
selamat membacaπ
Alex dan Alex di dalam mobil keduanya sudah sangat gelisah mereka melihat layar ipad ,keduanya juga begitu khawatir pada keselamatan orang itu terutama ibu hamil itu yang kesakitan.
''Kakak,bagaimana ini !sepertinya ada seseorang yang merencanakan ini semua''
''Lexa retas cctv di daerah kediaman pria itu ,terserah dari segala sisi cepat''perintah alex dengan nada dinginnya ,meski tenang namun kekhawatirannya sangat nampak di mata lexa.
''Baik kak ''lexa melakukan apa yang di katakan oleh alex jari kecilnya memainkan ipad itu dengan cepat dengan mata yang terus terfokus akhirnya lexa berhasil meretas dari segala sisi.
''Dapat ''gumannya pelan.
''Kak gawat lihatlah!''pekik lexa menunjuk dengan dagunya .
''Pak lebih cepat lagi,ini dalam keadaan genting''supir yang mengangguk meski bingung dia tetap menjalankan perintah tuan kecilnya dia tidak merasa khawatir karena ada dua mobil di belakang mereka yang berisi beberapa bodyguard.
''Berapa orang yang mengintai?''tanya alex .
''Sebentar kak''lexa melihat dengan teliti agar dia tidak kecolongan ,matanya beralih cepat dari gambar satu kegambar yang lainnya''sepuluh orang kak dan anehnya mereka memakai pakaian seperti ninja juga sepertinya orang itu bukan berasal dari negara ini''ucap lexa pelan dirinya mulai takut karena semua orang itu membawa pedang.
''Bagaimana ini kak''
Alex diam menimbang keputusan apa yang akan dia ambil apakah ini benar atau salah karena sepertinya kekuatan orang-orang itu seperti bukan lawannya .
''Selamatkan ibu hamil itu ''putus alex dingin dirinya juga sedikit takut apalagi ini bukan ranahnya karena tubuhnya masih terlalu kecil untuk mengambil resiko sebesar ini meski ada dady di belakangnya.
Alex sangat sadar atas kemampuannya ,dirinya langsung mengirim sebuah pesan pada sesorang tanpa lexa sadari dan meminta bantuan orang kepercayaannya.
''Kak sudah keluar''lexa melihat dengan jelas orang itu mengegendong istrinya keluar rumah kemudian meninggalkan rumahnya yang sudah menjadi lautan darah .
''Perhatikan baik baik ''titah Alex,dirinya sedang sibuk dengan ipadnya juga entah apa yang dia lakukan Lexa pun tidak mengetahuinya.
''Mereka semua mengikuti mobil itu kak bagaimana ini.''
''tenanglah kakak sudah mengirim beberapa orang kepercayaan kakak yang sudah sangat ahli''Alex berusaha meredam kepanikan Lexa.
Alex harus segera menyusun rencana ,dirinya diam memikirkan rencana itu .sedangkan lexa tetap meperhatikan ipadnya dan sesekali terus meretas cctv setiap jalan yang dilaui mobil itu.meski panik Lexa berusaha untuk tetap tenang seperti apa yang di katakan oleb kakaknya.
________
__ADS_1
''Sayang bertahanlah ''pria itu membelai pelan pucuk kepala istrinya yang menahan sakit.
''Hm''jawabnya menahan rasa sakit di perutnya ,berusaha untuk tidak berteriak agar suaminya tidak khawatir meski sebenarnya benar-benar panik karena istrinya tidak mengetahui apa yang terjadi.
Pria itu melihat sebuah mobil mengikuti mereka dan juga beberapa orang yang seperti melayang di antara pepohonan yang rindang.
''Sial ,kenapa harus sekarang''batin pria itu panik karena tidak ada satupun penjaga yang mengikutinya karena semua sudah mati di kediamannya.
''Tuhan tolong selamatkan istri dan anakku ,cukup mereka yang selamat jika takdir membuat aku pergi tolong lindungi mereka tuhan''batin pria itu pasrah sekarang tergantung keberuntungannya menyelamatkan istri dan anaknya.
