
selamat membaca 😁
Lexa sedang berkutat dengan berkasnya meski perasaannya kesal sekalipun dia tetap profesional ,iya sebelum dirinya ikut suami .
Sambil mengecek berkas sebelum memberikan pada sang kakak sebenarnya dia bosan tapi mau bagaimana lagi ,lebih bosan lagi jika tidak melakukan apapun .
Suara telpon mengganggunya dari kefokusannya bekerja meletakkan berkas di tangan ke atas meja meraih smartphone dan meletakkannya di telinga .
''Halo ''suara lembut Resta terdengar dari seberang membuat Lexa tersenyum senang .
''Ada apa panda imut?''
''Email yang ku kirim sudah di lihat?''langsung Resta dengan suara lembutnya.
''Email?''
''Iya ,baru aku kirim tadi harusnya itu kemarin karena lupa jadi maaf ''
''Sebentar aku lihat dulu ''Lexa menloadspeker, meletakkannya di atas meja kemudian dia membuka labtop dan menyalakannya dengan serius dia melihat.
''Iya ,ada beberapa email juga yang belum ku buka dan itu dari kemarin ''
''Ya sudah baca dulu kamu pasti senang ,aku bekerja dulu untuk tuan putriku ''Resta langsung mematikan panggilannya tanpa mendengar jawaban Lexa.
''Dasar gombal ,pasti dia sangat malu sekarang ''guman Lexa pelan kemudian dia fokus pada labtopnya .
Dan benar saja setelah Resta mematikan panggilannya jantungnya berdetak kencang sambil memegang dada dengan tangan kanan Resta berguman tidak jelas.
''Padahal sudah sering berkata seperti itu tapi entah kenapa dadaku selalu bergemuruh ''gumannya pelan ,setelah tenang Resta melanjutkan pekerjaannya.
Sedangkan Lexa membuka satu persatu email dan membaca nya hingga dia membaca email dari suaminya memang sengaja dia membaca terakhir karena jika membaca sebelum yang lain bisa di pastikan dia bosan membaca yang lainnya .
''Ini ...''Lexa tidak melanjutkan kata-katanya lagi dia melihat gambar -gambar itu dengan teliti satu persatu dia merasa sangat kenal dengan gadis yang berada di gambar itu .
Setelah selesai melihat semuanya Lexa langsung berlari keruangan kakaknya dengan air mata yang sudah menganak sungai beruntung di lantai itu dalam keadaan sepi karena memang hanya empat orang yang menempatinya dengan ruangan berbeda .
Brukkkkk ....
''Kakak ''
Alex menoleh melihat adiknya yang sudah menangis langsung berdiri menghampiri dan memeluknya tatapan yang sebelumnya dingin dan datar berubah lembut seketika .
Dengan pelan Alex menuntun Lexa untuk dusuk di sofa ruangannya tanpa melepas pelukannya .setelah keduanya duduk Alex masih menenangkan adiknya itu .
''Ada apa?''Alex mengusap surai Lexa dengan sayang dia tahu bagaimana watak dan sifat adik kembarnya ini .
''Apakah tentang Al''batin Alex dia masih mengelus tanpa mendapat jawaban dari adiknya ,dia membiarkan agar Lexa lwbih tenang dulu .
Setelah beberapa saat kemudian Lexa melepaskan pelukannya pertanda dia sudah tenang ,air matanya sudah dia hapus dengan mata yang masih sembab .
__ADS_1
''Ada apa hm?''tanya lagi Alex dengan suara lembutnya sisi lain Alex itu terlihat .
''Kakak kita harus mencari gadis itu !mungkin dialah petunjuk satu-satunya ''ucap Lexa kemudian dia menceritakan email yang dia dapat dari suaminya dan Alex mendengarkan sambil mengangguk mengerti .
''Apakah gadis yang pernah kita temui di restoran itu?''Lexa mengangguk pasti .
''Baiklah kita kesana sekarang ''Alex berdiri di ikuti Lexa mereka berjalan berdampingan wajah yang semula lembut kembali lagi menjadi dingin dan datar .
Melewati para karyawan yang melihat keduanya dengan ke kaguman mereka .
_____
Setelah sampai direstoran itu Alex langsung meminta bertemu manager nya karena memang dia membutuhkan informasi itu langsung dari manager.
''Selamat pagi ,tuan Alex ''ucap manager itu yang masih ngos san sambil berusaha tersenyum ramah karena tidak biasanya ada tamu sepenting itu ingin bertemu dengannya.entah akan beruntung atau malah buntung nasibnya nanti .
''Pagi ''ucap Alex dan Lexa berbarengan meski Lexa tidak di sapa tetap saja dia menjawab .
''Apakah ada sesuatu yang membuat tuan Alex berada di restoran sepagi ini ?atau mungkin anda ingin memesan ruang VIP ?''
''Langsung kita bicarakan di ruanganmu''Alex dingin dengan tatapan tajamnya ,Lexa diam tentu saja wajahnya juga berubah dingin sebelas dua belas lah sama kakaknya itu.
