
selamat membaca 😊
Sebuah pondok terlihat meski tidak besar namun cukup unik karena berada di tengah hutan depannya terbuat dari kayu .
Alex tetap berjalan lurus di ikuti lexa dari belakang ,lexa sudah tidak tahan karena sedari tadi menahan penasaran pada akhirnya dia berbicara.
''Kakak''
''Shut''jari Alex di letakkan di dekat bibirnya.lexa yang mengerti mengurungkan niatnya untuk bertanya meski dengan bibir mengerucut sebal.
Alex yang melihat itu hanya menggelengkan kepalanya pelan melihat tingkah adik kembarnya ini sedikit menyebalkan sih tapi tetap saja dia sangat sayang.
Tanpa mengetuk pintu Alex dan lexa masuk begitu saja kedalam rumah itu ,mereka berjalan beriringan.
''Selamat datang tuan''sapa anak buah itu.
''Hm ''
''Bagaimana ?''menatap tajam dengan suara datarnya lexa tidak kaget karena sebelumnya dia sudah mengetahui siapa kakaknya ini.
''Kami sudah mendatangkan dokter tuan untuk membantu persalinan ibu hamil itu dan maaf kami masih belum bisa menemukan suami ibu itu''Alex mengibaskan tangannya menyuruh anak buahnya pergi.
''Lebih perketat penjagaan di sini,saya sendiri akan melihat ibu itu''ucap alex dingin sebelum anak buahnya beranjak pergi.
''Baik tuan''meski tuannya anak kecil jangan di tanya sejak kedatangan tuannya ini dirinya sudah merasakan takut yang luar biasa ,rasa intimidasi yang kuat meskipun umurnya masih cukup kecil dia tidak berani bahkan untuk melirik sedari tadi dia menunduk.
Alex ,Lexa memasuki kamar dengan perlahan agar tidak mengganggu istirahat kedua orang itu.
Anak buah alex berhasil menyelamatkan bumil itu hingga melahirkan,sedangkan suaminya masih belum di temukan.
______
''Dady''
''Kalian sudah pulang?''
''Sorry dad kita pulang terlambat dari waktu yang dady izinkan''ucap lexa meminta maaf sedangkan Alex diam saja.
__ADS_1
''Istirahatlah ,besok baru kita bicarakan''ucap alexo lembut pada si kembar.
''Dan satu lagi rahasiakan ini dari momy kalian mengerti!''titah alexo mutlak dan hanya di angguki keduanya.
''Lexa kamu duluan saja ke kamar nanti kakak menyusul''ucap Alex dirinya tidak bisa menunggu besok ,terlalu lama menurutnya.
''Iya kak ''patuh Lexa kemudian segera berjalan menuju kamarnya.
''Bicarakan di ruangan dady ayo''alexo merasa ada sesuatu namun masih belum pasti kebenarannya.
Mereka berdua memasuki ruang kerja Alexo kemudian keduanya duduk di sofa mereka saling berhadapan.
''Bicaralah!tidak akan ada yang mendengar di rungan ini kecuali dady dan dirimu''ucap alexo seakan tahu apa yang di pikirkan Alex.
''Dad,apa yang kulakukan sudah benar?''dengan sedikit takut alex bertanya raut wajahnya yang gelisah tidak bisa di sembunyikan.
''Menurutmu?''bukannya menjawab Alexo balik bertanya dirinya ingin tahu seberapa tegas anaknya ini.menjadi penerusnya haruslah bisa mengatasi segala hal dalam apapun,kondisi apapun harus bisa bertahan termasuk dalam ketakutannya dia harus bisa mengendalikan semuanya .
''Sudah benar dad''ucap pelan meski sedikit tidak yakin.
''Kenapa dady lihat matamu masih ragu?''Alexo menatap lekat kedalam mata Alex.
''Jadi...kamu tidak yakin dengan apa yang kau lakukan?''ucap Alexo bertanya yang di angguki oleh Alex.
''Dady hanya bisa mendukungmu tapi dengan syarat kamu tidak boleh mengambil keputusan dalam keadaan panik, pikiranmu harus tenang dan cari tahu hal sekecil apapun tentang musuhmu.''
''Dady akan mengajari segala hal yang dady tahu,kamu adalah pewaris dady jadi mulai sekarang tugasmu akan bertambah lebih banyak lagi ''timpalnya lagi .
