
selamat membaca π
Lexa melangkah kan kakinya dia terkejut padahal kemarin dia hanya bercanda ternyata resta mengikuti ucapannya dia senang namun dia juga sedih entah apa yang dia pikirkan Lexa berusaha tenang .
Dengan senyum yang mengembang dia berjalan dengan anggun tidak seperti biasanya yang terlihat bar-bar haih jaga image banyak tamu undangan yang melihat.
Setelah sampai di depan Lexa ber bicara pelan.
''Ini beneran?gak bohongkan?''
''Iya benar lah !bukannya kemarin kamu yang minta di lamar di depan seluruh keluargamu?''
''Eh iya sih ''Lexa tidak bisa berkata-kata dan tidak bisa mengelak .
''Will you mary me?''untuk yang kedua kali resta bertanya dengan suara lantang agar semua orang mendengar .
''Iya ''singkat Lexa .dia malu bahkan pipinya merona berbeda dari kemarin saat mereka hanya berdua.
Tepuk tangan terdengar namun resta belum puas dia ingin menggoda Lexa biasanya dia yang tergoda dan di jahili kali ini dia ingin menggoda dan menjahili Lexa.
''Iya apa?''
''Iya,mau ''
''Mau apa?''
''Ish ..sudahlah tidak jadi ''Lexa ingin pergi karena dia sudah tidak tahan apalagi semua orang melihat dan seperti sedang mengejeknya.
''Eits ...mau kemana?''resta menarik tangan Lexa hingga terdekap kepelukan nya .
''Panda imut jika kau terus menggodaku jangan salahkan aku tidak ingin menemuimu selamanya''ancam Lexa meski dengan suara pelan resta masih bisa mendengarnya dan terbukti resta langsung berkata .
''Terimakasih atas waktunya ,silahkan nikmati kembali pestanya ''Resta membawa Lexa yang masih berada di dalam dekapannya pergi keluar dari ballroom hotel menuju taman.
Resta melepaskan pelukannya dan menatap lembut ke arah Lexa yang masih merona dia memegang tangan Lexa erat se akan tidak ingin melepaskannya walau apapun yang terjadi .
''Jangan pernah pergi dariku ''lirih resta .
''Jangan pernah hilang dari pandanganku ''lirihnya lagi .
Lexa yang tahu raut wajah resta yang terlihat sedih langsung merasa bersalah tapi karena rasa malu tadi dia terpaksa .
''Panda imut ,aku minta maaf bukan maksud ku begitu ''
Resta memeluk Lexa lagi dengan erat memikirkan bagaimana jika ucapan yang di lontarkan Lexa benar terjadi ?dunia nya akan hancur lebur .
''Panda imut...''
''Aku akan pulang keluar negri dan meminta kedua orang tuaku melamarmu secepatnya ,agar aku selalu berada di sisimu atau akan aku bawa kamu kemanapun aku pergi sama seperti kamu dulu membawaku kemana pun kamu pergi ''resta melepas pelukannya dengan pelan sambi tersenyum.
''Masih malu?''tanya resta sambil menaik turunkan alisnya menggoda.
''Panda imut!!!ish ...''Lexa berteriak sebal rasa bersalahnya hilang entah kemana .
''Sudah duduk kita makan ,di bawah langit malam tidak usah kembali kedalam yang sesak itu apalagi para buaya got itu melihatmu terus ingin ku gampar rasanya ''
''Tapi...''
''Tidak ada tapi-tapian kali ini kamu harus nurut ,semua sudah di persiapkan dengan baik jadi masih aman ''resta memakaikan jaznya ke tubuh Lexa yang terbuka apalagi saat ini malam hari .
__ADS_1
''Ck...semua ini milikku enak saja mereka memandangnya tidak akan ku biarkan ''batin resta yang masih tersenyum namun kesal dalam hati.
Mereka berdua duduk di atas karpet yang sudah di sediakan dengan berbagai makanan ,di temani cahaya langit dan lilin ,romantis bukan ....
