
selamat membaca π
Tiga hari berlalu pencarian itu masih di lakukan namun hilang tak berbekas selama itu juga tidak ada yang pulang ke mansion membuat khawatir freya yang menunggu kepulangan 4 orang yang dia sayangi yang satu katanya masih sibuk dengan pekerjaan yang lainnya masih berlibur .
Namun siapa sangka siang itu freya yang tengah berjalaan kearah dapur sambil membawa botol air tidak sengaja mendengar perbincangan serius kedua mertuanya di dalam kamar dengan pintu sedikit terbuka ,freya menguping karena ingin tahu pembicaraan serius apa yang mertuanya bicarakan apalagi terdengar suara tangis meski pun dengan nada suara kecil namun freya masih bisa mendengar .
Di dalam kamar
''Dad ...benar Al masih belum bisa di temukan ?''diarta menggeleng pelan tidak menjawab pertanyaan istrinya yang sesegukan .
''Apa yang harus ku katakan dad ,sedari kemarin freya selalu menanyakan anak-anaknya pulang aku hanya bisa beralasan dan sudah tiga hari alasan apalagi dad yang harus momy berikan?''
''Sayang ...jangan menangis kita harus kuat di depan menantu kita jangan sampai dia tahu Al kecelakaan dan masih belum di temukan berikan alasan yang cukup membuatnya mengerti ''ucapnya lembut tanpa sadar di balik pintu freya sudah diam mematung nyawanya serasa keluar dari raganya .
Al anak bungsunya kecelakaan dan belum di temukan?apa yang terjadi sebenarnya?kenapa semua orang menutupi kecelakaan ini dariku freya menatap kosong dengan raut wajah yang tidak bisa di mengerti .
Hingga ...klotang botol itu terjatuh berbarengan dengan dirinya yang ikut merosot kebawah ,air matanya jatuh begitu saja pikirannya melayang memikirkan nasib putri bungsunya dan bagaimana dengan si kembar apa mereka juga kecelakaan ?apa mereka selamat .
Ekor mata diarta membulat ketika menyadari ada seseorang di balik pintu apalagi suara benda jatuh terdengar keras,reya pun sama melepas rengkuhannya dari sang suami mendadak dia sangat takut dan khawatir jika sampai...jika sampai menatu kesayangannya yang mendengar bagaimana ?apa yang harus dia katakan ?
Buru-buru diarta dan reya melangkah kearah pintu yang sedikit terbuka memegang hendle dan menariknya keduanya mematung melihat freya yang duduk di lantai dengan tatapan kosong serta air matanya itu membuat siapapun tidak akan tega .
Ketakutan reya terjadi pasti freya sudah mendengar semua pembicaraannya dengan sang suami inilah yang dia khawatirkan .
''Mom...dad...a..pa...yang a..ku de...ngar tidak be..nar bu..kan ?''reya hanya bisa menangis dan langsung memeluk menantu kesayangannya itu agar lebih tenang .
''Sayang ...tenanglah ''ucap diarta pada freya yang yang berada dalam pelukan istrinya .
''Mom ...katakan apa yang aku dengar itu tidak benar?mereka masih berliburkan di pulau itu?''Suara tangis freya pecah apalagi reya menggeleng dengan berat .
''Tenang sayang ...pasti Alex bisa membawa mereka semua pulang dan juga bisa menemukan Al ''
''Doakan semua berjalan lancar ''timpal diarta dia memang tidak menangis tapi dalam hati sungguh sangat sakit tapi dia harus tetap tegar apalagi menantu kesayangannya itu terlihat sangat rapuh.
''Alexo tolong bawa mereka semua pulang kasihan istrimu ''batin diarta bermonolog .
Setelah cukup tenang Reya membantu freya berdiri dan memapah ke arah sofa yang berada di ruang keluarga ,freya masih diam mematung entah apa yang dia pikirkan reya maupun diarta hanya bisa diam saja menamani menantu kesayangan mereka .
__ADS_1
_____
''Bagaimana?kalian sudah tahu siapa dalang di balik semua ini?''tanya Alex menatap tajam ke arah tiga orang kepercayaannya teo,tem dan rem .
''Sudah tuan ''ucap rem dengan tenang ,dia berjalan dan memberikan sebuah map merah pada Alex .
Alex menerima map itu dengan tatapan yang membuat ketiga orang itu sesak meski mereka sudah lama kenal tetap saja jika seperti ini mereka semakin tidak bisa bernafas ,apalagi panggilan yang biasanya santai berubah formal jika seperti ini siapapun tidak akan bisa mengahalangi .
''Berani sekali orang itu membuat tuan marah ''batin tem.
''Jadi kangen di panggil kakak olehnya ''batin rem .
