
selamat membaca 😊
Pratama tidak bisa tidur tadinya dia ingin tidur dengan putrinya tapi di urungkan melihat sang menantu seperti kebakaran jenggot entah ini hukuman atau bagaimana pratama hanya bisa menarik nafasnya sedikit lega.
Tinggal satu lagi tugasnya,dia tidak buru buru juga tidak berlama-lama dia hanya ingin keduanya benar benar berubah siapa lagi kalau bukan istri keduanya weny dan juga anak tirinya wina.
Dia sudah berjanji maka harus di tepati apalagi ini adalah permintaan terakhir almarhum istri tercintanya.apakah benar ada kesempatan ke dua?ini sekarang yang di coba oleh pratama.
Laporan setiap hari dia dapatkan dari para anak buah yang menjaga mereka seperti sekarang anak buahnya menelpon.beruntung freya dan alex ke kamarnya sendiri jika tidk maka mereka akan tahu.
Tiba - tiba apada saat ingin memejamkan matanya suara hp berdering berkali-kali membuat pratama merasa terganggu di waktu istirahatnya setelah melihat siapa yang menelpon pratama langsung saja mengangkatnya.
''Halo....''
''Lapor tuan,tadi ada seseorang yang datang kerumah nyonya dia hanya berdiri di depan pintu tidak berani masuk maupun mengetuk pintu setelahnya orang itu pergi begitu saja ''ucap di seberang telpon anak buah pratama.
''Siapa?apakah seorang laki laki?''tanya pratama tegas.
''Kami tidak kenal tuan ,iya dia seorang laki-laki melihat dari pakaiannya sepertinya dia seorang pembisnis''ucap lagi di seberang telpon.
''Selidiki orang itu ,saya mau datanya besok siang sudah berada di meja kantor''ucap pratama ,dia sangat penasaran dengan apa yang dia dengar .
''Siapa orang itu?''batin pratama heran.
''Kalian ingat LINDUNGI mereka meski dengan nyawa kalian taruhannya ,jangan sampai ketahuan oleh mereka atau orang lain''tekan pratama lagi pada anak buahnya.
''Baik bos''jawab di seberang kemudian pratama langsung mematikan smbungan telponnya.
Pratama memikirkan siapa gerangan orang itu hingga dirinya tertidur dengan segala rasa penasarannya.
_____
Keposesifan Alex sepertinya sudah mendarah daging membuat freya malu setengah mati wajah memerah sejak tadi padahal tidak ada yang peduli,mereka berempat berada di meja makan pratama duduk di tempat biasanya alex dan lexa duduk di samping kanan berjejer sedangkan alexo duduk di sebelah kiri bersama freya yang berada di pangkuannya.
__ADS_1
''Kenapa aku jadi begini melihat mereka?''batin pratama bukan dia yang melakukannya tapi ikutan malu juga melihatnya mengingat dulu kenapa sama persis dengan apa yang dia lihat.
''Sayang aku merindukanmu,kapan kita bisa berkumpul lagi berdua ''batin pratama mengingat almarhum istri tercintanya.karena untuk istri keduanya masih belum ada cinta tapi karena sebuah amanah .
''Honey...berhenti bergerak ,tolong makan dengan diam ok?''bisik alex di telinga freya.
''Ini semua gara-gara kamu sayang,jangan harap malam ini dan satu minggu kedepan tidak ada jatah ''bisik freya dengan sedikit mengancam di telinga alexo membuatnya sedikit meremang geli namun sedetik kemudian.
''Baiklah''pasrah dari pada tidak dapat jatah.
Freya turun dari pangkuan suaminya dan duduk di sebelahnya.freya memulai makan lagi kali ini disuap oleh alexo meski malu tetap saja dia tahan karena menolakpun alexo akan tetap memaksa.
''Kalian sudah selesai makannya?''tanya freya yang melihat si kembar ingin bangkit bersama.
''Sudah' jawab keduanya serempak.
''Kalian di antar sopir ''ucap alexo.
''Kakek kita berangkat dulu'' ucap lexa keduanya mencium tangan pratama bergantian kemudian kearah dady dan momynya.
''Siap kek''
''Ayah ...boleh freya bertanya sesuatu?''alexo masih mendengarkan pratama melanjutkan makannya.
