
keesokan harinya .
freya yang sudah bersiap-siap di depan cermin memoleskan make up tipis ,dia terkekeh geli melihat penampilannya kini dengan semangat karena kali ini dia ingin menemui ayahnya
''ternyata aku cantik juga hihihi''monolog freya di depan cermin sungguh baru kali ini dia melihat secara intens dirinya sendiri padahal selama ini dia tidak pernah memakai make up paling cuma cuci muka saja.
freya melirik kearah kasur dimana suaminya masih tidur ,freya berdecak sebal setelah selesai dengan penampilannya dia melangkah kearah suaminya itu.
''honey ...bangun''lembut freya menoel pipi Alexo .
''hm..''hanya deheman yang keluar dari mulut Alexo dengan mata yang masih terpejam.
''katanya mau kerumah ayah ,ayo bangun takutnya ayah sudah berangkat ke kantor''ucapnya lagi kali ini freya mengguncang pelan lengan Alexo.
''Hm...''lagi-lagi hanya deheman yang keluar dari mulut Alexo.
''Kalau mas honey tidak mau bangun lebih baik aku cari laki-laki lain yang mau mengantarku kerumah ayah''ucap freya akhirnya panjang kali lebar karena Alexo tak bergeming dan ternyata setelah mengatakan itu Alexo langsung bangun dari tidurnya.
''Enak saja honey kan istriku kenapa masih mencari yang lain''cetusnya yang tiba sudah duduk sambil memeluk freya yang berada di sebelahnya itu.
''Makanya bangun ,segera bersih-bersih keburu nanti ayah berangkat ke kantor''Alexo masih diam menikmati pelukan paginya .
Cup..
''Iya,ini mandi ''stelah mendapat ciuman paginya Alexo beranjak membersihkan diri,setelah mereka keluar dari kamar dan memulai sarapan pagi bersama setelah itu freya dan Alexo pergi mengantar freya kerumah ayahnya namun sayang keduanya terlambat karena pratama sudah berangkat ke kantor.
''Honey...ikut saja ke kantor nanti telpon ayah di sana''ucap Alexo lembut yang melihat wajah istrinya cemberut sangat menggemaskan menurutnya.
''Ini semua gara-gara honey lama bangunnya''bibirnya sudah menjulur dua senti Alexo ingin segera melahab bibir itu namun tidak mungkin karena freya masih merajuk.
''Maaf...honey''singkat Alexo sambil mengelus lembut kepala freya sayang yang masih dengan aksi merajuknya.
__ADS_1
Kemudian keduanya berngkat ke kantor deluxiz,setelah sampai freya langsung saja melangkah masuk kedalam kantor menuju ruangan Alexo tanpa perduli dengan suaminya itu .
Alexo hanya terkekeh melihat itu sepertinya dia harus merayu istrinya itu dulu baru bisa tenang bekerja mengerjakan semua pekerjaannya.
''Arya keruanganku sekarang!ada tugas untukmu''ucap Alexo langsung menutup telponnya.
Dirinya melangkah pepan mengikuti freya dari belakang hingga sampai keruangannya.
_______
Seperti kata yang sering kita dengar penyesalan selalu datang di saat-saat terakhir itulah yang terjadi pada ibu dan anak ini,malu sudah pasti mengingat perbuatan mereka sendiri malah lebih dari itu keduanya selalu menunduk tidak berani mengangkat wajahnya di hadapan pratama yang duduk tepat di depan mereka dengan wajah dinginnya.
''Bagaimana kabar kalian?''meski dengan canggung pratama bertanya pada keduanya karena ini adalah permintaan freya putrinya sebenarnya itu hanya alibi gengsinya yang pada kenyataannya benar sih.
''Kami baik....''singkatnya weny bingung harus memanggil apa pada mantan suaminya ini, yang dia tahu dia dan pratama sudah bercerai sejak keluar dari rumah itu.wina tidak menyahut dan hanya mendengarkan saja sambil terus menunduk.
''Kalian,ikutlah pulang!''
''Tidak,kita sudah nyaman tinggal di sini''ucap weny menggenggam sebelah tangan wina di sebelahnya,''lagi pula saya sudah bercerai dengan anda jadi untuk apa lagi kita ikut anda pulang''tanyanya dengan berani meski dirinya masih menunduk.
