Kembar Genius

Kembar Genius
I LOVE YOU DADY


__ADS_3

selamat membaca 😊


Ke esokan harinya,pagi hari di dapur freya sibuk menyiapkan makanan untuk semua orang ,dirinya sedang bersemangat dan juga ada hal lain yang harus dia lakukan jika si kembar sedang ya ...begitulah sedihlah ceritanya.


''Honey sedang membuat apa hm?''tanya Alexo sedari bangun dirinya tidak menemukan freya di kamar dan ternyata berada di dapur.


''Ini''ucap freya sambil menunjuk dua kotak bekal.


''Untukku?''senyumnya bertanya sambil memeluk dari belakang, freya menggeleng pelan suaminya ini tidak ada rasa malu sama sekali padahal ada bibi di sekitar mereka.


''Bukan ...jadi?''tanyanya sekali lagi.


''Untuk si kembar''beo freya enteng.


Kemudian keduanya duduk di kursi meja makan,yang sudah ada ovely,reya juga diarta kecuali si kembar yang belum menampakkan batang hidungnya.


''Kakak jangan menghina jomblo seperti ku dengan kemesraan kalian ya!''omel ovely pagi-pagi sudah melihat kakak dan kakak iparnya berpelukan di dapur padahal masih ada bibi juga kedua orang tua mereka.


''Cepatlah menikah biar kamu tahu rasanya bagaimana ''datarnya pada sang adik yang sudah melotot mendengar ucapan sang kakak.


''Huh...emang tinggal beli apa kalau iya adek beli pakai tabungan adek deh...''ucapnya kesal mendengar perkataan kakaknya yang menyuruhnya segera menikah.


''Pacar saja belum punya malah suruh nikah''batin ovely menggerutu memulai makannya tanpa menunggu yang lain.


''Ada,itu si arya masih jomblo akut beli dia saja buat jadi suamimu''enteng Alexo memasukkan makanan yang sudah di ambilkan freya dan tanpa di duga arya datang dari arah pintu menuju ke ruang makan.


''Selamat pagi semuanya''senyumnya menyapa semua orang yang berada di ruang makan itu.


''Pagi '' balas mereka serempak.


''Pucuk di cinta ulampun tiba''ucap Alexo sambil melirik kearah orang yang baru datang membuat arya mengernyit bingung ,arya masih belum mengerti dengan apa yang di bahas .


''Ayo ikut makan'' ucap reya kala melihat wajah arya yang kebingungan.dirinya sedikit terkekeh tadi namun segera menormalkan ekspresinya.


''Baik nyonya''tanpa berlama arya langsung duduk,ovely mulai salah tingkah itupun tidak luput dari penglihatan Alexo.


''Bilang saja suka ribet amat adek ku ini''batin Alexo.


''Selesai makan aku tunggu di ruang kerjaku''ucap Alexo kearah arya dengan nada datar dan dingin.

__ADS_1


''Baik bos''


Mereka memulai makan dengan tenang tanpa adanya si kembar karena mereka sudah berangkat kesekolah dan tidak mau sarapan pagi bersama mungkin masih merajuk,Alexo dan freya memakluminya.


________


''Arya bagaimana dengan perusahaan ?''ucap Alexo langsung begitu melihat arya masuk keruangannya.


''Sejauh ini masih baik-baik saja seperti biasa''


Ketika berbicara serius keduanya seperti teman.


''Berhati-hatilah mulai sekarang,aku rasa mereka akan muncul kembali kepermukaan''


Arya tertegun mendengar ucapan Alexo,dia sudah tahu apa yang akan terjadi namun kenapa secepat ini apakah mereka sudah mengetahui kelemahan dari sahabatnya ini.


Arya sudah sangat yakin dengan yang di katakan bosnya ini ,instingnya selalu benar dan tidak pernah sekalipun meleset.


Perusahaan hanyalah kedok untuk mengelabui para musuh dan CEO hanyalah identitas di depan orang-orang selama ini masih belum pernah ada yang terlewat sedikitpun dari pengawasan Alexo.


''Aku mengerti,tenang saja aku sudah mengumpulkan semua tikus yang menyebar di perusahaan''senyum arya dingin.


