Kembar Genius

Kembar Genius
nasehat ...


__ADS_3

selamat membaca 😊


''Ada apa sayang?''kenapa cemberut tanya reya .


''Kenapa tidak di makan ,hm?''tanya freya lembut.


Mereka sedang berada di meja makan namun berbeda dengan biasanya, pagi yang di mulai dengan heboh kali ini si kembar makan dengan wajah yang tidak mengenakkan dan muram membuat semuanya penasaran kecuali alex yang santai tanpa beban.


Aura-aura panas menelisik keluar dari si kembar yang duduk bersebelahan dengan tatapan dingin,datar,cuek,cemberut semua menjadi satu.


''Pembohong.''ucap alex .


''Ingkar janji.''sahut lexa


Mereka hanya mengucapkan satu kata itu,reya melirik suaminya yang duduk di sebelahnya meminta penjelasan,namun diarta hanya mengangkat bahu pertanda tidak tahu apa yang sedang terjadi pada si kembar hingga bermuram durja.


Freya yang mengerti apa yang di maksudkan keduanya melirik kearah alex suaminya dia merasa bersalah pada si kembar,namun apa yang di lihat freya sekarang alex sama sekali tidak merasa bersalah dan malah santai dengan makanan yang penuh di dalam mulut.


''Aku sudah selesai ''alex berdiri berjalan keluar dari ruang makan menuju mobil yang sudah tersedia di depan rumah unruk mengantar keduanya kesekolah.


''Aku juga''timpal lexa mengikuti kakaknya keluar ,mereka berdua berangkat kesekolah tanpa berpamitan pada siapalun yang berada di ruangan itu.


''Ada apa kak sama ponakanku itu? ''Tanya ovely yang sudah menahan penasarannya sedari tadi dengan tingkah si kembar.reya dan diarta juga penasaran akhirnya ikut mendengarkan dan ingin tahu ada kejadian apa .


''Ini gara-gara mas alex membawaku dari kamar si kembar,mom''keluh freya dirinya merasa bersalah namun harus bagaimana lagi freya pun tidak tahu karena sudah terjadi.


''Alex,alex...kamu ini masih saja,ini sama anak sendiri lo?kamu mau gak di sapa sama mereka?''ucap reya langsung sambil menahan geramnya.


Alex diam tidak menjawab.


''Ck.ck.ck jangan egois dong kak ...kasihan,mereka masih kecil masih butuh kak freya''timpal ovely meski tidak tahu apa permasalahan yang sebenarnya namun di lihat dari apa yang dia tahu pasti gara-gara kemarin.


Alex menatap freya lembut ,namun freya memalingkan wajahnya kemudian freya berlalu pergi masuk kedalam kamar selera makannya hilang entah kemana.hormon ibu hamil membuatnya sedikit tidak nyaman dan mudah merubah suasana hatinya.


''Alex ingat istrimu sedang hamil,apapun keinginannya harus kamu penuhi sekalipun itu sangat sulit''tekan diarta memberikan nasehat pada anaknya yang memang kurang peka soal keluarga.


''Dan istrimu tidak boleh stres ,itu mengganggu perkembangan janin yang ada di dalam kandungan freya'' timpal reya lagi menambahkan ucapan suaminya.

__ADS_1


''iya kak aku dengar sih ibu hamil itu kemauannya sering berubah-ubah,jadi sebisa mungkin kakak harus siap siaga''sambung ovely.


alex mendapat ceramah dari kedua orang tuanya juga adiknya dan alex hanya mendengarkan dengan diam entah akan di laksanakan atau hanya sekedar mendengar saja.


______


''Kak apa tidak apa ,melakukan ini sama dady?''


''Kamu adik kakak apa bukan?''tanya alex.


''Adik kakaklah ''sewot lexa karena alex masih bertanya.


''Ya ,sudah ikuti apa kata kakak''ucap alex


''Tapi...''


''Emang kamu gak mau tidur lagi bareng momy?''


''Mau ...tapi kan momy sudah ada dady''jujur lexa pelan.


''Iya,juga ya ....''pikir lexa lagi karena takut melukai persaan dadynya.


