina tersenyum kikuk sambil mengangguk tanpa menjawab sambutan mereka semua karena masih bingung untuk apa dirinya di bawa ke mansion ini .
''Mari nona ikut saya ''ucap kepala pelayan .masih diam wina tetap mengikuti kepala pelayan itu hingga sampailah mereka di ruang makan .
__ADS_1
''Saya kepala pelayan di mansion ini nona ,perkenalkan nama saya mate''ucap mate sopan sambil tersenyum.
''Wina''balas wina meski penasaran wina tetap diam .
''Silahkan duduk dan cicipi hidangan di meja ini nona, makanan ini di khususkan memang untuk nona sebagai tamu istimewa di mansion ini''ucapnya lagi .
''Terimakasih''hanya kata itu yang keluar dari mulutnya namun wina bahkan tidak menyentuh makanan yang berada di depannya meski lapar sekalipun,dia merasa tidak sopan karena tuan rumah tidak ada alias belum muncul.
''Apa ini tidak beracun?sopan tidak ya makan tanpa ada pemilik?''batin wina dia khawatir takut terjadi sesuatu yang tidak di inginkan.
''Tenang nona makanan ini aman dan sehat karena sudah melalui uji coba sebelum di hidangkan''ucap mate kepala pelagan itu yang melihat ke khawatiran nona nyonya calon istri tuannya.
''Eh..maaf ,iya saya akan makan''ucap wina pasrah.
Kemudian wina makan dengan lahap apalagi seharian ini dia berkeliling kampung dan perutnya sangat lapar .tentu saja dia memikirkan siapa gerangan yang ingin menemuinya.
_______
Weny berjalan mondar-mandir di depan rumah ,bagaimana tidak anaknya belum pulang padahal ini sudah waktunya pulang dan ini sudah sangat terlambat dari biasanya.
''Sayang ,kamu berada dimana?kenapa belum pulang?''batin weny.
Weny benar sangat khawatir takut terjadi apa-apa sedangkan dia dan putrinya tidak memiliki ponsel
Jadi tidak bisa saling menghubungi.
sedangkan di sisi lain lan sedang mengintip di balik tembok menatap wina sambil terus tersenyum.
terimakasih dukungannya 😊
ini episode spesial wina dan lan .
__ADS_1
jangan terus like,komen dan favorit ....kasih hadiah juga seikhlasnya ....
see you next time 😁