''Kalian enak ,lah aku ...yang setiap hari berada di lapangan ''batin teo mengeluh namun dengan tetap wajah dinginnya .
''Apa yang kalian pikirkan?''
''Tidak ada tuan ''ucap mereka serempak sambil saling melirik .
''Kak tem bagaimana perusahaan ?''tanya Alex kasihan juga melihat ekspresi mereka bertiga .
''Semakin meningkat tuan dan lebih baik... baik dari tahun sebelumnya''ucap tem tenang.
''Mengerti tuan ''tem mengangguk pelan kemudian pergi tapi sebelum itu dia sudah pamit kepada dua temannya .
''Kak teo telpon dady apa sudah ada kabar di sana ?''
''Baik tuan ''teo mengambil hp dan berjalan agak jauh dari ketiga orang itu .
''Dan kak rem cari tahu semua tentang orang itu secara mendetail mungkin berkas ini belum lengkap ,hal sekecil apapun tulis dalam laporan Alex mau besok semua sudah berada di sini sebelum jam sarapqn pagi''
''Di mengerti '' rem pergi ke ruangan rahasia dimana tempat komputer dqn lainnya berada ,diq sungguh senang karena Alex membangun tempat itu jadi dia bisa mengeluarkan ke ahliannya .
Sepi ....Alex menghela nafasnya pelan dia melepaskan topeng yang sudah dia gunakan sedari pagi ,sekarang dia tahu identitas adiknya seharusnya dia sembunyikan.Anak kecil itu seperti sedangkan memiliki banyak beban di pundaknya dia memang tidak keluar dari situ sejak saat itu.
Siapa mereka ?apakah musuh dady ?apa motifnya?apa karena dendam?atau hal lainnya banyak pertanyaan yang berseliweran di otak kecilnya yang genius itu melihat kearah meja di mana map merah itu tergeletak dia mengambilnya dan membukanya, dia membaca serta menelaah informasi yang tertera di kertas atau map merah yang dia pegang meski masih belum lengkap tetap saja sekecil apapun informasi itu tetap penting.
_____
__ADS_1
Di tempat terjadinya kecelakaan Alexo,Lexa dan anak buahnya masih mencari sedangkan arya dia di tugaskan sementara waktu di perusahaan selama tidak ada kehadiran Alexo .
''Tuan''panggil salah satu anak buah yang berlari ngos-ngosan .
''Ada apa?''
''Ini ...saya menemukan ini di dekat sungai sebelah sana ''tunjuk anak buah itu lagi ke arah timur sedikit lebih jauh dan masuk kedalam hutan.
Alexo menerima sobekan kain yang sedikit bernoda darah itu semakin khawatir kemudian dia bertanya pada Lexa yang tidak jauh darinya .
''Lexa!!!'' Teriak Alexo .
''Ada apa dad?apa sudah ada kabar ?''tanya Lexa pelan ,tidak ada keceriaan di wajahnya seperti dulu .
''Apakah ini yang di pakai adikmu?''Alexo tidak menjawab tapi dia bertanya untuk memastikannya karena tidak tahu Al memakai baju apa.Lexa mengambil kain itu tangannya bergetar iya benar itu adalah sobekan baju favorit Al kenapa dia bisa tahu karena itu adalah baju yang dia buat untuk adek cantiknya dan hanya ada satu di dunia .
''Dad,kita harus kesana sekarang !!! ''Sama seperti Alexo,Lexa tidak menjawab dan segera mengajak dadynya itu pergi ke tempat dimana kain itu di temukan .
''Kalian semua dengarkan intruksi dariku ,pergi kearah timur ada sebuah sungai di sana sisir tempat itu sepanjang air sungai mengalir ''perintahnya melalui benda kecil yang terhubung kesemua anak buahnya .
Mereka pun menuju ke arah timur tidak di pungkiri mendadak hati Lexa bersemangat semoga saja harapannya benar terjadi ,Adik cantiknya bisa di temukan .
Setelah sampai di sana mereka semua termasuk Alexo dan Lexa memeriksa secara detail tempat itu ,harapan tinggal harapan hanya se bercak darah di atas batu kerikil tidak terlalu banyak namun cukup membuat Lexa berteriak histeris apalagi darah yang tercecer menuju arah sungai .
''Dady!!!''Lexa terduduk Alexo segera mendekat ,memeluk putrinya yang histeris itu .dia sudah tahu akan begini .
Suara dering telpon terdengar Alexo mengangkatnya tanpa melepas pelukannya terhadap Lexa ,membicarakan sesuatu dan dia pun mengakhiri.
terimakasih dukungannya π
like
komen
vote
rating bintang 5 ya....
__ADS_1
see you next time ....βΊοΈπ