''Nah ..itu tahu''


''Hm,sekarang gimana rencana selanjutnya?''tanya lexa lagi menatap kakaknya menanti jawaban.


''Lihat nanti saat kita pulang kerumah,sekarang coba kamu lihat keadaan di rumah dulu''suruh alex .


''Nunggu istirahat nanti siang kak''


''Ya, sudah ayo masuk suara bel sudah berbunyi.


Mereka pun berjalan memasuki kelas dan duduk di tempat masing masing,hingga guru datang dan memulai pelajaran.


_____


''Sayang ,kapan kita akan pindah dari kontrakan butut ini?''tanya weny pada anaknya karena dirinya sudah merasa tidak tahan berada di kontrakan sempit dan juga kumuh.

__ADS_1


''Sabar dong bu,mau bagaimana lagi sekarang hidup kita susah tidak seperti dulu lagi''.ucap wina dengan sorot mata menyendu.


''Gimana dengan tunangan kamu itu?katanya akan segera menikahimu?apa hanya ucapan kosong belaka?''tanyanya lagi pada anaknya karena beberapa minggu ini calon menantunya tidak kunjung datang menjemput.


''Sudah bu,jangan bahas orang itu kita sudah berakhir sejak dia mengusir kita dari tempatnya.''Wina merasa sedih apakah ini adalah hukuman atas segala kejahatannya, wina mengingat saat dia di usir dari rumah tunangannya dan ibunya tidak tahu itu.


''Bagaimana bisa ?pokoknya ibu tidak terima''ucap weny berapi-api karena memang dirinya tidak mengetahui apa yang sedang terjadi.


''Sudahlah bu ,mungkin ini hukuman atas apa yang telah kita lakukan selama ini''ucap wina lembut dirinya duduk di samping ibunya dan mengelus tangan paruh baya itu dengan sayang.


''Harusnya kita bahagia sekarang tapi setelah di ingat-ingat kita sendiri yang membuat hidup kita seperti ini bu,banyak dosa yang telah kita lakukan bahkan kita tidak meminta maaf''sambung wina dirinya menjeda kalimat selanjutnya menarik nafasnya dalam ,dia berniat mengatakan sesuatu yang mungkin akan di tolak oleh ibunya tapi wina akan berusaha cukup satu kali tidk lain kali melakukan kejahatan.


''Bu,wina minta maaf ya bu ,wina belum bisa membahagiakan ibu sampai saat ini.wina mohon ibu bisa berubah demi wina,demi hidup kita''mihon wina pada ibunya weny berharap agar ibunya berubah.


''Kita tata kembali hidup kita seperti dulu bu ...berdua ibu dan aku,bagaimana?''wina berbicara panjang lebar agar ibunya mengerti bahwa semua sudah berubah.


''Tapi sayang...''weny ingin menolak namun melihat wina yang sudah sedikit berubah membuatnya merasa sangat malu namun ada rasa bangga karena anaknya sudah beranjak dewasa.


pelajaran yang mereka petik sungguh sangat banyak,weny ingin berubah namun entahlah apa dia bisa seperti dulu sebelum dirinya merasakan kemewahan.


''Bu.. wina mohon ''ucap wina kembali menyadarkan lamynan weny ibunya.


''Baiklah,demi kamu ibu akan lakukan apapun ''pada akhirnya weny luluh dengan kesungguhan wina.


''tidak masalah bu,pelan-pelan dulu''ucap wina lembut.


weny tersenyum anaknya sudah sangat dewasa tidak ada lagi wina yang merengek karena sesuatu dan tidak ada wina yang semua keinginanya selalu harus dipenuhi tidak ada wina yang kasar,sekarang hanya ada wina yang lemah lembut dan selalu tersenyum meski di dalam matanya tersirat kesedihan.


''maaf...ibu malu pada diri ibu sendiri dan juga malu padamu''weny menitikkan air matanya.


''tidak perlu minta maaf bu,mulai sekarang kita saling mengingatkan''ucap wina lagi dan di angguki weny.


terimakasih dukungannya...😊


author lagi sakit jadi tidak bisa update biasaaya sih dua hari sekali ,do'akan semoga cepat sembuh dan author bisa update lagi ...


see you next time.

__ADS_1


__ADS_2