
Selamat membaca 😊
Pagi ini freya sangat bersemangat ,bagaimana tidak dirinya akan berkunjung kerumah ayahnya yang sudah lama dia tidak pergi kesana padahal baru bulan kemarin dia kesana.
Entah ibu hamil itu sangat antusias untuk menemui ayahnya yang sudah berjanji akan membawa ibu dan kakaknya pulang ,dia sudah sangat merindukan ketiganya dan juga sangat ingin bermanja pada keluarganya itu.
Setelah turun dari mobil freya meninggalkan suami beserta si kembar di belakang dirinya berlari kecil memasuki rumah .
''Honey...pepan -pelan rumah ini tidak akan pergi kemanapun''ucap Alexo lembut tentunya freya tidak mendengar dan langsung masuk kedalam rumah begitu saja .
''Ck..lihatlah mom sangat antusias sekali ''ucap Lexa mencebikkan bibirnya ..sedangkan Alex terkekeh geli dengan tingkah momynya meski dengan wajah datarnya.
Mereka mengikuti freya yang sudah berada di dalam rumah serta suara teriakan terdwngar daei dalam .
''Ayah...aku datang! ''teriak freya menggema di ruang tamu di rumah itu.
Pratama keluar dari dalam kamar di ikuti weny dan wina juga keluar dari kamarnya mengikuti pratama yang sudah berjalan terlebih dahulu. Mereka menyambut freya dalam pelukan secara bergantin ,pratama merindukan putrinya ini .
Sedangkan weny dan wina berbisik tadi di telinga freya dengan kata 'maaf' oleh keduanya freya hanya mengangguk sambil tersenyum .pratama memeluk putrinya padahal baru kemarin dirinya bertemu namun seakan sudah sangat lama tidak bertemu .
''Hem...honey jangan terlalu lama masih ada aku yang juga harus kamu perhatikan''Alexo datang dari luar di ikuti si kembar melihat freya yang di peluk oleh ayah mertuanya dia merasa cemburu kenapa bukan dirinya yang mendapat pelukan itu .
''Cih..aku hanya memeluk ayahku,bukan orang lain''decihnya merasa sebal akan sikap suaminya yang posesif dan cemburuan itu.
''Tetap saja ayah juga seorang pria''sangkalnya lagi membuat semua yang berada di ruangan itu tersenyum .
''Kamu pantas mendapat kebahagiaan itu ''batin weny dan wina bersamaan.
''Hai bu,kak bagaimana kabar kalian?''freya beralih kearah weny dan wina yang terlihat sendu.freya memeluk kembali keduanya kali ini secara bersamaan sudah sangat lama freya tidak merasakan pelukan ibu dan kakaknya ini setelah kejadian itu.
keduanya mulai menangis di pelukan freya berkali-kali keduanya mengucapkan kata maaf di telinga freya tanpa ada yang mendengar karena dengan suara pelan,si kembar ,Alexo dan pratama hanya tersenyum melihat ketiganya yang berpelukan meski Alexo tidak rela dia berusaha sadar dengan situasi saat ini.
''Apa ayah menindas ibu dan kakak?lihatlah bahkan mereka tidak menjawab pertanyaanku''freya melepaskan pelukannya dan melotot kearah pratama ayahnya yang sedang gugup dengan pertanyaan yang di ajukan freya padanya.
''Mana ada ...ayah tidak menyiksa mereka ,tanyakan saja kalau tidak percaya''sangkalnya dan memang benar tapi hanya sedikit mengancam kemarin sewaktu mengajak mereka pulang kembali kerumah ini.
''Benarkah?tidak mungkin pasti sudah terjadi sesuatu ,bahkan mereka sedari tadi diam saja ...ayo ...ayah katakan apa yang sudah ayah perbuat hm?''todong freya lagi pada ayahnya.
''Sayang dengarkan dulu, ayah mana mungkin menindas mereka jadi tolong jauhlan pikiran negatifmu terhadap ayah ok?''
__ADS_1
''Kami tahu mom apa yang di lakukan kakek! ''spontan Lexa berucap dengan santai untuk membuat kakeknya sport jantung membuat pratama kelagapan sedangkan Lexo bersikap santai karena sudah mengetahui apa yang terjadi sebelumnya.
Pratama merasa terjebak dengan kegeniusan cucu-cucunya itu yang pasti sudah mengetahui kebenaranya,sambil melirik kearah si kembar dan memberi kode agar diam saja namun sepertinya keberuntungan tidak berpihak pada pratama karena gerak-geriknya sudah ketahuan oleh freya.
''Ayah ... ingat apa yang freya katakan kemarin?''tanyanya menekankan sambil menatap horor kearah pratama berdosalah dia yang sudah melotot kearah ayahnya karena dia sangat gemas dengan tingkah ayahnya yang sudah berumur itu seperti remaja labil.
''Tenang saja pasti...pasti ayah lakukan jadi tolong jangan menatap ayah seperti itu''ucapnya pelan suaranya tercekat entah kemana.
''Baiklah ,kali ini freya percaya ''kemudian freya beranjak kearah ruang makan karena sudah merasa sangat lapar meninggalkan semua orang di ruang tamu yang termangu diam.
''Ada apa dengan putriku tadi terlihat galak dan sekarang lihatlah ... apa kau tidak memberi makan anakku ?''tanyanya pada Lexo.
