Kembar Genius

Kembar Genius
ekstra part 3


__ADS_3

selamat membaca 😁😊


Al alias Lyly berjalan menuju kantor CLOK GROUP hari ini adalah hari pertama dia bekerja di tempat baru dia akan memulai dari awal ,dari nol sebelum dia benar-benar mengambil alih perusahaan yang di berikan oleh sang dady karena kedua kakaknya sudah memiliki perusahaan sendiri-sendiri.


Ingin mengeluh pun tidak bisa meski dia sudah mempunyai perusahaan sendiri tetap saja itu masih rahasia tidak semua orang tahu hanya kedua orang tua angkatnya juga kedua kakak nya sedangkan yang lain masih belum mengetahuinya.


''Selamat pagi ''


''Selamat pagi ,karyawan baru?''tanya resepsionis yang tersenyum sambil tanya.


''Iya kak saya Lyly ''jawab Lyly dia ikut tersenyum sambil memperkenalkan diri .


''Saya Nano ...Baiklah ,langsung saja keruangan HRD nanti tugasmu di jelaskan oleh bu Pipin ''


''Terimakasih kak Nano ''


Dengan langkah santai Lyly berjalan menuju ruangan hrd di perusahaan itu meski masih belum mengenal dengan semua karyawan dia mencoba menyapa semua orang yang berpas-pasan dengannya .


Tanpa dia ketahui seseorang sedang memperhatikannya dari kejahuan mungkin sudah sejak lama hanya saja baru sekarang melihat Lyly kembali senyumnya terus mengembang bahkan orang yang berada di belakangnya terheran-rehan karena tidak seperti biasanya sang bos tersenyum iya meski hanya dia yang tahu tetap saja merasa aneh .


Bukannya tidak mengetahui ada seseorang yang memperhatikannya Lyly hanya diam selama orang itu tidak ada niat jahat apalagi instingnya mengatakan bahwa orang sedang memperhatikannya dari jauh hanya sebatas mengawasi tidak lebih.


''Hari ini kamu sudah boleh bekerja ''


''Baik bu pipin terimaksih atas penjelasan singkatnya''


''Tidak masalah ,sudah tugas saya nona Lyly mari saya antar kerungan anda ''sopan Pipin.


''Wanita ini sangat spesial bagi bos ''batin Pipin .


Setelah mengantar ke bagian ke uangan dan berkenalan dengan sesama teman mereka kembali beraktifitas dengan pekerjaan mereka yang padat .


''Tolong antar berkas ini ke ruangan CEO dan minta tanda tangannya setelah itu ke ruangan saya ''


''Baik bu ''ucap Lyly sopan dia menerima berkas itu dan melangkahkan kakinya belum juga sampai di dekat pintu ....


''Anak baru hati-hati CEO sangat menyeramkan'' seru salah satu teman nya yang hanya di angguki Lyly.


''Siapkan mental saja ''timpal yang lain dan Lyly hanya tersenyum kemudian benar-benar keluar dari ruangannya tanpa mereka sadari senyum yang di tampilkan Lyly sangat tampak berbeda dari sebelumnya.


Setelah sampai di depan ruangan CEO Lyly berhenti bukannya takut hanya saja ada sesuatu yang membuatnya tertahan di depan pintu itu .


''Bisa saya bantu nona?''dengan suaranya yang terlihat terlihat angkuh.


''Tidak terimakasih ''acuh Lyly melihat sekilas penampilan perempuan yang sudah seperti ondel-ondel saja.


Lyly mengetuk pintu sebanyak tiga kali setelah mendengar persetujuan dari dalam dia langsung masuk tanpa perduli dengan kemarahan sekertaris yang berdiri tidak jauh darinya .


''Siapa perempuan ini beraninya dia padaku ,lihat saja nanti ''batin sekertaris itu sambil terus memandang Lyly hingga masuk kedalama ruangan .


_____


Jam menunjukkan waktu pulang senyum Lyly terbit meski hanya sebentar setelah itu kembali ke wajah datarnya,perlahan tapi pasti setelah menyelesaikan pekerjaannya dia melangkah keluar kantor jika pagi tadi banyak yang menyapa dirinya namun kali ini tidak malah se akan banyak orang yang menatapnya sinis entahlah ...

__ADS_1


Lyly pun tidak perduli dia berjalan santai keluar gedung kantor sedikit berjalan kaki karena hari ini dia tidak mengendarai mobil nya sendiri melainkan menggunakan taxi yang sudah dia pesan sebelumnya melalui pesan.


Dalam perjalanan dia hanya terlihat diam sambil memandang kearah luar ,lalu lalang kendaraan membuatnya bosan karena dia sebenarnya tidak suka keramaian tapi jika terus menghindar bukankah dia sangat pengecut ?


''Pak tolong antar saya ketaman ini ''Lyly memberikan selembar kertas kepada sopir taxi .


''Oh ..ini sudah dekat nona ''ucap sang supir karena memang hanya belok ke kanan terus lurus sudah sampai .


''Terimakasih pak ,ini kembaliannya buat bapak saja dan saya tidak menerima penolakan ya pak ''ucap Lyly menyodorkan beberapa lembar uang merah sambil tersenyum sangat manis siapapun akan terposana jarang-jarang dia tersenyum semanis itu dan beruntungnya lagi taman itu sangat sepi hanya satu dua orang saja yang berada di sana itu pun sesikit jauh .


''Terimakasih nona ,terimakasih ''


''Sudah pak jangan begitu ''


''Iya nona sekali lagi terimakasih ''


Lyly keluar dari taxi dan berjalan kearah tempat favoritnya selama berada di kota, taman yang mengingatkannya akan masa kecil bersama kakak-kakak kembarnya meski itu hanya sedikit tapi cukup untuknya .


