Kembar Genius

Kembar Genius
wina & lan 1


__ADS_3

selamat membaca 😊


Setelah selesai makan wina membereskan sendiri tempat makannya serta mencucinya sendiri dia melarang pelayan yang akan membereskan piring di depannya.


''Tunggu biar saya sendiri saja yang bereskan ''ucapnya tidak enak karena sudah makan banyak masak iya orang lain yang membereskannya kan malu .


''Tapi ...nona....''pelayan itu melirik kearah kepala pelayan yang sedari tadi berdiri tidak jauh dari wina meminta persetujuan kepala pelayan hanya mengangguk karena dia juga sudah di beri kode oleh tuannya yang juga berada di sana di balik dinding.


''Sudahlah ,kalian sudah membuatkanku makanan enak apa salahnya aku berterimakasih dengan caraku ,apa harus membayarnya dulu?''tanya wina di akhir kalimat jika wina yang dulu mungkin dia tidak akan pernah menyentuh apapun apalagi membereskan.


''Tidak nona...iya silahkan''pada akhirnya pelayan itu pasrah biarlah nanti dia mendapat hukuman .


Sedangkan di sisi dinding Lan tergelak sambil tersenyum sendiri mendengar pertanyaan wina ,tidak mungkin kan calon nyonya di rumah ini harus bayar hanya untuk beberapa makanan enak .


''Perubahan yang bagus ''batin Lan kemudian dia melangkah pergi dari ruang makan ke ruang keluarga.


Setelah itu Lan memberi perintah selesai wina menyelesaikan mencuci piring untuk menemuinya


Lan merasa lucu mengingat dengan ucapan wina tadi dirinya terus saja tersenyum tanpa perduli pada para pekerjanya yang berlalu lalang .


Setelah selesai membereskan meja kemudian wina mencuci piringnya sendiri ,dia merasa malu apalagi ini di rumah orang dan dia makan dengan lahap menghabiskan makanan yang terhidang di depannya tadi.


''Haish ada apa denganku seperti tidak pernah makan saja ''


''Bagaimana jika tuan rumah ini marah jika aku menghabiskan makanannya ..habislah aku ..bagaimana ini.''tangan nya tak berhenti dari kegiatannya hingga kepala pelayan menghampirinya.


''Nona silahkan ikut saya untuk menemui tuan''ucap mate pelan dengan nada sopan setelah melihat wina selesai mencuci piring .


Deg... jantung wina berdetak kenjang keringatnya mulai berjatuhan meski hanya sedikit .


Wina mengikuti kepala pelayan mate dari belakang


,dia mulai takut setelah tadi makan menghabiskan semuanya pikirannya sudah mulai berkelana entah kemana dan berpikir tidak-tidak.


______

__ADS_1


''Maukah kamu menikah denganku ?''tanya Lan


Mereka sekarang berada di ruang keluarga di masion ini saling berhadapan sedikit jarak di antara mereka,sambil memegang tangan wina erat kali ini dia tidak boleh menunda rencana yang sudah dia susun beberapa minggu ini ,sangat jarang ada kesempatan.


''Menikah?dengan mu?''beo wina masih tidak percaya tentu saja mendengar itu wina sangat shock apalagi mereka baru bertemu dan apa pria di depannya ini langsung mengajak menikah.


''Tentu saja denganku,bukankah tadi aku sudah melamar mu!''tentu dengan nada lembut tidak seperti pada saat baru pertama kali bertemu,pertemuan keduanya di liputi kebencian .


Wina yang pada saat itu masih benci pada freya yang beruntung sedangkan Lan benci pada wina karena dia sungguh tega pada adikya meski bukan adik kandung namun tidak pantas untuknya melakukan itu ,apalagi membuatnya menderita.


Blang...alias kosong itulah pikiran wina saat ini tidak ada hujan maupun angin tiba-tiba ada yang melamarnya mendadak dan tidak romantisnya pula ,wina melamun di depan Lan dengan ekpsresi sulit di artikan.


''Bagaimana?''tanya Lan lagi dia masih belum melepaskan genggamannya dari tangan wina.


''Tidak mau,ini pasti akal-akalanmu setelah menikah denganku kau akan menjerat adikku.tidak bisa aku tidak ingin menjadi pelarianmu,tidak akan karena itu sangat melelahkan''jawab wina panjang kali lebar yang sontak membuat Lan terperangah .


Kesalapahaman terjadi wina tidak mau pria yang sebelumnya mendekati adiknya sekarang malah melamarnya ,wina tidak mau hanya di jadikan sebagai pelarian apalagi ini adalah pertemuan ke tiga dengan pria itu, dia masih belum mengenal Lan dengan baik juga tidak ada rasa cinta untuk Lan.


''Aku memaksa ''ucap lan lagi,dia merasa kesal dengan penolakan wina apalagi mendengar perkataan gadisnya ini padahal dia sudah mengumpulkan keberanian untuk melamarnya .


