Kembar Genius

Kembar Genius
buah tangan bukan buah bibir


__ADS_3

selamat membaca 😀


''Bos ?''


''Apa !''


''Bagaimana cara kita masuk kesana bos ?penjaga itu bahkan tidak beranjak sama sekali dari tempatnya ''


Iya Teo bersama salah satu bawahannya sedang berada di semak2 ,mereka sedang mengintai kampung itu dua bulan lalu mereka gagal sudah banyak cara dia lakukan tapi kali ini dia tidak akan gagal lagi mengingat dia beserta anak buahnya harus menyerahkan nyawa jika gagal apalagi dia sudah bertekat tidak akan membiarkan lelaki lain menjadi suami dan ayah dari anaknya.


Belum juga Teo menjawab di mendengar Suara mencurigakan dia mulai waspada.


''Waspada ,ada seseorang mendekat !''pelan Teo dia menekankan kata-katanya pada anak buahnya meski tidak terdengar oleh penjaga saking pelannya.


Teo di ikuti oleh anak buahnya mengeluarkan senjata yang sudah disiapkan,memberikan kode melalui matanya untuk aba-aba selanjutnya sambil menunggu apa yang akan keluar dari semak-semak.


''Astaga ''celetuk kleaf pelan kaget bukan main bagaimana tidak pistol langsung mengarah kearah kepalanya.


Tugas belum terselesaikan nyawa sudah berada di ujung pistol ,semua saling menatap tajam setajam silet mereka masih belum sadar dengan ke anehan di sekitar .


''Siapa?''tajam Teo pelan pistolnya masih melekat di atas telinga kleaf .


''Apa ?''ikut bertanya tanpa rasa takut meski pistol itu akan meluncur kapan saja .


''Jawab !saya tahu anda pasti mengerti apa yang saya maksud!''


''Oh ,hanya sebuah ujung pistol bukan ?''ejeknya lagi .


Teo semakin menekan pistolnya dengan tenang ini masih belum seberapa di bandingkan dengan tekanan yang sering dia dapatkan dari Alex .


''Iya ,ujung pistol ini yang akan mengirimmu ke neraka jika tidak memberikan jawaban atas apa yang saya tanyakan ''


Mereka berdua berdebat hingga membuat anak buah masing-masing kewalahan dengan tingkah keduanya ,apa mereka tidak bisa berpikir? jika perdebatan itu terdengar oleh penjaga bukankah sia-sia mereka berada di sana ?mungkin saja misi keduanya akan gagal bila itu terus berlanjut....


Tanpa Teo ,kleaf dan yang lainnya sadari sebenarnya para penjaga itu sudah sadar dengan kehadiran mereka semua bukan hanya dari kedua kelompok itu melainkan ada kelompok lain yang sudah terlebih dahulu berada di sana hanya saja mereka sudah mendapat perintah untuk berpura-pura tidak mengetahuinya serta bersikap seperti biasanya .


_____

__ADS_1


Baru saja Lexa tiba di kediaman Diarta ,dia di antar oleh Resta yang akan pergi ke kantor sepasang pengantin baru itu memutuskan untuk tidak menginap lagi di hotel toh buat apa?tidak ada yang bisa di lakukan keduanya ,apalagi malam pertama yang belum terlaksana bukan?


''Sayang ,nanti malam aku jemput ''Resta mencium kening Lexa sebelum keluar dadi mobil .


''Hm ...panda imut boleh tidak malam ini kita menginap di sini?''Lexa merasa tidak enak tapi dia ingin melakukan sesuatu di mansion ini lebih tepatnya di ruangan rahasianya.


''Boleh ,apa pun untuk tuan putri ''


Cup...


''Terimakasih ''Tanpa menoleh Lexa melenggang masuk kedalam mansion membiarkan Resta sejenak mematung .


''Dia sangat menggemaskan entah sampai kapan aku harus menunggu hari itu tiba ''lirihnya melihat Lexa sudah tidak terlihat dia melajukan mobilnya kembali keluar dari halaman mansion diarta.


''Ck...apa yang aku ucapkan tadi ?sabar Res pasti setelah ini akan ada lebih banyak kebahagiaan dan juga lebih banyak cinta'' senyum tersungging ,dengan perasaan senang akhirnya sampai di kantor .


''Assalamu'alaikum mom,oma!''teriak Lexa seperti biasa jika sudah berada di mansion Deluxiz ya...hanya di mansion ini dia berteriak sepuasnya .