''Ya ,begitulah''singkat Lexo melangkah mengikuti freya yang sudah berada di ruang makan si kembar pun mengikuti dadynya tinggal pratama serta weny dan wina yang masih diam melongo pratama masih diam mencerna perkataan Lexo membenarkan atau bagaimana .
_____
Untuk malam ini Alexo dan keluarga kecilnya menginap di rumah pratama mereka mengadakan barbaque di halaman belakang rumah besar itu sesuai permintaan bumil yang mengidam maka mereka semua menyetujuinya apalagi sudah sangat lama tidak ada acara seperti ini jadi untuk malam ini mereka semua setuju mungkin hari lainnya juga bisa.
Malam bertabur bintang si kembar yang sangat antusias lebih tepatnya hanya Lexa seorang sedangkan Alex hanya menatap adiknya datar dan dingin ya ampun lex ini tuh kumpul keluarga bukan acara sidang paripurna ...
''Ibu dan kakak dan kalian semua besok harus menemaniku belanja freya ingin jalan-jalan ke mall bersama''freya mengatakan ke inginannya pada semua orang.
''Mom Lexa dan kakak ikut boleh?''
''Boleh ,termasuk ayah juga kalian para laki-laki akan jadi body guard kita nanti hihihi''freya terkekeh geli membayangkan ketika berada mall nanti.
''Ayah bisa apa?jika putri ayah sudah bilang begitu maka ya begitu ''timpal pratama menjawab putrinya.
''Ayah terbaik!''sambil memeluk pratama yang membuat Lexo cemburu namun dia menahannya.
''Lebih baik dady panggang daging itu mungkin momy mau makan''pelan di telinga sang dady memberi saran dan seperti apa yang di sarankan si dingin pun beranjak dari duduknya dan memanggang daging beserta sayur yang lainnya.
''Honey ...kesini ''panggil Alexo ,freya yang mendengar mendekat kearah Lexo.
''Apa sudah matang?''
''Sudah sini ,makan yang banyak daging dan sayur ini sehat untuk baby '' Lexo memberikan sepiring daging beserta sayuran yang sudah siap makan kepada freya .
''Makasih honey... cup ...''freya berterimakasih dan mecium sekilas pipi Lexo yang mulai merona ,seperti mendapat jack pot memegang pipinya dirinya diam mematung sambil terus menatap intens freya yang sudah mulai memakan daging dan sayur di dalam piringnya .
__ADS_1
''Cantik''guman Lexo pelan hanya dirinya yang mendengar sepertinya dirinya sudah menjadi budak cinta .
Pratama,weny ,wina yang melihat itu hanya terkekeh kecil ketiganya sampai terheran-heran dengan CEO dingin itu yang masih saja diam mematung sedangkan freya masih asyik memakan makanannya dengan lahap .
_______
''Tuan ''
''Bagaimana ?''
''Nona sudah pulang tuan dan tuan pratama sendiri yang mebawa mereka meski dengan sedikit ancaman namun tidak ada apapun yang terjadi''lapor anak buahnya itu.
''Baiklah kamu boleh pergi ''anak buahnya mengernyit bingung ada apa sebenarnya dengan tuanya itu kenapa kali ini berbeda.
Anak buah itu langsung keluar dari ruangan tuannya dengan pikiran berkecamuk ,ada apa gerangan dengan sang tuan yang tidak seperti biasanya .
Sedangkan di dalam ruangan lan menyulut rokok,asap keluar dari dalam mulutnya secara perlahan baru kali ini dirinya mencoba merokok setelah sekian lama .
''Cih...apa enaknya merokok sih'!'membuang putung rokok langsung ke tempat sampah tanpa mematikannya yang bahkan baru dia cicipi satu kali.
Lan mendesah pelan memikirkan bagaimana caranya agar dia bisa dekat dengan gadis itu,gadis yang berubah 180 derajat dari keangkuhan,ke sombongan beeubah menjadi lebih baik.
''Aku butuh bantuan tapi siapa?''
''Tidak mungkin aku meminta bantuan Alexo atau freya ?apa aku harus mencoba dulu?''
''Haihs ...kenapa semakin kesini semakin ribet ''sedari tadi lontaran-lontaran kecil keluar dari mulut lan namun masih belum juga dia menemukan solusi yang tepat dengan permasalahannya.
Malam itu lan seperti setrikaan yang mondar mandir di depan jendela berharap mendapatkan solusi yang bisa membawanya bertemu 'dia' orang yang selama ini di cari.
Berbeda dengan lan di sebuah kamar wina menarik laci meja dan mengambil sebuah foto ,dia menatap lama foto itu entah apa yang dia lamunkan author pun tidak tahu lah ...
Setelah lima belas menit wina meletakkan kembali foto itu kemudian mendorong laci itu hingga tertutup kembali .wina beranjak menuju ranjang dan merebahkan dirinya sambil menatap langit-langit.baru dua hari dia kembali di kamar ini entah persaannya bagaimana tidak tahuntanpa sadar wina tertidur sendiri.
terimakasih sudah dukung author 😁
jangan lupa hadiahnya ya...author yang kurang haku ini sangat suka hadiah ...terimakasih .....💪
see you next time .....
__ADS_1