''Ck...Aku juga tahu jika mereka meminta bantuan mafia besar ,mereka berpikiràn sempit iya terlalu sempit''dengan nada serius arya berdecih pelan tatapan dinginnya mulai muncul menghiasi wajah tampannya dialah orang kedua yang di takuti setelah Alexo di kelompok ini.


''Tambah penjagaan ''titah Alexo dingin kali ini dia sudah harus siap sedia.


''Oh ..satu lagi carikan semua ahli beladiri untuk Alex dan Alexa ''


''Ajari semua hal yang kamu ketahui juga,mungkin di masa depan mereka membutuhkannya''


''Aku percayakan semuanya padamu''


''Kamu yakin?si manis Lexa ikut juga?''tanya arya sedikit kaget.


''Sebenarnya tidak tapi seperti apa yang di katakan Alex tidak akan ada yang tahu di masa depan akan seperti apa,aku hanya berjaga-jaga jika sesuatu yang tidak aku inginkan terjadi maka si kembar sudah siap akan segalanya''ucapnya pelan arya mengangguk -angguk pelan menyetujui ucapan Alexo karena masa depan masih belum di ketahui.


Mereka berdua berbincang pelan di ruangan itu sekalian membahas perusahaan dan lain sebagainya...


______

__ADS_1


''Kamu masih sedih?''tanya Alex sekarang mereka berdua duduk di belakang sekolah yang sepi yang menjadi favorit mereka berdua akhir-akhir ini karena menurut mereka di sana sedikit tenang.


''Hm''


Tanpa menoleh Alexa masih setia memandang taman belakang dengan tatapan sendu tentunya,karena sang dady masih belum mengizinkannya.


''Sudah jangan bersedih ,masih di pertimbangkan''tidak ada nada dingin dalam perkataan Alex suara lembutnya membuat Alexa langsung menoleh dengan tatapan berbinar.


''Beneran kak?kakak tidak bohong kan?''tanya lexa cepat sambil menyunggingkan senyumnya.


''Tidak percaya?nih...lihatlah !''Alex menyodorkan ipadnya memperlihatkan pesan yang baru dia dapat dari dadynya .


'Dady pertimbangkan jadi hibur dia sekarang!'baca Alexa memegang ipad kakaknya.


''Yay...akhirnya dady setuju juga''dengan semangat 45 Alexa melompat -lompat dengan senyuman yang mengembang.


''Bukan setuju Lexa masih di pertimbangkan ''Alex mengingatkan.


''Terserah kak,apapun itu Lexa tetap senang ''tanpa berlama-lama lexa kembali mengambil ipad kakaknya kemudian mengirim pesan suara .


''I LOVE YOU DADY'' teriaknya keras ,padahal meskipun tidak teriak juga bisa ,namanya sudah senang tidak perduli dengan teriakannya itu Alexa terus menyunggingkan senyumnya.


''Haish ...punya adik gini amat Ya Allah'' Alex geleng-geleng kepala melihat Lexa bertingkah seperti itu.


Hingga bel berbunyi Lexa terus tersenyum manis membuat siapa saja terpesona karena tidak biasanya si dingin itu bisa tersenyum sangat manis melebihi gula jawa.berbeda dengan Alex yang masih tetap saja dingin ,mereka berdua memasuki kelas dan mengikuti pelajaran dengan tenang.


Sedangkan Alexo yang baru saja selesai dengan pekerjaannya terjingkat kaget setelah mendengar pesan suara dari Alex tapi bukan suara Alex yang dia dengar tapi suara Alexa yang berteriak.


''Haish.. anak ini masih kecil saja begini apalagi nanti kalau dewasa,dasar pembuat onar''guman Alexo pelan dia tidak membalas pesan Alex karena pasti ini sudah waktunya belajar.


''Anak itu mirip siapa sebenarnya ''gumannya pelan sambil terus membayangkan akan kebahagian putrinya,pasti tingkahnya sangat menggemaskan .


kebahagiaan tak terkira dalam hatinya ,dia ingin melindungi keluarga kecilnya dan tidak ingin membiarkan hal buruk terjadi .


terimakasih sudah dukung author 😊


mampir ke novel author yang lainnya ya....


see you next time

__ADS_1


__ADS_2