
''Kalian berdua ikut keruang kerja sekarang.''ucap pratama dingin.
Weny dan wina sudah ketar ketir mereka melangkah dengan kegelisahan masing masing wina memang tidak tahu tentang masalah ibu freya dia hanya mendengar cerita dari ibunya .
Tapi itu juga cukup membuatnya takut menghadapi ayahnya yang sangat baik itu lebih tepatnya ayah tirinya bukan ayah kandungnya yang sangat kasar dan juga se enaknya sendiri.
Ceklek,,,,
keduanya masuk sambil menunduk .
pratama meletakkan file yang dia baca sebelumnya melirik kearah dua orang yang sudah berada di depannya.
Dengan tatapan dingin yang menusuk pratama melihat keduanya yang menunduk.
''Duduk,,,'' titah pratama dengan suara dingin.
Mereka berdua pun duduk dengan gemetar dan juga bingung.
''Kenapa pria brengsek ini bisa sehat apakah rencanaku gagal ?tidak mungkin tapi jika dia sudah tahu bisa gawat tidak ,,, tidak,,,,''batin weny sambil meremas ujung bajunya.
''Apa ayah tahu sesuatu sehingga dia memanggil ke ruangan kerjanya karena setahuku tidak ada yang boleh masuk keruangan ini kecuali sudah dapat izin dari ayah.''batin wina bingung sekaligus takut.
''Saya tahu kalian sedang mengumpat!kalian pikir saya tidak tahu apa rencana kalian selama ini?''tekan pratama.
Weny dan wina menegang mendengar ucapan pratama sambil mendongak kaget apa maksud dari ucapan pratama.
''Kenapa kaget?Aku sudah memberikan kalian kesempatan untuk memperbaiki diri mengingat kalian adalah istri dan anakku meski bukan anak kandungku.''dengan nada dingin dan menusuk.
''Ayah,,,,''ucap wina.
''Jangan panggil aku ayah mulai saat ini!kamu bukan anakku .''wina tidak bisa menahan air matanya yang sudah mengalir.
''Kamu dan ibumu sama saja ,kalian terlalu jahat dan serakah padahal aku sudah menganggapmu anakku dan kau ,,,,! ''Pratama menatap tajam weny.
__ADS_1
'' Aku sudah berusaha menerimamu setelah pesan almarhum ibu freya aku tulus menerima kalian berdua tapi apa yang ku dapat dari ketulusanku?''kecamnya.
''Dengarkan dulu penjelasanku sayang.''ucap weny.
''Huh,,, kali ini aku tidak akan tertipu lagi bahkan aku sudah tahu apa yang kalian lakukan dengan makananku setiap hari.''
deg,,,,
''rupanya dia sudah tahu bagaimana ,,,,, bagaimana ini.''batin weny yang ketakutan.
''Kemasi barang barang kalian sekarang dan pergi dari rumah ini ,beruntung aku masih baik tidak melaporkan kalian kepolisi jika tidak pasti kalian sudah mendekam di penjara atas kejahatan kalian.''masih dengan nada dingin sebenarnya pratama tidak mau melakukan ini tapi mengingat kelakuan mereka berdua dia sudah tidak bisa bertoleransi lagi.
''Ayah aku mohon jangan usir aku dan ibu.''ucap wina sambil bersimpuh di kaki pratama sambil menagis terisak isak namun pratama tidak bergeming.
''Sayang aku mohon maafkan kami jangan usir kami ,kami tidak tahu mau pergi kemana.''ucap weny yang ikut bersimpuh dan juga menangis dirinya berpura pura agar pratama luluh.
''Pergi,,,,, ''pratama mendorong keduanya sama persis ketika dia mendorong freya dulu dan mengusirnya.
''Jadi beginikah rasanya di usir sekarang aku tahu apa yang di rasakan freya dulu.'' batin wina.
______
Dan Mengingat masa masa bahagianya dengan ibu sambung dan ternyata itu hanya sandiwara yang di mainkan tidak tulus dari dalam hati.
Freya masih dalam lamunannya dan tersadar setelah mendengar suara hpnya yang berbunyi entah sejak kapan nama si penelpon itu bertulis HONEY freya menautkan alisnya bingung karena dia tidak pernah merasa menulis nama kontak itu namun setelah di ingat ingat dia tersenyum sambil menghapus air matanya dan mengangkat telpon yang sedari tadi berbunyi berulang ulang.
''Halo,,,, ''suara lembut freya menggema di telinga alex.
''Honey,,,,bisakah kamu pulang sekarang?''suara alex tercekat dia merasa rindu berat padahal ini baru satu malam bagaimana jika ada malam malam lainnya.
''Mmm,,, honey aku hanya menginap di rumah ayah selama dua hari bukan dua tahun jadi bisakah bersabar?''dengan nada lembut.
''Memang seperti itu honey aku rindu makanya aku menelponmu,ini di namakan telpon rindu.''
__ADS_1
''Lebih baik honey tidur ya!aku janji nanti setelah pulang aku akan menuruti semua permintaanmu.''
''Benarkah?semua permintaanku ?jadi kata itu tidak boleh di tarik kembali ok.''
''Baik baik siap honey .''
''Aku tidur dulu honey kalau ada apa apa langsung telpon tadi juga aku belum bilang,nomorku sudah di simpan di hp mu.
''Iya selamat malam honey.''
''Selamat malam honey jangan lupa mimpi'in aku
Muach,,,''alexo mematikan telponnya.
Freya merebahkan dirinya di atas kasur serta menatap langit-langit dia tersenyum dengan ucapan alexo
''Telpon rindu katanya ,,,,, ''guman freya tersenyum dan mulai memejamkan matanya melupakan apa yang membuatnya bersedih .
________
Di kamar lain alex dan lexa melihat cctv yang berada di ruangan kerja kakeknya.
Mereka berdua tersenyum menyeringai melihat ekspresi kedua ular itu.
''Beraninya kalian mengganggu momy!.''Ucap alex dingin dan masih dengan senyum seringainya.
''siapapun tidak boleh mengganggu ataupun menyakiti momy termasuk kalian,lihatlah ini belum seberapa nanti kalian akan tahu setelah keluar dari rumah ini .''ucap lexa juga tersenyum menyeringai.
''Apa rencana selanjutnya kak?.''tanya lexa yang menoleh kearah alex.
''Tunggu saja besok !kakak ngantuk mau tidur,ayo bereskan ,,,,!''lembut alex pada lexa.
Mereka berdua kemudian membereskan semuanya dan mengembalikan ketempat semula setelah itu mereka pun tidur karena tidak sabar dengan rencana besok.
__ADS_1
terimakasih sudah mendukung author yang kurang halu ini.
jangan lupa lile, vote & favoritnya.