
selamat membaca 😊
Suara burung terdengar merdu bersamaan dengan kilauan matahari yang memasuki jendela kamar sepasang kekasih yang masih tertidur dengan lelap hingga salah satu di antaranya terusik hingga mengerjapkan matanya dengan pelan.
Sedangkan yang satunya masih tidur terlelap tanpak tidak terusik sama sekali dengan suasana pagi yang masih dingin menurut sebagian orang itu .
Resta tersenyum senang padahal harusnya dia kecewa karena semalam dia jadi gagal melaksanakan rencana yang sudah dia susun ,tidak bisa di pungkiri gadis di depannya ini memang membuatnya mabuk mabuk cinta maksudnya dan tidak bisa marah berlama-lama .
''Sepertinya aku harus menghukummu sayang ,berani sekali kamu tidur duluan ''gumannya pelan, Resta mengelus bibir mungil istrinya yang sejak tadi sudah sangat menggoda kemudian dia mengecupnya pelan meski hanya menempel itu sudah cukup membuatnya bergairah .
Berkali-kali Resta mengecup bibir manis itu bahkan
Lexa masih tetap saja terlelap,tanpa sadar Resta meneruskan kegiatannya mengecup seluruh wajah Lexa hingga turun ke leher membuat sang empu sedikit mengeluarkan suara yang mana membuat Resta semakin berpacu dengan gaurahnya.0
Resta terkekeh pelan istrinya itu terlihat lucu meski sedang terlelap setelah itu turun ke pegunungan dimana keduanya tempat yang indah untuk bermain-main .
''Hm...ukh ...panda imut apa yang kamu lakukan?ahk......''Lexa sedikit mengerjap kan matanya hingga ketika Resta memiting membuat Lexa sedikit kaget dan juga langsung melototkan matanya .
''Hm...ini sangat menyenangkan''ucap Resta di sela-sela dia bermain ,api gairahnya semakin membara .
''Pelan ...ukh ....''pelan Lexa menikmati permainan suaminya ,hingga Resta medongak se akan meminta izin melakukan lebih dari yang dia mainkan.
Lexa mengangguk pasti entah itu sekarang maupun selanjutnya hak itu tetap akan dia berikan ,sekarang tinggal menikmati apa yang ada di depan matanya .
Setelah mendapat izin Resta menyusuri seluruh lekuk tubuh istrinya dan terjadilah sesuatu yang seharusnya sudah terjadi di malam pertama mereka sejak menikah.
Pagi yang dingin tapi tidak untuk kedua orang yang memadu kasih sedangkan yang berada di sebelah kamar Lexa hanya mengusap wajahnya kasar dengan wajah sedikit memerah siapa lagi kalau bukan si dingin yang berwajah datar Alex yang baru saja bangun dan hendak pergi ke kamar mandi malah mendengar suara-suara meresahkan .
Jakun nya naik turun jika saja dia tidak berjanji mungkin saat ini dia akan pergi kerumah istrinya dan meminta lebih dari pada harus mendengar suara yang meresahkan itu .tanpa menunggu lama Alex langsung masuk ke kamar mandi tidak terlalu lama dia sudah keluar setelah selesai memakai pakaian kerjanya dia keluar dari kamar dengan terburu -buru.
_____
Freya dan Reya sedang berkutat di dalam dapur di ikuti Lyly yangbl membantu keduanya membiarkan para pelayan mengerjakan yang lainnya ,pagi ini suasana mansion semakin menghangat dengan kehadiran adek cantik .
Alex yang baru saja duduk di meja makan yang kosong karena memang ini masih terlalu pagi untuk sarapan namun apalah daya dari pada di dalam kamar lebih baik keluar bukan?
Alex tersenyum se akan apa yang terjadi dengan dirinya barusan menguap begitu saja apalagi melihat ketiga perempuan yang berada tidak jauh dari pandangannya sudah sangat lama ,senyuman itu kembali menghiasi di wajah dingin dan datarnya.
''Jangan memandang istriku terlalu lama ''tiba-tiba Alexo muncul dengan pakaian santainya sembari duduk tidak jauh dari Alex .
''Meskipun kamu anakku tetap saja tidak boleh !''posesif Alexo menekan kan kata di akhir kalimat yang dia ucapkan .
__ADS_1
''Cih...Yang di sebut istrimu itu adalah momy ku ,jadi aku tidak perlu persetujuanmu ''Alex merotasikan bola matanya dengan wajah dinginnya ,dia merasa jengah setiap kali dadynya posesif padahal anaknya bukan orang lain lalu apa kabar jika itu orang lain?mungkin di cincang sampai tak berbentuk.
Kedua orang dingin itu kembali berdebat se akan tidak ada habisnya hingga membuat ketiga perempuan yang sedari tadi sibuk memasak terganggu.
''Al bantu momy melerai kedua beruang kutup itu''
''Baik ,momy''patuh Lyly.