''Tentu,tanyakan saja kalau tahu ayah pasti akan menjawab''ucap pratama lembut.
''Apakah ayah sudah mencari ibu dan kakak?''freya bertanya hati hati takut ayahnya marah.
Pratama menghentikan makannya dan menatap lekat kearah freya dirinya takut freya akan semakin membenci kedua orang itu ketika tahu bahwa dirinya melindungi keduanya.tapi dia tidak mau berbohong pada anaknya.
''Sudah'' singkat pratama.
''Apa rencana ayah selnjutnya?apa ayah sudah memaafkan mereka?apa ayah akan memberikan kesempatan kedua pada mereka?''cecar freya memberi bangak pertanyaan membuat alexo melongo.
__ADS_1
''Honey..jangan banyak-banyak pertanyaannya kasian ayah mau jawab yang mana !''ucap alex lembut mengelus pipi freya dengan sayang.
''Diamlah!aku tidak bertanya padamu tapi pada ayah ketusnya''.mendelik kearah alexo tajam sambil sedikit menjauh dari suaminya kalau tidak maka bisa di pastika pwmbicaraan ini akan terhenti sedangkan pratama yang mendengarkan tersenyum.,freya kembali menatap ayahnya meminta jawaban .
Pratama diam ...mungkin ini saatnya memberitahukan apa yang dia sembunyikan selama ini.
''Ayah sudah menemukan mereka dan juga melindungi mereka namun ada satu hal yang harus kamu tahu''pratama menghela nafasnya pelan dan menghirup oksigen sebanyak -banyaknya.
''Ayah tidak membantu mereka dan juga ayah tidak jadi untuk menceraikan ibu tirimu karena itu adalah permintaan terakhir ibu kandungmu,ayah hanya menggertaknya saja.''
''Ayah ingin mereka berubah !''
Pratama menatap anaknya lekat ,ingin tahu ekpresi freya dengan jawaban yang dia berikan.
Dengan rasa gugup pratama melirik alexo yang bersikap datar ,sedangkan freya tidak bisa di prediksi karena ekspresi yang di tunjukkan begitu tenang dalam diamnya.
''Anakku sudah sangat dewasa''batin pratama kegugupannya seketika menghilang.freya melihat sang ayah dan menghampirinya,freya dusuk di sebelah ayahnya bersebrangan dengan alexo suaminya.
''Ayah sudah benar ,kita tidak bisa menghakimi mereka karena mereka sudah mendapatkan hukumannya''ucap freya lembut mengelus tangan tua sang ayah.
''Kita juga tidak bisa mengubah apa yang sudah terjadi Ayah ,jadi kali ini aku mohon maafkan mereka demi diriku dan juga demi anak-anak.Aku tidak mau lagi ada dendam aku mau kita bahagia bersama Ayah''ucap freya lagi nadanya tercekat,freya sudah memaafkan segalanya dia ingin hidup tenang tanpa ada dendam kali ini dia sadar tidak ada habisnya jika memikirkan itu semua akan sia-sia.
''Apa kamu yakin nak?''tanya pratama masih ada nada takut dalam kata-katanya.
Freya menoleh ke arah Alexo dirinya meminta pendapat sang suami hanya mengangguk mengiyakan,dalam pikiran Alexo apapun ke inginan istrinya dia berusaha untuk mewujudkannya.
Alexo sebenarnya masih ingin balas dendam namun mungkin akan membuat freya sangat sedih dan itu tidak boleh terjadi Alexo takut freya akan stress memikirkan banyak hal dan itu akan berpengaruh pada perkembangan bayi yang ada di dalam rahim istrinya jadi dia ikut memaafkan keduanya hanya demi freya istri kesayangannya .
''Freya yakin ayah...bukankah hidup kita akan tenang jika kita saling memaafkan?''
''Aku setuju dengan istriku ayah ...dia sudah benar dengan memaafkan maka semua akan damai dan tenang''timpal alexo yang melihat keraguan di mata mertuanya itu,mencoba meyakinkan.
''Baiklah ini hanya karenamu sayang ,tapi ayah akan memikirkan kembali untuk menjemput mereka berdua''ucap pratama.
__ADS_1
''jika kalian selesai makan penuhi permintaanku''dengan tersenyum penuh maksud.
terimakasih dukungannya 😊