''Kamu tidak berhak menolak,karena sudah aku putuskan hanya kau milikku tidak untuk orang lain''dengan nada dingin dan suara keras serta tatapan tajam yang di arahkan ke wina.


Wina yang seperti di bentak dan melihat tatapan tajam itu seketika merasa takut akhirnya dia menunduk ,matanya mulai berkaca-kaca baru kali ini ada orang yang berbicara dengannya dengan suara keras kalau ayahnya dia akan diam karena memang dia salah tapi ini orang lain yang baru dia temui beberapa kali bayangkan betapa tidak sedih dan takut ....


Lan tersadar dengan apa yang dia perbuatnya melihat wina yang mulai terisak dadanya sesak ,sungguh dia tidak bermaksud membuat gadis kecilnya itu menangis apalagi takut.melangkah lecil menghampiri wina dan merengkuhnya dengan lembut dan meminta maaf karena telah membuatnya ketakutan .


''Tolong jangan menolakku ,aku sudah menunggu lama untuk ini''suara Lan sangat lirih tapi masih mampu di dengar wina.entah kenapa wina tidak sadar jika dirinya berada di pelukan Lan dadanya berdetak dengan kencang begitupun Lan sendiri dia tidak bisa mengontrol suara yang berada di dalam dadanya itu yang semakin cepat dan tak karuan,keduanya pun diam dan larut dalam pikiran masing-masing.


''Berikan aku waktu''spontan kata itu keluar dari mulut wina .dia tidak tega melihat raut wajah Lan yang sendu dan terlihat sedih.


Lan terdiam ..dia masih belum mengerti dengan ucapan wina,tentu saja wina terlihat kesal karena Lan tidak merespon meski sudah dia goncang tubuh lan.


''Aku bilang berikan aku waktu satu minggu setelahnya aku akan menjawab lamaranmu''kesal wina hampir saja dia memukul kepala Lan yang menatapnya cengo.


Beberapa detik kemudian Lan sontak baru sadar dengan ucapan wina dia tersenyum lembut dan langsung memeluk wina erat untuk yang kedua kalinya meski awalnya berontak namun pada akhirnya hanya bisa pasrah dari pada nanti ada kejadian lainnya .

__ADS_1


''Tidak apa ,dia belum menolakku jadi masih ada kesempatan ''batin lan senang masih memeluk wina erat.


''Tolong,bisa lepaskan pelukanmu karena aku tidak bisa bernafas dengan benar''guman wina pelan tenaga sudah habis apalagi suaranya yang terkesan bersembunyi di balik lehernya tercekat.


''Maaf ''ucap lan melepaskan pelukannya karena saking senangnya dia tidak sadar dengan apa yang dilakukannya .


_______


Dalam perjalanan pulang wina menatap kosong kearah luar jendela dan itu bisa di lihat oleh Lan yang berada di samping itu.dia tadi memaksa untuk mengantarkan wina karena hari sudah sangat malam .


''Hm..''


''Apa aku membuatmu takut?''tanya lan lembut tentu saja kelembutan itu hanya untuk gadisnya seorang.


''Iya,tapi tidak sekarang ''singkat Wina menoleh kearah Lan sebentar kemudian kembali melihat keluar kaca mobil .entah ada apa dengan jantungnya kali ini hanya menatap pria di sampingnya sebentar sudah berpacu lebih cepat.


Lan pun begitu jika tidak mencoba menetralkannya mungkin akan terdengar keluar debaran di dadanya itu.


Keadaan di dalam mobil kembali hening tidak ada pembicaraan lagi di antara keduanya .setelah sampai di depan kediaman pratama wina langsung turun dia tidak mau berlama-lama lagi di dalam mobil kalau tidak dadanya serasa akan meledak .


Lan melihat gadianya itu masuk hanya tersenyum geli ,wina sangat menggemaskan dimatanya .


Ingin rasanya dia membawa wina pulang dan mengurungnya di kamar seharian.


'' sabar Lan ,sebentar lagi''batin Lan .


''Jalan !''perintahnya pada sang asisten yang sekaligus merangkap sebagai sopir jika se waktu sopir tidak masuk kerja.


Mobil itu keluar dari kediaman pratama ,wina yang berada di balik jendela hanya melihat mobil itu hingga tak terlihat .setelah itu wina membersihkan dirinya ke kamar mandi berulang kali dia melamun .


''Benarkah dia melamarku?kenapa aku tidak percaya dengannya ?tapi saat bersama dengannya terasa nyaman''batin wina.


wina merebahkan dirinya di atas kasur kemudian menutup matanya pelan dan tidur entah mimpi apa hingga dia tersenyum dalam tidurnya ....


terimakasih atas dukungan kalian 😊

__ADS_1


see you next time ....


__ADS_2