
Dalam perjalanan di dalam mobil dalam hening tidak ada kata sepatah katapun hingga suara perut lexa terdengar menggema di dalam mobil .
Semua pandangan mengarah ke lexa yang di pandang hanya tersenyum cengengesan .
''Hehehe,,,, mom lexa lapar.''mengangkat dua jari tangan yang satunya mengelus perutnya.
''Bukannya tadi kamu sudah makan?bahkan seperuh bagianku kamu habiskan juga.''ucap alex.
''Aku masih lapar kak?hehehe.''
''Perutmu memang seperti karet tidak pernah berhenti melebar.''cibir alex .
''Aku hanya lapar kak,,, ''lexa mengerucutkan bibirnya .''bukan melebarkan perutku .''kilahnya lagi.
''Terserah .''
Kembali hening hanya saja lexa terus saja mengerucutkan bibirnya membuat sang dady yang melihatnya tersenyum gemas menatap putrinya .sedangkan freya hanya diam melihat semua drama yang berada di depannya.
Tiba tiba alexo membelokkan mobilnya dan berhenti di sebuah rumah makan yang bisa di bilang cukup mewah dan untuk kalangan atas saja di lihat dari bangunannya .
''Dady kenapa kita berhenti di sini?.''tanya lexa antusias pasalnya baru kali ini dirinya kesini.
Alex memincingkan matanya menatap tajam sang dady seolah- olah bertanya kenapa harus kesini bukannya langsung pulang?
Seakan mengerti dengan tatapan yang di berikan oleh si dingin dirinya tersenyum,berusaha tenang meski dalam hati mencelos .
__ADS_1
''Girl katanya kamu lapar,,,, hm ayo kita makan dulu .''sembari menarik lexa kedalam gendongannya dan langsung masuk kedalam restoran.
''Ayo sayang kita masuk.''ucap alexo pada freya mengabaikan tatapan tajam si alex kecil yang semakin menghunus .
Freya hanya mengangguk dan menuntun alex putra sulungnya bersamanya masuk kedalam restoran itu.
Begitu duduk alex merasa waspada seakan ada seseorang yang selalu mengintai di tempat itu tapi entah kenapa perasaan mengintai itu bukan tertuju pada dirinya tapi pada seseorang yang berada di sekitarnya.
Alex melirik kearah yang menurutnya mencurigakan ada seseorang yang mengintai tidak ada yang sadar kecuali dirinya.
Alex memberi kode dengan santai pada lexa melalui siulannya lexa mengangguk mengerti.
''Mom,,, dad sepertinya lexa mau ke toilet .''lexa berpura pura memegang perutnya kemudian mendekat kearah alex .
''Baiklah apa kalian bisa?.''tanya freya.
''Tentu''ucap keduanya.
Setelah sampai di depan toilet lexa langsung bertanya penasaran.
''Kak ada apa?.''meski persaannya sendiri tidak enak lexa tetap bertanya.
''Jangan banyak bicara cepat buka laptopnya.''
__ADS_1
''Tapi kak aku hanya bawa ini.laptopnya ada di mobil dady tadi''ucap lexa menunjukkan ipadnya.
''Tidak masalah.''ini saja cukup.
''sekarang retas semua CCTV yang berada di gedung ini.''titah alex.
''Tunggu kita pindah dulu dari sini.''ucap lexa kemudian menarik sang kakak ke samping toilet dekat tangga yang menurutnya sepi.
Setelah duduk lexa kemudian memainkan jarinya di atas ipadnya dengan lincah tidak sampai lima menit semua layar cctv yang berada di restoran itu sudah berada di tangannya.
''Maaf tuan kita gagal mencari dia.''
''Beri kami kesempatan bos .''ucapnya dengan nada bergetar.
Takut itulah yang dirasakan sang ketua karena baru kali ini dia gagal mencari seseorang dan kali ini nyawanya berada di ujung tanduk pria yang berada di depannya tidak kenal ampun entah itu pria,wanita maupun anak anak tidak ada kata maaf dalam kamus pria misterius itu .
GAGAL BERARTI MATI
''Dua bulan tidak satu bulan ,jika tidak kalian akan tahu akibatnya.''dengan nada dingin dan hawa membunuh pria itu memberi kesempatan terakhir pada anak buahnya.
''Terimakasih tuan.''sang ketua langsung undur diri.
Pria itu membayangkan jika nyawanya melayang di tempat merasa ngeri kemudian pria itu melenggang pergi dan memanggil semua anak buahnya yang berada di mana mana memberikan intruksi secepatnya untuk menemukan seseorang .
__ADS_1
jika tidak bukan hanya nyawanya saja tapi nyawa seluruh anak buah dan keluarganya yang akan binasa.