
selamat membaca π
Hari semakin sore semua pekerjaan hampir selesai ,Alex masih sibuk menyelesaikan berkas yang berada di depannya dia tidak suka besok masih harus berkutat dengan pekerjaan hari ini .
Menutup berkas terakhir Alex menghela nafasnya pelan dengan ujung jari memijit pelipisnya pelan sambil memejamkan mata sebentar setelah itu dengan perlahan membuka mata melihat ke arah jam sudah menunjukkan pukul lima waktunya pulang .
Beranjak mengambil jas yang dia sampirkan di kursi serta kunci mobil kemudian keluar dari ruangannya berjalan menuju lift khusus kecuali keluarga Deluxiz dan orang itu sudah di izinkan lewat di lift itu .
Menjalankan mobilnya keluar dari parkiran khusus dengan kecepatan sedang menyusuri jalanan kota entah kenapa terbesit untuk menemui kana sudah sangat lama dia tidak bertemu langsung gadisnya itu .membelokkan setir mobilnya menuju jalan ke arah pinggiran kota.
''Apa yang dia lakukan sekarang ini?''tiba saja senyum Alex yang jarang terlihat mengembang tidak ada yang tahu kecuali author .
Setelah sampai di mana tempat tinggal kana yang sekarang,terlihat rumah yang asri dengan banyak tanaman hias dan juga macam jenis bunga di depan rumah itu.setelah sampai di halaman Alex turun dari mobil dengan perlahan .
Sepasang paruh baya keluar meski sudah berumur ke tampanan dan kecantikan keduanya se akan tidak luntur di makan umur .
''Ibu ,ayah '' panggil Alex kemudian langsung mencium tangan keduanya sopan .
''Kenapa baru kesini?''
''Ibu tahu pasti rindu dengan anak ibu ya...?''goda kana .
''Sudah bu nanti saja kalau mau menggodanya lihatlah menantu kita sepertinya baru pulang kerja pasti capek ''
''Benarkah?maafkan ibu ...ayo masuk kita duduk dulu biar ibu siapkan makanan ''ucap kana lembut terlihat raut khawatir dari wajah cantiknya .
Keduanya masuk duduk di sofa sedangkan kana langsung kedapur dan memanggil rain untuk membantu.
Beberapa saat kemudian setelah selesai dan tertata rapi di atas meja makan kana memanggil keduanya untuk makan malam sekalian padahal ini masih termasuk sore .
''Makan yang banyak biar kerja ada tenaganya ''ucap kana lembut membuat seseorang di sebelahnya cemburu siapa lagi kalau bukan alfa namun dia diam meski cemburu karena kalau bukan dari bantuan mantunya itu maka tidak mungkin dia akan berkumpul dengan keluarganya saat ini .
''Baik bu tenang saja ,setelah menikah dengan rain Alex pasti banyak makan ''
Uhuk uhuk uhuk rain yang sedari tadi diam malah terbatuk Alex menyodorkan air putih sambil menepuk pelan punggung rain.
''Jangan seperti anak kecil ''rain mengerucutkan bibirnya sebal karena siapa dirinya harus tersedak kalau bukan karena perkataan Alex yang membuat degup jantungnya semakin memompa .
''Gila!!! belum nikah saja sudah membuat jantungku begini kencang apalagi sudah menikah mungkin aku akan terserang setiap hari ...hei jantung kondisikan dirimu meskioun dia tampan ''batin rain seakan berperang dengan pikirannya sendiri.
Mereka berempat melanjutkan makannya dengan tenang .
_____
Angin malam bergerak cepat menerbangkan daun-daun kering Alex hanya memandang lurus kedepan setelah makan tadi dan melaksanakan kewajibannya dia duduk di teras menikmati malam di rumah sederhana ini jangan salah meski sederhana dari luar namun di dalam sungguh sangat lengkap .penjagaan pun sangat ketat meski hanya pengawal bayangan dari jauh .
''Terimakasih ''satu kata itu meluncur dari seseorang yang baru saja bergabung duduk tidak jauh darinya.
__ADS_1
''Untuk?''
''Semuanya''
''Tidak perlu ,tapi sama-sama .jika itu membuat rain tersenyum akan aku lakukan apapun untuknya selama dia selalu berada di sisiku dan tidak perpaling dariku ''
''Ayah ingin tahu bagaimana kamu bisa tahu dan membuat orang-orang itu berhenti menganggu sampai detik ini ayah masih sangat heran ''
''Menekan, sedikit ancaman''singkat Alex dingin dia tahu di balik pintu ada seseorang yang berdiri mendengarkan keduanya dan dia tahu siapa orangnya hanya dia tidak ingin mendengarkan kebenarannya kepada orang itu.
Lirikan itu membuat alfa mengerti tidak baik untuk membahas hal-hal seperti ini mungkin lain kali dia akan bertanya lagi,di saat yang tepat tentunya.
''Ayah boleh aku izin mengajaknya ke luar?hanya sebentar ''pinta Alex entah kenapa dia ingin melihat keramaian kota dengan gadisnya.
''Baiklah hanya sebentar ''di balik pintu rain tersipu ,iya di balik pintu rain menguping niat ingin berbincang dengan Alex di urungkan ketika melihat sang ayah duduk di samping Alex apalagi mendengar pembicaraan mereka Rain sangat ingin tahu tapi sekarang sepertinya tidak lagi dia langsung pergi ke kamarnya agar tidak ketahuan .
''Ayah panggil dulu rain ''alfa beranjak berdiri dan menuju kamar putrinya serta menyuruhnya untuk berganti pakaian .
