Kembar Genius

Kembar Genius
firasat


__ADS_3

Selamat membaca 😀


''Mate ....''teriak Lan ketika wina sudah pergi di antar oleh asistennya sebenarnya dia ingin mengantar wina namun kembali lagi masih merasa gugup jika sampai bertemu dengan kedua orang tua wina.


''Siap tuan''dengan tergopoh mate menghadap Lan ,sesekali mengatur nafasnya pelan melihat tuanya yang seperti di rundung bingung .


''Mate apa yang harus aku siapkan untuk makan malam di rumahnya?''tanya Lan dia sendiri bingung apa yang harus dia lakukan karena ini adalah pertama kalinya dia makan di rumah orang lain apalagi ini di rumah calon gadisnya,dia tidak ingin membuat malu .selain itu ini bukan hanya acara makan malam biasa melainkan untuk melamar .


Tidak mempunyai orang tua membuatnya tidak tahu bagaimana harus bersikap meski dia sudah belajar tatakrama namun tetap saja terkadng dia bersikap arogan kecuali pada gadis kecilnya meski kemarin salah orang .


''Pakaian yang rapi tuan ,sikap percaya diri ''singkat mate yang tahu kegalauan tuannya.


''Hanya itu?''Lan mengangkat alisnya.


''Iya ,tuan apakah ada hal lainnya selain makan malam?''tanya mate yang masih melihat kebingungan tuanya itu .


''Lamaran''diam... keduanya diam.


''Tuanku akan menikah akhirnya ,aku harus membantu tuan ini kali pertama dia melamar seorang gadis di hadapan orang tuanya ''batin mate bahagia .


''Tuan akan melamar nona wina secara resmi kita harus membawa beberapa orang dari pihak pria ,biarkan saya dan asisten mi goreng yang menyiapkan semua yang akan kita bawa ''ucap mate.


Lan menyendu seharusnya dia membawa keluarganya namun karena dia hanya hidup seorang diri setelah kepergian ayah dan ibunya tidak ada keluarga lain yang mau merawatnya hanya seorang kepala pelayan yang merawatnya.


''Tuan ..tenang saja saya akan selalu menemani tuan tidak perduli tuan menganggapku keluarga atau tidak ,tuan sudah ku anggap keluarga sendiri''mate mengerti dengan tatapan sendu Lan pasti tuannya itu mengingat kedua orang tuannya.


''Baiklah kamu persiapkan semuanya''ucap Lan fia berbalik menyembunyikan kesedihannya ,dia tidak mau orang lain melihat kelemahannya.


''Siap tuan ''mate tanggap dia langsung pergi untuk mempersiapkan segala hal yang akan mereka bawa kerumah orang tua nona wina calon istri tuan mereka .


''Mate...''panggil Lan lagi sebelum mate benar-benar pergi.


''Iya tuan, apa anda butuh sesuatu lagi?atau anda ingin menambahkan barang kesukaan nona wina?''mate berhenti dqn menoleh serta bertanya lagi pada tuannya namun dia tidak menyangka tuannya mengucapkan sesuatu yang belum pernah dia dengar selama ini.


''Terimaksih untuk semuanya dan iya urusan calon isteiku biar aku urus sendiri kamu tidak perlu ikut campur atau kamu akan merebutnya dariku?''tekan Lan di akhir kalimatnya .


Mate tersenyum dan mengangguk setelah itu dia pergi ,tanpa sadar mate mengusap sudut matanya sekilas rasa bahagia itu ternyata sangat nyata tuan kecil yang sudah dia rawat sekarang telah menemukan kebahagiannya. Tuan kecil yang selalu memarahinya hanya karena embel-embel kecil di belakang panggilan setelah itu mate menuruti permintaan untuk memnggil tuan saja .


''Tuan aku turut bahagia ,tuan besar nyonya besar kalian bisa tenang s3karang karena tuan kecil sudah menemukan kebahagiannya do'a kan semoga kebahagian selalu menyertainya dan juga calaon istrinya ''batin mate yang terus melangkah tanpa menoleh dan memperlihatkan kembali sikap tegas serta dinginnya.


_______


''Sayang ..ayo kerumah ayah sepertinya aku punya firasat akan ada sesuatu di sana''dengan nada manja freya meminta pada Alexo.


Mereka sekarang berada di rumah setelah Alexo pulang kerja freya bermanja ria beruntung suaminya itu tidak keberatan karena kemanjaan freya juga menguntungkannya.

__ADS_1


''Baiklah ,sekarang kita mandi setelah itu kita akan kesana ''mengusap pelan rambut freya .


Kemudian mereka mandi bersama untuk mempersingkat waktu ,jangan kepo ya gais memang mereka benar-benar mandi tidak terjadi apapun selain hanya mandi .


Setelah selesai keduanya mengajak si kembar dan keduanya mau ikut tentu saja si kembar sudah tahu ada kejadian apa saja di rumah kakeknya itu,namun mereka diam saja.


Setelah sampai di kediaman pratama ke empat orang itu masuk kedalam rumah tanpa mengetuk pintu si kembar menuju kamarnya di rumah itu sedang kan Alexo duduk di sofa ruang tamu dan freya sendiri menghampiri ibu dan kakaknya itu yang sibuk di dapur .


''Ibu,kakak''sapa freya lembut .