Mereka berdua tidak sadar jika ada dua orang yang memperhatikan dari dalam mobil tentu dengan pikiran mereka masing-masing.
_____
Di dalam pesta Alex merasa bosan ,beginilah kalau sedari dulu tidak mempunyai teman sepi dunianya hanya seputar bisnis dan gadisnya siapa lagi kalau bukan rain .
Gadis yang kan selalu membuatnya tersenyum dimanapun dia berada di sampingnya .
''Membosankan se andainya ada rain pasti aku sangat senang ,apa aku kesana saja di sini kan sudah ada dady dan om arya yang menghendle ''guman Alex pelan .
Ide muncul di otaknya dia akan pergi tapi tidak akan memberitahukan pada dadynya cukup om Arya yang tahu jika ada apa-apa om Arya yang akan di salahkan ,Alex mengedarkan pandangannya di ruangan itu mencari keberadaan om yang entah kemana hingga dia menemukan nya di pojok dengan seorang perempuan .
Alex tersenyum dengan sedikit seriangan dia berjalan mengahampiri kedua orang itu tanpa keduanya sadari .
Di sisi Arya dan Vely dia sedang mengobrol dengan sedikit khawatir tentu tanpa sepengetahuan keluarga bosnya .
''Kak bagaimana ini?''Vely merasa tegang dan khawatir .
''Sayang tenanglah ''
''Kita tidak bisa menyembunyikannya terlalu lama kak,aku sangat takut jika dady dan kak Alexo tahu habislah kita ''Vely memegang perutnya yang datar seolah-olah ada sesuatu di dalam sana dan itu tidak luput dari penglihatan tajam Alex yang menghampiri keduanya .
''Menyembunyikan apa?''ucap Alex yang sudah berada di samping keduanya .
Deg...
Keduanya menoleh dan terkejut takut Alex benar mendengar semuanya .
''Saran Alex lebih baik kalian jujur dari pada mengetahui dari orang lain ,jangan sampai calon sepupu ku membesar namun status masih belum di ketahui di mata umum ''ucap Alex tegas dengan nada pelan karena banyak orang takut ada yang mendengar .
''Malam ini adalah kesempatan kalian dan Alex mau izin keluar pesta ini sungguh membosankan ,bye om aku mau ngapel dulu ''Alex meninggalkan keduanya dengan wajah yang tidak bisa di tebak ,yah ahanya Alex yang tahu ....
''Itu benaran Alex?''
''Siapa lagi sayang,itu keponakan tampanmu meski lebih tampan dirinya dari pada diriku ''sadar diri Arya.
''Haish...bagaimana ini sayang? ''
''Seperti yang keponakan tampanku sarankan ,sekarang atau tidak pada akhirnya mereka akan mengetahuinya jadi lebih baik sekarang kita bicarakan setelah pesta ini selesai dari pada nanti mereka tahu dari orang lain bisa lebih mengkhawatirkan meski bisa di tutupi tapi kenyataannya tidaklah mudah ''
''Iya kamu benar sayang ''suara musik terdengar semua orang berdansa dengan pasangan masing-masing entah kenapa ada musik di mainkan tidak sesuai dengan rencana pesta yang sudah di atur .
''Mau berdansa?''tanya Alex masalah itu bisa di pikirkan nanti.
''Kamu ini !masalah sudah seperti ini masih santai saja dan ini malah mau berdansa ''
''Tidak apa sesekali lupakan ke khawatiranmu sayang, mari bersenang-senang sebelum tegang-tegangan setelah pesta ini berakhir ''ucap Arya menghibur Vely dengan sedikit ragu dia menjulurkan tangan ke arah Arya yang sudah terlebih dahulu menjulurkan tangannya di depan Vely .
Dengan gerakan pelan Arya menarik Vely ke tengah kerumunan pasangan yang sedang berdansa ,hingga tubuh keduanya menempel tangan Arya sudah berada di pinggang Vely secara posesif karena keduanya menjadi pusat perhatian apalagi melihat ke intiman keduanya .