''Ssh ..diamlah ini urusan ibu''pelannya juga .
''Siapa bilang kita sudah bercerai,apakah kamu sudah menandatangi sesuatu?''tanyanya dingin mematap tajam kearah weny.
''Tidak,tapi ..bukankah anda yang mengatakannya sebelum kami pergi dari rumah itu!''tanyanya bingung, kicep pratama tidak bisa lagi membantah dengan apa yang dia dengar karena memang benar .
''Aku hanya menggertakmu saja ''kilahnya dan kenyataannya memang benar dan apa yang di katakan weny pun benar ,ada rasa bersalah melihat weny dan wina hidup menderita tapi demi agar keduanya berubah pratama bisa apalagi meski sudah memaafkan namun dia juga manusia kan.
''Tapi..''
''Sudahlah ,jika kalian tidak ikut sekarang akan ku bakar rumah ini beserta isinya ''sergahnya cepat dia sudah lelah karena tidak menemukan alasan yang tepat untuk membawa kedua orang ini pulang apalagi freya akan datang kerumahnya sewaktu-waktu jadi sebelum putrinya itu datang dia sudah harus membawa keduanya pulang.
__ADS_1
''Ayahh...''teriak wina kencang mendengar ancaman pratama yang ingin membakar rumah kontrakan ini yang sudah susah payah dia sewa.
''Apa!cepat bereskan barang kalian itu,ah tidak jangan bawa apapun ''ucapnya melotot kearah wina yang berteriak dan langsung diam melihat kearah pratama yang sedikit menakutkan.''kita pulang saat ini juga ,haish lihatlah bahkan rasanya sangat panas ''guman pratama berdiri menarik kedua perempuan itu dengan kedua tangannya.
''Huh,awas saja kalau sampai kalian membawa barang itu pulang akan aku bakar sampai habis''marahnya terus sambil menggerutu padahal dalam hatinya terlihat miris dengan kehidupan keduanya mangkanya pratama tidak mau membawa barang yang akan mengingatkan keduanya dengan penderitaan itu selama ini.
Beruntung keduanya sangat menurut dengan apa yang di lakukan pratama yang terlihat menyeramkan jika sudah marah itu jika tidak mungkin benar dia akan membakar kontrakan itu.
______
Dalam perjalan pulang di dalam mobil hening tidak ada pembicaraan dari ketiga orang itu yang hanya diam saja semua terasa hening dan canggung tidak seperti dulu yang terlihat hangat di manapun mereka berada apalagi jika sudah berempat berkumpul maka semua heboh,saling melempar candaan dan lain sebagainya.
Pratama memikirkan kembali perkataan putrinya di telpon tadi pagi yang selalu terngiang di dalam kepalanya itu''Cobalah untuk mencintai ibu yah,pasti ada alasan dimana ibu dan kakak bisa melakukan semua itu''pratama melirik kearah belakang melalui kaca kecil yang berada sedikit di depannya itu,ibu dan anak itu diam tidak ada percakapan sama sekali.
''Apa ini salahku?apa mungkin diam-diam aku telah menyakiti salah satu di antara keduanya''batin pratama namun dia bingung karena selama ini dia sudah bersikap baik pada keduanya dan menuruti segalanya yang di inginkan keduanya.haish bapak tua itu paling belum sadar atas kesalahannya sendiri.
Sedangkan di kursi penumpang weny diam termenung dengan apa yang terjadi tadi memikirkan bahwa dia belum bercerai ada rasa lega dan juga ada rasa sedikit sesak dalam hatinya ternyata dia tidak bisa bebas dari genggaman laki-laki yang sudah membuatnya jatuh cinta itu.
Sedangkan wina dia melihat kearah jendela menikmati pemandangan lebih tepatnya dia sedang berpikir apa yang harus di lakukan setelah sampai di rumah itu kembali.
terimakasih dukungannya ๐...
maaf kan author yang kurang halu ini jarang update ...
bukan tanpa sebab tapi pekerjaan nyata author beberapa hari ini menyita waktu author..
dan author kurang halu ini kagak ada ide ...alias blang nih halunya ...
jangan lupa terus dukung author dengan cara..
like ,favorit,komen kalau mau kasih hadiah juga tidak apa ...
__ADS_1
jangan lupa juga mampir di novel author lainnya ...cukup klik profil author...terimakasih๐๐
see you next time ๐