''Sekalian tata makanan ini di atas meja ya sayang''ucap Reya .
''Baik ,oma ''senyum Lyly .mengangkat dua piring yang berisi lauk kesukaan kakak dan dirinya melangkahkan kakinya pada kedua orang yang sedang asyik berdebat .
''Pagi Dady ,pagi kakak ...apa yang kalian debatkan sepagi ini ?sepertinya seru boleh ikut?''tanya Lyly tersenyum sambil meletakkan dua piring lauk di meja makan .
''Tidak ada ''ucap keduanya serempak .
''Tapi tadi Lyly dengar kok dari dapur ''
''Bukan apa-apa''ucap lagi keduanya serempak bahkan Freya dan Reya menggelengkan kepala dari dapur mendengar jawaban keduanya .
''Wah ...sepertinya seru boleh opa ikut juga ?''diarta yang juga baru keluar dari kamarnya langsung menuju meja makan dimana dia mendengar suara anak dan cucunya yang berdebat entah apa .
''Pagi opa ,ini dady sama kakak sedang berdebat terus Lyly mau ikut malah katanya tidak ada apa-apa''ucap Lyly.
''Baik opa ''Lyly berjalan mendekat kemudian duduk di samping Diarta.
Freya dan Reya datang membawa sebagian makanan kemudian menata di atas meja setelah itu keduanya pun duduk di tempat masing-masing ,mereka sarapan dengan tenang tanpa menimbulkan suara meski anggota kurang lengkap namun kehatan itu tetap ada .
_____
Siang hari
Ketukan pintu yang berulang membuat tidur dua orang yang menghabiskan peluh karena olah raga pagi terusik baru saja mereka terlelap .
Resta yang membuka mata terlebih dahulu sedikit menggerutu pelan tapi tetap meraih pakaiannya yang berserakan dan memakainya sebelum membuka pintu .
''Pasti momy mertua ''gumannya pelan sambil melangkahkan kakinya ke arah pintu dan benar saja setelah pintu terbuka Freya memandang menantunya sedikit memincingkan mata bukannya tidak mengerti tapi apa tidak malu ?
''Zaman sudah berubah ,haish ''batin Freya menggelengkan sedikit kepalanya melihat menantunya yang acak-acakkan apalagi dengan tanda ke unguan yang tercetak jelas ,dia saja yang melihat malu .
''Bersiaplah ini sudah siang kalian belum makan bukan?lanjutkan lagi kegiatan kalian setelah makan
__ADS_1
Tidak baik melewatkan sarapan pagi ''ucap Freya lembut kemudian melangkahkan kakinya pergi dari hadapan Resta.
Resta yang masih setengah sadar menutup kembali pintu kamar ,mengambil handuk dan masuk ke kamar mandi dia belum sadar apa yang terjadi.
Baru saja masuk ke kamar mandi dan mencuci muka Resta tersadar setelah melihat menampakannya sendiri di cermin ,malu ....wajahnya makin memerah .
''Pantas saja momy mertua memincingkan mata melihat ku tadi ,memang menantu tidak tahu malu kau Res''gumannya pelan pada diri sendiri .
Di kantor Alex yang sebanarnya masih mengingat kejadian pagi tadi tidak bisa fokus mengwrjakan pekrjaannya bagaimana tidak suara-suara yang meresahkan itu mengikutinya se akan ada yang memutar setiap kali dia mwncoba untuk fokus bekerja.
''Benar-benar ,aku harus pergi menemui istri kecilku setidaknya di sana bisa tenang iya meski tidak bisa bermain lebih apa salahnya bermain yang lain''gumannya pelan .
Alex mengambil kunci mobilnya keluar dari ruangan tidak ada yang menanyakan dia akan pergi kemana karena Arya pergi berbulan madu ,Lexa pasti masih dirumah jadi hari ini full dia menyetir sendiri .
Sedangkan disisi lain kedua anak buah yang di tugaskan oleh Resta maupun Alex dan juga Lexa masih menunggu perintah selanjutnya ,iya mereka masih berada di sekitar kampung itu .
Sepertinya ketiga orang itu lupa memberikan kabar pada anak buah mereka bahwa Lyly sudah bersama mereka .
''Sampai kapan kita akan mengintai begini?''teo
''Iya ,kamu benar aku sudah sangat merindukan istri dan juga kasur empuk ku ''
''Kau pikir dirimu saja?aku juga merindukan istri dan anakku ''
''Eh...aku kira kamu jomblo''ucapnya tanpa dosa .
''Mau ku bunuh?''teo menatap tajam.
''Jangan bagaimana nasib istriku jika aku kau bunuh ''
''Iya menikah lagi lah''ucap teo enteng .
Keduanya berbincang-bincang bahkan lebih serius dari pada anak buah Lexa yang tidak berada jauh dari mereka berdua .
terimakasih dukungannya 🙏😁
like
komen
vote
__ADS_1
tinggal beberapa bab lagi semangat 💪💪💪
see you next time ✌