Tidak ada yang bisa dia lakukan karena satu-satunya alat yang bisa di gunakan untuk berkomunikasi tidak ada ,tertinggal karena kepanikannya tadi serta kewaspadaannya yang menurun.
Brukkk...
Brukkk....
Berulang kali mobil di belakang menabrak mobilnya namun dia tetap tidak berhenti dengan kecepatan penuh mengendarai mobilnya meski sedikit rusak di bagian belakang tidak masalah asal cepat sampai di rumah sakit.
Tidak berhenti begitu saja salah satu orang yang berpakaian serba hitam menjatuhkan dirinya tepat di depan kaca mobil membuat mobil itu seketika oleng dan berjalan tak tentu arah
Suara tembakan menggema di luar mobil ,entah apa yang terjadi.mata itu menatap tajam dan tatapan membunuh kearah dua orang yang berada di dalam mobil.
Mobil itu meluncur terjun bebas dari atas menuju jurang hingga suara dentuman itu terdengar nyaring seperti bom, asap yang mengepul dari dalam mobil itu yang mengeluarkan api besar.
Bommmn.
Beberapa orang yang berpakaian hitam berdiri di atas jurang dengan senyum seringaian.
''Misi selesai''timpal salah seorang ketua dengan tatapan dinginnya.
Senyum penuh kemenangan nampak jelas meski tertutup hanya memperlihatkan mata mereka.kemudian mereka semua pergi meninggalkan daerah itu melesat cepat dan menghilang begitu saja.
______
''Lexa bagaimana?''tanya Alex.
''Orang-orang itu sudah pergi kak''jawab Lexa
''Bagaimana keadaan di bawah?''tanyanya lagi pada adiknya.
__ADS_1
''Aman tapi...''Lexa merasa ragu untuk mengatakannya pada sang kakak.
''Cepat katakan''tegas Alex .
''Kita kehilangan jejak suaminya kak,tapi ibu hamil itu sepertinya sudah tidak bisa menahannya lagi''
''bagaimana dengan mereka lakukan?''
''mereka sudah menelpon dokter kak ,dari yang aku lihat penyelamatan sudah di lakukan agar ibu dan bayi selamat''tanpa mengalihkan perhatiannya daei ipad yang dia pegang.
''sebar 'dia' lebih banyak untuk mengawasi sekitar hutan ini''ucap Alex.
Sebuah lalat khusus yang Lexa ciptakan agar bisa melihat tempat yang tidak ada cctvnya dan juga tempat-tempat terpencil seperti saat ini ,alat yang canggih bukan...
''sudah ku lakukan kak''
''Pak tunggu di sini kita akan segera kembali''ucap alex pada sang supir.
''Siap tuan kecil''ucap sang supir.
Keduanya turun dari dalam mobil dan berjalan kaki menyusuri jalan setapak Lexa yang tampak bingung pun hanya bisa diam mengikuti langkah kecil sang kakak yang berada di depannya.
''Kakak kita mau pergi kemana?''ucap lexa yang semakin penasaran karena sang kakak mengajaknya berjalan masuk hutan padahal tadi sebelum masuk hanyalah sebuah taman kecil.
''Jangan banyak bertanya lexa ,cukup ikuti kakak nanti juga kamu akan tahu''ucap lagi dirinya semakin mempercepat langkahnya.
Lexa diam tidak lagi bertanya dan mengikuti kakaknya meski dengan rasa penasarannya.
''Pakai ini ''alex memberikan sebuah topeng berwarna ping meski bingung Lexa tetap memakainya begitupun Alex memakai topeng berwarna hitam untuk menutupi area wajahnya .
Alex terus berjalan dia tidak merasa tersesat ataupun bingung karena dirinya sering melewati jalan ini dan itu hampir setiap hari,berbeda dengan lexa yang mengerucutkan bibirnya sebal kearah kakaknya yang berada di depannya.
mereka berdua berjalan dengan santai sambil sesekali melihat ipad yang di pegang masing-masing supaya tahu informasi terbaru.
terimakasih atas dukungannya π
jangan lupa like,komen,vote sekalian hadiahnya ya....πππ
see you next time...π
__ADS_1