Toko mainan milik momy Freya yang berada tidak jauh dari taman itu pun tak luput dari ingatannya.


Setelah beristirahat sejenak Lyly membuka matanya pelan setelah itu dia beranjak berdiri berjalan dengan santai menuju toko mainan .


''Silahkan mencari mainan apa mbak?''


''Al?apakah itu kamu sayang?''suara itu terdengar lembut di telinga Lyly .


''Tante nao ''cukup satu kata perempuan paruh baya itu lansung memeluk perempuan yang sudah dia anggap anak sedari dulu waktu masih kecil.


''Tentu saja tante Lyly cantik''ucap Lyly dengan PD.


''Ya ya ya katakan apapun yang kamu inginkan sebelum di larang ''


''Tante Rina kemana?''


''Jangan di tanya tantemu itu ikut suaminya ke luar negri apalagi pak duda beserta anaknya itu sangat posesif dari dulu ''


''Kalau suami tante?''


''Sudah mati ''cepat Nao ''lagian kamu ini datang kesini kangen sama tante atau hanya ingin membuat tante cantikmu ini marah hm?''


''Tentu saja kangen sama tante cantikku ini''ucap Lyly dia memeluk kembali Nao kali ini dengan erat.


''Tante mau tidak nanti Lyly bawa brondong yang banyak buat tante tinggal pilih deh cakep-cakep loh''seloroh Lyly di dalam pelukan Nao .


'' ish...kamu ini tante sudah tua mana pantes sama yang muda ''Nao mengelus rambut Lyly sebentar setelahnya melepas perlukannya .


Dua karyawan yang sedang memperhatikan hanya tersenyum kagum dan iri sekaligus ,keduanya pun terlihat sangat senang bos datarnya hilang ya meski hanya sebentar .


''Yang lebih tua lebih hot loh tan!''Lyly menaik turunkan alisnya godaan nya berhasil .


''Yakkkk .....maksudmu tante panas gitu ?tidak-tidak tante tidak mau ...awas saja ya kalau sampai kamu bawa brondong kesini aku adukan sama kak Freya ''ingin marah tidak bisa alhasil hanya bisa Nao tahan.


Keduanya pun mengobrol tanpa henti hingga menjadi perhatian para pengunjung yang ingin membeli mainan .

__ADS_1


_____


Siang berganti malam setelah sampai di masion Deluxiz Lyly langsung masuk kedalam kamarnya kali ini dia tidak pulang kerumah orang tua angkatnya,merebahkan dirinya di atas kasur setelah membersihkan diri menatap langit-langit kamar matanya menerawang entah kemana padahal di depan matanya hanyalah sebuah tembok dan cahaya lampu yang menyinari kamar itu .


''Jadi pria itu dia ?''


''Apalagi dia bosku di kantor,haih...kenapa dunia ini begitu sempit ?''Lyly memejamkan matanya berharap mimpi indah akan menghampirinya untuk kali ini meski pasca trauma tetap saja mimpi buruk itu akan datang .


Di sebuah rumah yang tak kalah mewah dari mansion Deluxiz seorang pria berdiri di atas balkon kamarnya sambil melihat banyaknya bintang di langit entah apa yang dia pikirkan dan lamunkan.


''Perempuan itu dia ''gumannya pelan .


''Meski sudah sangat lama aku masih mengingatnya dengan baik wajah dingin dan datar itu miliknya ,serta senyumnya yang dia berikan hanya untuk orang yang tulus padanya ''senyum pria itu mengembang sudah seperti orang gila saja .


Di dalam otaknya sudah tersusun rapi ribuan rencana untuk menjerat peremouan yang selama ini dia cari .


Cukup lama dia berdiam diri di balkon hingga semilir angin menerpa wajahnya seperti sentuhan yang dia rindukan membuatnya ingin tidur dengan kenyamanan yang dia rasakan .


Merebahkan diri di atas kasur setelah pintu dan juga jendela yang terhubung dengan balkon ,dia ingin memejamkan matanya namun suara dering telpon membuatnya membuka matanya kembali .


''Halo ibu ''


''Sayang apa kamu sudah tidur ?bagaimana dengan adikmu ?apa kalian sudah makan yang banyak ?''banyak pertanyaan yang di ajukan oleh peremouan baruh baya di seberang telpon .


''Ibu pertanyaan mana yang harus aku jawab terlebih dahulu?''


''Semuanya''ucap di sebarang telpon tanpa ingin di bantah.


Pria itu menghela nafas pelan hatinya menghangat setiap kali mendengar suara ibunya apalagi dengan kekhawatirannya meski sangat berlebihan apalagi dia sudah dewasa tidak seperti dulu saat masih kecil.


''Ibu aku sudah mau tidur berhubung ibu menelpon jadi ibu pasti tahu kan ?aku, adik sudah makan yang banyak sekali dan kita baik-baik saja ok jadi boleh tidur sekarang ?''


''Baiklah ,ingat pesan ibu ''


''Jaga adik baik-baik,makan yang banyak jangan bekerja terus kalau bisa bawakan ibu calon menantu yang cantik ,baik seperti keponakan ibu ''


''Bagus anak pintar,selamat tidur sayang ''


''Selamat tidur bu ''


Pria itu meletakkan smartphonenya di atas meja nakas dia kembali merebahkan dirinya di atas kasur dan pada akhirnya dia pun tidur .


Sungguh indah mimpi keduanya di saat bersamaan senyuman kecil terlihat dari kedua orang yang sedang tidur terlelap itu .


terimakasih dukungannya 🙏🙏


Like


Komen


Vote


See you next time

__ADS_1


__ADS_2