
selamat membaca ๐
Sejak pertemuannya dengan pria itu setiap hari Lan mengirimkan sebuah hadiah mulai dari hadiah kecil dan barang-barang mewah lainnya seperti tas ,baju ,perhiasan dan lainnya yang paling sering dia kirim adalah bunga dengan berbagai jenis bersama potnya langsung ,jika orang lain akan mengemasnya dengan baik tidak untuk Lan.
Wina sudah menolak dengan cara mengembalikan ke mansion pertama saat dia bertemu dengan Lan
Namun ke esokan paginya hadiah itu semakin banyak yang di kirim kerumahnya.Dengan alasan bahwa itu adalah keseriusan,ketulusannya untuk melamar wina menjadi istrinya seorang gadis kecil yang sudah dia cari selama ini tentu saja wina masih belum tahu jika gadis kecil itu adalah dirinya.
Wina sudah tidak bisa menolak lagi jika terus di tolak Lan akan memaksa dan hadiah yang kirimpun semakin banyak setiap harinya.wina menghela nafasnya berkali -kali ini tidak bisa di biarkan dia belum mengambil keputusan ,dia bukanlah wina yang dulu selalu mengambil ke untungan ,dia sudah berubah .
Suara pintu yang di ketuk mengalihkan perhatian wina yang sedang duduk di dekat jendela,dia melangkah kearah pintu untuk membukanya.
''Sayang ini ada paket untuk mu'' ucap weny dari balik pintu yang belum di buka.
''Iya bu bentar ''jawab wina.
Ceklek ....wina melihat sebuah kotak yang berwarna ping di tangan ibunya sebenarnya dia geli apalagi warnanya berhubung ini dar La semoga saja isi di dalamnya tidak sama warna dengan bungkusnya.
''Apa lagi yang dia kirimkan ,kamarku sudah sesak karenanya''kesal tentu tapi dalam hati tidak mungkin dia akan memperlihatkan pada ibunya itu.
''Ini''
''Makasih bu''
''Win..ibu mau tanya boleh ''weny sudah memendam penasarannya sejak enam hari lalu .
''Iya bu ..''sambil membuka langsung hadiah di depan ibunya padahal mereka masih berdiri di depan pintu .
''Sayang,kenapa setiap hari selalu ada paket untukmu ?apa kamu juga ingin membangun kebun bunga?apa yang kamu sembunyikan dari ibu nak?''tanya weny beruntun karena hadiah yang datang bukanlah hadiah sembarangan dan semua sangat mewah dan bermerek meski ada sebagian yang hidup.
''Itu...ibu ...itu''wina gugup dia tidak tahu bagaimana cara mengatakannya pada weny ibunya.
''Sayang...kamu tidak melakukan hal yang membuat keluarga kita malu kan?''todong weny yang sudah menatap putrinya tajam,dia sangat khawatir jika itu benar terjadi apalagi dengan wajah yang gugup itu weny sedikit tidak percaya.
''Tidak bu ,wina tidak seberani itu untuk mengualangi kesalahan yang sama.jadi tolong ibu percaya padaku ''bantah wina sekali lagi memohon pada ibunya.
''Jelaskan pada ibu apa yang sebenarnya terjadi?kenapa semua barang yang di kirim sangat mahal dan banyak tolong jangan membuat kesalahan lagi''
Cerca weny meminta penjelasan yang masuk akal dari putrinya , dia benar-benar khawatir.
''Ibu tenang ,masuk bu kita bicarakan di dalam kamar wina ''ucap wina lembut menuntun ibunya untuk duduk di pinggir kasur .
__ADS_1
''Mungkin aku harus mengatakannya sekarang''batin wina yang sangat takut jika ibunya marah.
''Sebenarnya wina .... wina di lamar bu''nafasnya tercekat begitu sulit untuk mengatakan tapi meski dengan lirih akhirnya dia bisa mengucapkannya.
''Siapa?''tanya ibu weny dia sangat shock karena baru mengetahuinya .
''Lan bu dia ...''wina menceritakan semuanya pada ibunya dengan detail bagaimana dia di lamar dengan tidak romantis juga waktu yang dia berikan untuk memberi jawaban pada pria itu semuanya wina ceritakan pada ibunya .
''Lan ...siapa dia?kenapa ibu merasa tidak asing mendengar namanya ''beo ibu weny.
''Lan pernah datang bu kerumah ini dulu bersama adik ''seakan ucapan wina adalah mantra ibu weny langsung ingat kejadian dulu itu.wina menunduk takut ibunya mengamuk .
''Kita bicarakan nanti setelah ayahmu pulang ''weny berdiri dengan tatapan tajam pada sang putri kemudian dia langsung keluar dari kamar.
''Bagaimana ini... sepertinya ibu tidak setuju jika aku menikah dengannya ''guman wina pelan.
''Tapi kenapa aku yang pusing keputusan kan belum aku ambil,aku masih belum memerima mauoun menolaknya sudahlah..siap-siap menghadapi sidang selanjutnya''guman wina lagi pelan kemudian dia merebahkan dirinya di atas kasur memikirkan kembali jawaban apa yang harus dia siapkan .