_____
Mereka berdua sudah sampai di pasar malam sejak lama Alex ingin mengajak rain bermain kesini namun tidak bisa karena kesibukannya dan hari ini mumpung adiknya sudah ada yang menemani serta mengikuti kemanapun dia pergi jadi waktu luang ini di manfaatkan oleh Alex sekalian kencan untuk yang pertama kali .
Dengan penampilan imutnya rain mampu menarik semua perhatian para pria itu apalagi wajah kecil dan mata sipitnya itu menambah aura semakin ke imutan membuat Alex harus ekstra menjaga gadis kecilnya ini .
''Kak mau main itu?''Alex mengangguk dan menggenggam tangan rain erat hingga menuju permainan itu .
''Ayo ...kakak juga ikut anggap kita sedang berkencan'' tanpa sadar rain mengucapkan kata-kata itu senyum terukir di bibir Alex yang masih memegang tangan rain erat sambil mengangguk mau .
''Wuih...besar amat kopernya ,kalau gitu bawa sendiri deh!mana kuat aku ''
''Katanya mau bantuin ''
''Gak jadi deh, berat di aku enak di kamu! ''
''Rumah ini gak berubah dari dulu ''guman Lexa pelan, meski dia jarang bermain di rumah ini tapi dia sangat tahu detailnya.iya kalian tahulah
Lexa masuk di ikuti resta dari belakang siapa yang ounya rumah siapa yang masuk duluan resta geleng kepala sambil tersenyum .
''Tidak berubah ''gumannya pelan.
''Panda imut kenapa kamu selalu saja lelet? sini aku pegang tangan mu biar cepat sampai di kamar mu dan membereskan semua barang bawa'anmu itu''Lexa menggenggam erat tangan resta dan menariknya dengan sedikit cepat melangkah ke arah kamar resta.
Setelah sampai Lexa membuka pintu kamar itu yang memang tidak pernah di kunci oleh pemiliknya lagi-lagi Lexa seperti pemilik kamar .
''Kenapa dia bisa tahu kalau kamarku tidak pernah di kunci?''batin resta bertanya dalam hati .sejak dulu dia memang tidak pernah mengunci kamarnya sampai ikut ke luar negri pun tetap dia biarkan karena seluruh rumah ini ada cctv yang memantau dan bisa di akses melalui smartphone.
''Panda imut jangan bengong bantuin !wah ...lihatlah apa ini untuk ku ?''Lexa membongkar koper besar milik resta dan menemukan sebuah kotak hadiah yang lucu menurut Lexa.
__ADS_1
''Tentu saja untukmu dan masih ada lagi hadiah yang ku bawakan untuk mu ''resta mendekat ke arah Lexa yang sudah membuka koper sambil mengambil baju-baju dan memindahkan ke lemari tidak mungkin dia akan membiarkan Lexa yang membantu bisa malu dirinya.
''Wah...ini juga bagus !apa kira-kira isinya ?''
''Coba tebak ''resta sudah selesai menata di lemari.
''Gak mau ah nanti saja di rumah ,sekarang aku lapar. ayo,makan !''
''Tunggu di bawah !aku mandi dulu sudah bau asam seharian belum mandi ''
''Ih...jorok ''
''Gara-gara siapa ?''
''Hehehehe '' Lexa mengangkat kedua jari tangannya membentuk huruf v kemudian berlalu keluar dari kamar resta .
Resta sendiri hanya geleng kepala kemudian mengambil handuk dan masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri .
Setelah selesai kedua berangkat untuk mencari makan malam yang telat karena hari sudah sangat malam.
''Mau makan apa?''mereka sedang berada di jalan mencari tempat makan.
''Kamu kan sudah tahu makanan ke sukaanku jadi jangan bertanya langsung saja kesana ,lets go!''
Dengan senyum sumringah Lexa bersemangat sudah sangat lama dia tidak merasakan seperti ini sejak saat itu ,raut wajah Lexa berubah sendu dia kembali teringat adek cantiknya .
''Adek cantik ''gumannya pelan sangat pelan meskipun begitu resta masih bisa mendengar .
Resta menoleh kearah Lexa setelah mendengar gumannya terlihat wajah itu sendu resta tahu meskipun dia berada di luar negri dia tetap mengirimkan seseorang untuk mengawasi Lexa dan melaporkan setiap hal tentang Lexa .
Bukan menguntit atau bagaimana dia tidak bisa mendapat kabar lebih detail jika tak seperti itu ,dia juga tahu kalau ada seseorang yang berkhianat namun dia terlambat swbwlum mengabari Lexa apalagi waktu itu dia masih kecil menurut orang dewasa siapa yang akan percaya.
''Sudah jangan sedih pasti dia kembali!bersama kita''bijak resta entah melihat kesedihan Lexa dia ikut merasakan kesdihannya meski dia tidak tahu se sakit apa tapi dia yakin itu sangat luar biasa sakit.
''Kamu benar ''Lexa sedikit menghapus lelehan air yang berada di ujung matanya yang hampir siap tumpah .
''Aku harus kuat dan lebih berusaha lagi,terimakasih panda imut dengan kedatanganmu aku merasa lebih baik sekarang ''tulus Lexa dan resta tersenyum sambil mengangguk .
Setelah menemukan restoran itu mereka berdua turun dari mobil dan masuk kedalam restoran memesan makanan ,semua orang yang berada di restoran itu makan dengan tenang kecuali Lexa yang tidak bisa diam kecuali makan malam bersama keluarganya dan berbeda jika sudah berada di hadapan panda imutnya itu .
Iya seperti itulah resta hanya menjadi pendengar yang baik sambil sesekali memasukkan makannya kedalam mulut .
terimakasih dukungannya ππ
like
komen
__ADS_1
vote
see you next time βΊοΈπβ