''Wa'alaikum salam ''ucap Freya dan Reya yang bersamaan keluar dari dapur .


''ponakan lucknut tidak usah berteriak bisa ?lihat telinga tante mu ini sampai berdengung ''keluh Vely dia melangkah kan kakinya ke ruang keluarga.


Di lanjut Freya dan Reya yang sudah berada disana terkekeh pelan melihat kejahilan Lexa yang masih saja seperti dulu .


''Tante tidak punya rumah sendiri ya ?kenapa selalu menumpang disini ?sekali-kali minta om Arya beli rumah biar ponakanmu ini main kesana ''


''Tante kesini berkunjung bukan menumpang ya...lagian ini juga rumah dady sama momy tante jadi suka-suka lah''


''Berkunjung kok tiap hari ,bawa buah tangan tante jangan bawa buah bibir iya kan mom? lagian tante ini sudah tua buat baby kek masak om Arya di tinggal terus keburu karatan baru tahu rasa ''cecar Lexa panjang kali lebar sambil terkikik sendiri .


Vely mendelik ke arah Lexa yang bersiap-siap akan kabur dan benar saja belum juga Vely mengeluarkan suaranya Lexa sudah kabur lebih dulu membuat Freya,Reya tertawa sedangkan Vely berwajah masam .


''Sudahlah Vel benar apa yang di katakan Lexa kapan kamu akan memberikan momy cucu?''tanya Reya.


''Sedikasihnya saja mom'' celetuk Vely santai karena mau bagaimanapun kalau belum di beri kepercayaan mau bagaimana lagi .


''Mom ,kita hanya bisa berusaha dan yang di atas yang menentukan jangan terlalu menekan Vely .insyaallah jika sudah waktunya pasti akan di beri kepercayaan ''Freya lembut dan mendapat anggukan dari Reya yang mengerti .Vely bersyukur mempunyai kakak ipar yang bijaksana,kata-kata yang di ucapkan selalu bisa menenangkan siapa saja .

__ADS_1


''Baiklah kita kedapur melanjutkan masak yang tadi sepertinya kita perlu menambah menu lagi karena malam ini kita akan makan bersama dengan keluarga lengkap ''ucap Reya ,Ketiganya akhirnya pergi ke dapur


_____


Di ruang rahasia Lexa sedang berkutat dengan banyak layar di depannya mencari petunjuk entah dia dapat atau tidak setidaknya dia berusaha keras ini sudah sangat lama ,dia tidak bisa untuk menyerah sekarang meski semua keluarga sudah ikhlas .


''Siapa?''batin Lexa sungguh dia sangat penasaran dengan seseorang itu entah dia laki-laki atau perempuan .


Lexa mengetik keyboard di depannya dengan sangat cepat gerakan tangannya bahkan tak terlihat di mata orang awam namun bisa di ketahui oleh orang tertentu .


''Jadi para penjaga itu sudah menyadari keberadaan anak buahku ?dan mereka...apa anak buah kakak terus yang memakai kaos perempuan itu ?pasti anak buah panda imut ''


Lexa mengarahkan kamera mini hasil ciptaannya untuk memasuki kampung itu namun gagal seperti ada sesuatu yang menghalangi sudah berulang kali Lexa mencoba namun tetap saja tidak bisa ,hanya bisa melihat dari jauh saja.


''Ada apa sebanarnya di kampung itu ?siapa sebenarnya kepala desa di sana ?''Lexa memperbesar gambar di depannya dan merasa mengenal seseorang yang berada di antara kerumunan sedikit orang itu meski buram dengan mata tajamnya Lexa mampu menebak siapa orang itu .


''Bukankah itu...iya orang itu aku harus segera memberitahukan pada kakak besok ''Lexa menyimpan gambar itu dan memindahkannya pada ponsel untuk di tunjukkan pada Alex .


''Semoga saja kali ini berhasil ,adek cantik tunggu kakak ''


''Kakak akan bawa kamu pulang ''


Lexa mematikan layar di depannya setelah itu dia keluar dari ruangan rahasia menuju kamarnya,pikirannya bercabang-cabang setelah sampai di kamar Lexa langsung beristirahat untuk mendinginkan otaknya yang sepertinya hari ini sudah penuh .


terimakasih dukungannya 😁🙏


like


komen


vote


share pun boleh ...


hadiah pun boleh ....


see you next time 😊✌

__ADS_1


__ADS_2