Manager itu mempersilahkan Alex terlebih dahulu masuk keruangannya yang tidak berada jauh bersama Lexa yang mengikuti kakaknya dari belakang .keringatnya sudah bercucuran entah kenapa tatapan kedua orang di depannya ini terasa familiar tapi seakan lupa siapa orang itu.
''Langsung saja apakah anda mengenal gadis ini?''tanya Lexa dia sudah sangat tidak sabar padahal mereka bertiga baru saja duduk di sofa ruangan itu .
''Apa hubungannya gadis ini dengan orang-orang di depanku ini ,jangan sampai ....tidak boleh! berpikirlah positif kasihan gadis itu jika sampai itu terjadi ''manager itu berkeringat dingin karena merasa sangat khawatir karena dia tahu siapa gadis di dalam foto itu apalagi kehidupannya itu karena dia sendiri yang menerima sewaktu gadis itu ingin bekerja.
''Kenapa diam?''tanya Lexa lagi kali ini tatapannya semakin tajam meski dia tahu akan ke khawatiran sang manager hanya dengan melihat raut wajahnya saja.
''Ini ..pekerja paruh waktu di restoran ini ...namanya lyly tapi saya mohon tuan ada apa ini sebenarnya jangan sampai ada sesuatu yang terjadi padanya ''ucap sang manager dengan gugup.
Alex maupun Lexa menangkap sesuatu yang aneh namun mereka berdua tetap pada wajah dinginnya ,tenang.
''Tidak ada apapun yang akan terjadi padanya tapi saya minta anda untuk mengambil sehelai rambut nya ''sergah Alex dengan nada dinginnya .
''Untuk apa tuan?''
''Anda tidak perlu tahu cukup lakukan apa yang kami minta jika tidak ?bukahkah kau sudah tahu bagaimana kakakku?''sambung Lexa senyumnya membuat manager itu ketakutan .
''Baiklah saya setuju tapi ...''
''Anda tahu istilah semakin tahu maka semakin tercekik ?''
Sang manager semakin gugup bukan main menekan selavisanya untuk menelanpun sulit .
''Haih ...kenapa respon tubuhku begini seperti dejavu saja''manager itu membatin dia merutuki semua yang ada pada dirinya ,ini kali kedua dia merasa sangat ketakutan .
''Baiklah saya mengerti tuan'' sedikit merasa heran manager itu menyanggupi entah ada sesuatu yang dia pikirkan namun dia sendiri tidak bisa menjelaskan .
__ADS_1
''Sudah tahu kan apa yang harus di lakukan selanjutnya? ''tanya Lexa dia berdiri di ikuti Alex yang juga berdiri.
Dan hanya di jawab anggukan oleh manager dia tidak ingin banyak berbicara kemudian Alex dan Lexa pamit pergi meninggalkan sang manager yang juga mengantar keluar dari restoran itu .
Menghela nafas dengan sedikit panjang dia menelpon seseorang .
_____
Seperti biasa lyly sudah sampai di restoran tempat dia bekerja meski sudah mendapat telpon dia tetap berangkat sesuai jam dia bekerja.
Memasuki ruangan manager itu dengan santai .
''Apa kau sudah bosan hidup?katakan !!!''lyly menatap tajam kearah sang manager itu .
''Pantas ..tatapan tajamnya sama seperti kedua orang itu''batin sang manager.
''Cih...ingin berbicara dan bertemu denganmu saja aku harus menelpon sahabat macam apa dirimu ''
''Mentang-mentang sudah banyak uang lupa sama sahabatmu ini ''ucapnya lagi sepertinya dia akan melakukan sesuatu untuk menyembunyikan kebenarannya .
''Kamu mau tidur di kolong jembatan?kalau iya silahkan angkat kaki dari sini ''ketus lyly menatap lama kearah sahabat setianya ini.
''Eh...bercanda ...jangan serius dong !menyebalkan ''keluhnya sambil merentangkan tangannya seperti biasa.
Mereka berdua berpelukan layaknya saudara dengan kesempatan itu dia mengambil sehelai rambut dengan cara mengelus rambut lyly .
''Seperti anak kecil !''sergah lyly .
''Biarkan ....suruh siapa kamu terlalu sibuk dan melupakanku ''sambil melepas pelukannya dan menyembunyikan sehelai rambut itu ke dalam saku jasnya .
''Apa hanya karena rindu padaku ?''lyly mengangkat kedua alisnya heran.es
''Iya ''
''Ayo kita kencan ,aku ingin membuatnya terbakar api hingga gosong ''ucap manager itu lagi sambil tertawa .lyly hanya menggelengkan kepala nya tanpa berdebat dia menurut .
Kemudian keduanya pergi bersama hingga menjadi pusat perhatian para karyawan yang tidak mengetahui hubungan keduanya.
terimakasih dukungannya 🙏🙏🙏
like
komen
vote
see you next time ..✌
wq
__ADS_1