Berdansa dengan pelan keduanya tersenyum tanpa beban melupakan sejenak masalah, mereka berdua dan tidak menyadari Alexo memandang intens keduanya begitupun diarta yang tidak menyangka .berbeda dengan Reya dan Freya yang hanya tersenyum dengan pikiran mereka masing-masing.
_____
Di tempat berbeda Alex melajukan mobil dengan sedikit santai dia tersenyum tidak seperti biasanya iya dia sudah tidak sabar untuk bertemu gadisnya rain .
__ADS_1
Hingga mobilnya tiba dinpelataran rumah rain untung masih pukul delapan malam jafi tidak terlalu mengganggu para tetangga yang super kepo .
''Assalamu'alaikum ''
''Wa'alaikum salam ''jawab kana ,Alfa dan rain yang kebetulan mereka bertiga sedang bercengkrama setelah selesai makan malam.
Rain beranjak dari duduknya dan membuka pintu namun dia termangu melihat penampilan orang yang berada di depannya ,karena tidak ada yang masuk Alfa menghampiri anaknya yang masih diam.
''Sayang ,siapa yang datang?''
''Ma...malaikat tampan yah ''jawab rain tanpa sadar ,Alex tersenyum dia masih belum melepaskan topengnya .
''Eh , nak Alex kenapa pakai topeng segala habis dari pesta?''
''Iya yah tapi karena bosan di pesta akhirnya Alex kesini mau ngajak anak ayah jalan ''Alex melirik rain yang masih mematung bahkan alfa sampai geleng-geleng kepala atas sikap putrinya itu .
Entah kemana sikap dingin dan datarnya Alex ketika berhadapan dengan keluarga rain mungkin hilang di telan angin .
''Rain sana ganti baju ,jangan diam saja mau apa tidak di ajak jalan sama malaikat tampannya?''goda Alfa yang seketika itu Rain sadar dan pipinya merona merah kemudian dia berlari ke arah kamarnya tanpa menoleh karena malu .
''Ada-ada saja anak itu ,ayo masuk kedalam ''ajak Alfa pada Alex kemudian masuk kedalam dan duduk di sofa .
''Jadi malaikat tampannya Alex?''tanya Kana karena tadi dia sedikit mendengar ucapan Rain .
''Iya sayang ''
Ketiganya berbincang sembari menunggu Rain bersiap ,tidak berapa lama kemudian Rain keluar dari kamarnya dengan pakaian menutupi seluruh tubuhnya yang bahkan membuat Alex tersenyum ,meski pakaian tertutup Rain masih terlihat imut dari kebanyakan gadis pada umumnya.
''Benar calon masa depan''batin Alex.
Semua memandang Rain dengan intens membuat dia salah tingkah dan malu-malu berjalan ke arah ketiganya.
''Kenapa melihatku seperti itu ?apa ada yang salah dengan penampilan Rain ''dia melihat dirinya sendiri, menunduk merasa penampilannya tidak masalah .
''Kalau begitu Rain ganti baju lagi deh ...''Rain ingin berbalik namun di cegah oleh ketiganya.
''Jangan....''ucap serempak ketiganya.
''Ih..semua kenapa sih ,Rain kan jadi serba salah''dengan bibir di manyunkan ke depan ,dia merasa kesal di pikir penampilannya aneh makanya dia mau ganti baju eh ternyata malah di larang .
''Ekhem...ayah saya pinjam dengan Rain sebentar nanti saya pulangkan dengan selamat ''Alex berdehem sebentar kemudian meminta izin untuk segera berangkat .
''Cepat berangkat nanti keburu malam ''
''Baik ayah ''
Setelah pamit keduanya pun berangkat entah akan di ajak kemana anak gadis orang malam-malam.
terimakasih dukungannya π
maaf gak bisa crazy up πππ
meski sebenarnya pengen banget .
like
komen
vote
__ADS_1
see you next time π₯Ίπ