''Eh..freya sejak kapan kamu berada di sini nak ?''tanya weny dia tidak sadar jika ada freya.


''Freya apa kabar?''tanya wina yang masih canggung.


''Ih..ibu,kakak kalian sih terlalu sibuk memasak dan tidak sadar jika anak se cantik aku ini sudah dari tadi menunggu sambutan ''keluh freya agar kakaknya itu tidak canggung lagi.


''Maaf ...ibu tadi sedang memasak ''sesal weny.


''Hmmm....harumnya pasti enak aku boleh makan kan bu?''tanpa dosa freya meminta makan sambil mengelus perut buncitnya .


''Mau makan apa sayang ?''


''Iya dek biar kakak ambilkan kamu duduk saja di situ''tunjuk wina kearah kursi di dekat meja ,wina ikut nimbrung .


''Ibu aku mau makan itu yang di goreng sepertinya enak dan juga sepertinya sayur capcay itu juga enak ''ucapnya dia sudah tidak sabar mencicipi makanan itu ,freya sampai beberapa kali menelan ludahnya .


''Ini dek ,makan yang banyak biar dedek bayi sehat''ucap wina tanpa sadar dia mengelus perut freya lembut.


''Apa aku juga akan seperti ini setelah menikah nanti?''batinnya senyum simpul terukir meski tidak ada yang menyadarinya kecuali seseorang yang melihat dari balik layar .


''Iya kak hmm...''satu suap,dua suap hingga suapan terakhir makanan di depannya sudah habis maklum ibu hamil kalau makan bisa dua sampai tiga kali lipat dari biasanya .


''Ibu ...ini sangat enak !boleh freya minta lagi?''tanya freya dengan sederetan gigi yang dia perlihatkan.


Semua yang berada di dapur melongo porsi makan ibu hamil memang menakjubkan kecuali weny yang terlihat biasa saja karena dulu waktu hamil wina dia juga mengalaminya bahkan lebih parah dari freya.


''I ...ibu...apa tidak boleh?''senyum yang tadi berbinar hilang bersamaan dengan tatapan sendu yang freya layangkan matanya mulai berkaca-kaca.


''Apanya yang tidak boleh !makan sepuasmu ibu tidak akan melarangnya,wina bawa makanan itu lagi ke depan adikmu''perintahnya pada wina menurut dan membawa makanan yang mereka masak kehadapan freya .


Dengan lahap freya memakan semua makanan yang dipersiapkan untuk acara makan malam ini hingga hanya tersisa sedikit sedangkan waktu sudah mepet untuk memasak lagi .


Mereka hanya memperhatikan freya makan, masakan sudah selesai dan beruntungnya weny langsung tanggap kemudian membeli makanan di restoran.


______

__ADS_1


Malam harinya...


Freya belum pulang dia belum puas makan padahal tadi dia sudah hampir menghabiskan makanan yang di siapkan untuk tamu yang akan datang namanya ibu hamil sudah pasti tidak.mau tahu iyakan ....


Mereka sudah siap menyambut tamu yang akan datang dwngan pakaian sedikit formal .


''Ibu siapa yang akan datang?juga kenapa di depan banyak sekali tanaman bunga begitupun di belakang malah semakin banyak berbagai jenis bunga ''penasaran freya karena terakhir kali datang kesini tidak sebanyak itu .


''Kakak mu di lamar seorang pria'' gumannya pelan di telinga freya .


''Benarkah bu?siapa?''


''Saat dia datang pasti kamu sudah tahu ''


''Memang aku kenal bu?'


''Hm ''


''Honey...belum cukupkah kau cuek padaku sedari tadi ''Lexo bicara sejak sampai di rumah ini freya terus menempel pada ibunya itu .


''Belum ...jauh-jauh aku mau sama ibu dulu nanti di rumah baru sama kamu ''cetus freya.


''Honey....''


''Tidak mau ...kamu sama ayah saja ''tolaknya halus dia belum puas bersama ibunya itu.


''Maafkan ibu nak ''ucap ibu weny yang merasa tidak enak kepada menantunya itu.


''Tidak apa bu mungkin ini bawaan baby ''ucap Lexo akhirnya pasrah dia kembali duduk di sofa bersama ayah mertuanya.


''Sabar ...''tepuk pratama pada menantunya yang bermuka masam .


''Istri hamil harus banyak bersabar dan turuti segala keinginanya ini belum seberapa di banding ayah dulu sewaktu mendiang ibu freya mengandung ''timpalnya lagi


''Dulu ibu freya malah tidak mau bertemu selama satu minggu dengan ayah tidak hanya itu ibu freya dulu juga menyuruh ayah tidur di sofa selama dua minggu hanya karena anak yang berada di dalam perut tidak mau tidur bersama ''cerita pratama sambil mngenang sewaktu istri pertamanya hamil.


''Benarkah ?''pratama hanya mengangguk membenarkan ucapannya.


Lexo tidak percaya jika itu benar terjadi pada dirinya sungguh mungkin dia akan frustasi dan gila,istrinya cuek saja sudah membuatnya uring-uringan apa kabar jika yang di ceritakan ayah mertuanya benar terjadi pada dirinya .


''Beruntung istriku tidak mengalaminya ''batinnya sambil melihat freya yang terus saja tersenyum entah apa yang ketiga perempuan itu bicarakan .


terimakasih dukungannya 😊


see you

__ADS_1


__ADS_2