_______
Ke esokan paginya ....
Di meja makan masih dalam keadaan hening hanya suara sendok dan piring yang saling berdentingan suasana terasa twgang bagi kedua perempuan itu
Sejak awal weny sudah menatap tajam wina dengan diamnya.membuat wina menelan makanan dengan susah payah.
''Apa ibu marah ?mengapa sedari tadi melototiku ''batin wina yang makan menunduk sesekali melirik kearah ibu weny yang berada di depannya.
Pratama menyelesaikan sarapannya terlwbih dahulu kemudian dia beranjak saat ingin pergi dia memutuskan untuk mengetahui apa yang terjadi pada keduanya itu.
''Kalian temui aku di ruang kerja setelah selesai sarapan''ucapnya menoleh kearah keduanya dan berbalik pergi menuju ruang kerjanya.
''Iya ''suara keduanya serempak.
Keduanya menyelesaikan sarapannya lebih cepat karena sudah ada yang menunggu di ruang kerja.setelah selesai keduanya beranjak weny yang berada di depan di ikuti wina dari belakang dia masih takut dan sedikit gugup jika sudah berhadapan dengan ayahnya.
''Duduk!''perintah pratama setelah melihat kedua wanita itu masuk keruang kerjanya.
Weny dan wina duduk menuruti kata pratama yang menyuruh mereka duduk, sambil menunduk tanpa memandang pria di depan mereka yang sudah mengeluarkan aura dingin meski tak sedingin kutub utara tetap saja dingin.
''Ada apa dengan kalian berdua ?''tanya pratama dengan tatapan tajamnya kearah kedua perempuan itu bukan untuk menakuti tapi agar keduanya jujur dan segera menjawab.
__ADS_1
''Itu...itu ....ayah aku dilamar seoran pria ''ucap wina bergetar karena takut .semua yang berada di ruangan itu diam.
Weny yang sudah mengetahui hanya diam saja tanpa menimpali pembicaraan wina dan pratama,dia terus menunduk.
''Hanya itu?suruh pria itu datang kerumah ini nanti malam ,enak saja dia mau melamar anakku tanpa memberi tahuku ''ucapnya dingin sedikit ada rasa kesal di dalam kata-katanya .sontak membuat kedua perempuan itu mendongak menatap manik mata orang yang dia anggap ayah dan suami,mencari kebenaran di dalamnya .
''Apa...''wina merasa linlung sebentar apa pendengarannya tidak salah!sambil mengedip-ngedipkan mata wina masih belum bisa mencerna ucapan ayahnya itu.sedang weny dia menunduk kembali seutas senyum yang tipis muncul ada persaan haru dalam hatinya entah apa itu.
''Ck...ayah bilang suruh pria itu menghadap ayah!dasar ... apa kamu tidak dengar ''ucap pratama terkesan dingin namun dia sedang memberi perhatian untuk putri tirinya itu .
''Ingat katakan langsung pada pria itu ,ayah tidak akan mengulang ucapan ayah dan persiapkan segala sesuatunya untuk nanti malam minta bantuan ibumu''ucap pratama lagi panjang kali lebar setelahnya dia pergi begitu saja dari ruangan itu menuju kantor.
Keduanya masih diam di tempat yang sama,wina dengan segala pikirannya dan weny yang menunggu anaknya itu sadar .
''Apa itu ayahku?''batin wina.
''Terimaksih mas''batin weny dia sudah cukup senang dengan perhatian pratama pada putrinya.
Selama weny kembali kerumah ini dia dan pratama tidak pernah berbicara kecuali jika freya menelpon atau ada hal penting kedua terlihat masih canggung.
_______
Wina menuruti ucapan ayahnya sebelum berangkat tadi ibunya juga sudah mewanti-wanti agar dia jaga jarak dengan Lan karena masih belum ada keputusan yang dia dapat.
Wina pergi ke mansion Lan yang cukup jauh menggunakan taxi hingga dua jam kemudian dia sampai di depan gerbang ,turun dari taxi wina bayar dan mengucapkan terimakasih pada sang supir panas-panas wina berjalan mendekat kearah gerbang .
Mungkin lebih mudah jika dia mempunyai alat komunikasi seperti hp kalau tidak mempunyai nomer Lan dia bisa ke telpon umum berhubung keduanya tidak punya akhirnya dengan terpaksa dia harus ke mansion ini langsung.
''Selamat pagi menjelang siang pak''ucap wina pada satpam yang bejaga.
''Siang nona silahkan masuk tuan sudah menunggu anda''ucap satpam itu sopan .
''Bagaimana dia tahu jika aku mau kesini ?''batin wina dia masuk setalah verbang di buka oleh satpam.
Masih sama seperti saat dia pertama kali datang kerumah ini ,melihat sekeliling yang sungguh membuatnya kagum rasa lelahnya hilang sudah melihat ke indahan itu.
Para pelayan menyambutnya masih tetap sama mereka menunduk hormat padanya membuatnya semakin canggung dan menggaruk lehernya yang tidak gatal.
terimakasih dukungannya ๐untuk author yang kurang halu ini ...
jangan lupa mampir ke novel author yang lain ...
__ADS_1
see you next time๐