''Baik dad''
''Tidurlah pasti kamu lelah ,besok tidak sekolah dulu nanti dady izinkan''
Alex melangkah keluar dari dalam ruang kerja sang dady nya dan pergi ke kamarnya sendiri meski jawaban sang dadynya belum cukup memuaskan tapi mendapat dukungan dady tidak masalah.
Alexo mendesah pelan dirinya menyandarkan punggungnya ,dirinya merasa bersalah pada kedua anaknya itu .
''Lebih baik aku pergi tidur ''gumannya pelan membuka mata kemudian beranjak pergi ke kamarnya.
__ADS_1
_______
Dipinggiran hutan seorang pria duduk menahan sakit di kaki dan sekujur tubuhnya matahari hampir terbit kesedihan melandanya bagaimana tidak istri dan anaknya tidak diketahui keberadaannya setelah hampir semalaman dia mencarinya ,apakah istrinya selamat dan melahirkan bayi mereka entah pria itu tidak tahu.
''Ya tuhan Semoga ada seseorang yang menyelamatkan istri dan anakku''gumannya pelan dirinya melangkah menjauh dari hutan itu setelah tidak menemukan keberadaan istrinya yang mau melahirkan bayi mereka.
Sesak ,dadanya terasa sesak bagaimana dirinya sangat tidak berdaya,tidak bisa melindungi keduanya dari serangan musuh .memikirkan keselamatan keduanya dia menjadi pria cengeng yang menangis berharap semua baik-baik saja.
''Bagaimana caranya agar aku keluar dari hutan ini ,bahkan ponsel pun aku tidak memegangnya''niatnya ingin menghubungi asisten kepercayaannya namun apa mau di kata dirinya melupakan benda pipih itu di rumah.
Dengan tertatih -tatih alfa berjalan meski ini sudah berada dipinggiran hutan masih terlalu jauh dari perkampungan.
Sudah sangat lama alfa berjalan namun tidak ada satupun kendaraan yang lewat di pinggiran hutan hingga penglihatannya berkunang sepertinya tubuhnya sudah berada di ambang batas apalagi dengan luka di seluruh tubuhnya beruntung dirinya belum berubah menjadi mayat tidak itu tidak boleh terjadi masih ada anak dan istrinya yang harus dia selamatkan.
Brukkkk...
Alfa terjatuh di jalanan dirinya memandang langit dengan matanya yang mulai terpejam sedikit-demi sedikit mengingat kebahagian kecilnya bersma sang istri yang menanti kelahiran buah hati mereka.
''Sayang maaf kan aku''batinnya .
Hingga seorang perempuan paruh baya datang menghapirinya dalam setengah sadar alfa seperti melihat wajah istrinya yang terlihat khawatir.
''Kana sayang jangan sedih ,kita akan bersama kembali!aku janji akan menyelamatkan kalian''kemudian mata itu terpejam sepenuhnya, kesadaran alfa menghilang.
''Pak... pak ... tolong ,pak!''ucap ibu paruh baya itu panik.
''Ada apa bu kenapa teriak-teriak''ucap suaminya menghampiri istrinya dengan tergopoh-gopoh hingga sampai di dekat istrinya ''astaufirullah... ada apa ini bu kenapa pemuda ini ? ''Tanya suaminya melihat pemuda yang pinsan dengan luka di sekujur tubuhnya.
''Tidak tahu pak ,ibu lihat tadi sudah seperti ini dan dia menyebutkan sebuah nama' kana ' tapi ibu tidak tahu siapa ,cepat pak selamatkan pemuda ini kasihan ''ucap ibu itu.
''Tapi bu...''suaminya sama khawatirnya takut orang ini adalah penjahat tapi entah kenapa ada suatu dorongan yang ingin menyelamatkan pria ini.
''Sudah jangan tapi-tapi cepat angkat bawa pulang ibu akan mencari tanaman obat di sekitar sini sekalian nanti kayu ini ibu yang bawa.''ucapnya pelan sambil meraih kayu yang berada di gendongan sang suami kemudian mereka membawa alfa pergi pulang.
terimakasih dukungannya ...
terus dukung author ,agar author semangat dalam menulis.
__ADS_1
see you next time...