
selamat membaca 😊
Calon masa depan.
Setiap hari setelah pulang sekolah sebelum memulai latihan Alex akan pergi ke hutan dimana kana dan rain bayi mungil itu tinggal mereka akan bermain sebentar.
''Bu ,apa rain akan besar sepertiku?''ucap Alex ya dia sekarang memanggil kana dengan sebutan ibu dan mereka terlihat lebih akrab sekarang,tidak seperti saat pertama kali yang bersikap dingin,datar dan kaku serta irit bicara .
''Iya ...dia juga akan besar sepertimu dan cantik seperti Lexa adikmu''ucap kana lembut dengan senyum tipisnya.
''Tapi tetap aku yang paling cantik bu...di antara kita berdua''sargah Lexa cepat menyibakkan rambutnya yang panjang kebelakang dengan gaya tengilnya sambil terseyum manis.
''Setelah besar nanti bolehkah aku menikahinya bu?''tanya Alex berubah dingin dan serius tapi menurut kana itu menggemaskan anak sekecil itu sudah melamar anaknya yang masih bayi.
''Jangan bu,kakak masih terlalu kecil! Lagi pula apa rain mau menikah dengan mu kak?''tolehnya Lexa kearah Alex,''kakak kan super dingin dan datar!aku saja sebagai perempuan tidak mau bu ''Lexa mengejek sang kakak yang berubah serius itu.
''Kelembutanku hanya untuk orang yang paling aku sayang dan tidak untuk orang lain''ucapnya Alex melihat kearah rain yang masih tidur dan menyentuh pipi lembutnya pelan.
''Kulitnya lembut''batin Alex yang tersenyum tanpa dia sadari.
''Sudah kalian ini''gemasnya dengan si kembar ,''ibu akan memberikan izin asal nanti setelah dewasa Alex bisa membahagiakan rain,itu saja yang ibu pinta''ucapnya lagi,dia merasa geli namun namanya juga anak kecil mana mungkin akan dia ingat setelah dewasa biarlah takdir nanti yang menentukannya.
''Tentu saja bu ,Alex sangat menyayangi rain jika perlu nanti Alex buatkan surat perjanjian dengan ibu dan jika sudah tiba waktunya Alex akan datang untuk rain''ucap Alex serius dengan apa yang dia katakan meski rain masih bayi ada rasa di hati Alex yang tidak bisa dia dreskripsikan olehnya tapi dia sangat yakin dengan apa yang dia katakan.
Kana tergelak dengan ucapan Alex masih kecil sudah mengambil keputusan besar,kana berfikir itu hanyalah ucapan anak kecil namun siapa sangka sepertinya Alex sangat serius dengan ucapannya.
''Bagaimana ini,aku tidak mungkin menarik kata-kataku barusan mungkin suatu saat dia lupa secara kan mereka berdua masih anak-anak''batin kana dirinya sedikit menyesal namun tidak bisa di pungkiri jika sebenarnya dia sangat senang.
Alex adalah anak yang baik meski terkesan dingin dan datar dari luar namun ada kehangatan di dalamnya dan hanya orang-orang tertentu yang dapat merasakannya.
''Baiklah ibu,percayakan rain padaku suatu hari nanti karena aku pasti akan membahagiakannya''ucap Alex tenang.
''Ck..kakak ini calonnya saja masih bayi! mana bisa adek rain mengerti lagi pula apa kakak sudah memikirkan resikonya ?saat dewasa nanti pasti dia akan menjadi wanita idaman para pria sepertiku ya meski sekarang aku masih kecil hihihihi...''ledek Lexa sambil tersenyum cengengesan menampilkan gigi putihnya itu.
''Lihat saja nanti di masa depan''singkat Alex.
''Kakak hanya bisa memastikan hanya rain yang akan menjadi calon masa depan kakak!''serunya lagi kali ini dengan serius Alex mengatakannya,tidak ada keraguan dalam ucapan Alex maupun dari pancaran matanya.Lexa senang jika itu benar terjadi di masa depan.
__ADS_1
''Aku Lexa adik dari Alex akan selalu mendukung keputusan kakak apapun jika itu untuk kebaikan,kebenaran dan kebahagian kakak termasuk rain yang akan menjadi kakak iparku kelak''janji Lexa sambil tersenyum manis sedangkan kana melihat keduanya hanya tersenyum sambil menggelengkan kepala pada keduanya yang seperti melaksanakan meeting dadakan.
_________
''Sore guru ''sapa keduanya.
''Lima menit sepuluh detik!''ucap guru Sino melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya keduanya bingung namun sedetik kemudian merekaa berdua sadar bahwa mereka terlambat.
''Maaf guru''keduanya menunduk merasa bersalah karena di hari pertama latihan mereka terlambat.
''Lari 50x putaran ,tidak ada penolakan ''tegas guru sino dengan patuh keduanya berlari mengelilingi mansion yang sangat luas.
''Guru kalau marah serem juga ternyata''batin keduanya mereka tidak akan lagi datang terlambat jika harus mengelilingi mansion ini .
''Murid yang patuh''batin guru sino melihat keduanya berlari keliling mansion dengan santai .
Satu jam kemudian mereka berdua telah menyelesaikan 50 putaran dengan nafas terengah-engah keduanya menghadap kearah guru sino yang terlihat santai sambil meminum teh di sebuah kursi di belakang mansion.
''Lumayan,tapi lain kali kalian harus lebih cepat jangan membuang waktu percuma''ucapnya pelan yang terus menyeruput teh di gelas.
''Baik guru''jawab keduanya serempak kemudian mereka memulai pemanasan dengan pelan dan tentunya dengan semangat empat lima.
''Cukup!sekarang kaki kalian di buka lebar ,badan luruskan jangan membungkuk maupun maju harus lurus setelah itu dorong kearah bawah tidak harus sampai terlalu bawah kemudian pertahankan kita akan belajar kekuatan dan keseimbangan kuda-kuda kaki kalian tangan kalian letakkan di antara paha atas''perintahnya lagi ...
Dengan arahan guru Sino keduanya melakukan gerakan itu hingga terus di ulang-ulang sampai benar sempurna.
''Benar genius ,langsung mengerti apa yang aku katakan''batin guru Sino melihat keduanya langsung bisa mempraktekkan apa yang dia ucapkan.
Setelah itu si kembar belajar gerak dasar dalam pencak silat semua yang di ketahui oleh guru Sino
Langsung di ajarkan pada keduanya dan dalam waktu singkat keduanya sudah sangat memahaminya.
______
''Kalian sudah selesai belajarnya?''tanya freya yang melihat keringat di tubuh keduanya yang basah.
''Sudah mom ''jawab keduanya serempak.
__ADS_1
''Baiklah segera bersih-bersih setelah itu kita akan malam bersama ''ucap freya pada si kembar .
''Iya mom'' mereka masuk dalam kamar dan membersihkan diri masing-masing.
Di ruang makan suasana sedikit tidak enak karena reya tidak setuju dengan keputusan Alexo yang membiarkan kedu cucunya belajar beladiri.
Berbeda dengan diarta yang sangat setuju dengan keputusan Alexo karena musuh bisa saja datang kapan saja dan keduanya sudah harus mendapat bekal sejak dini.
''Freya sayang apa kamu setuju jika si kembar belajar beladiri?''tanya reya pada akhirnya.
Freya melihat kearah sang suami yang juga melihat kearah nya dengan mengangguk pelan ,freya sudah tahu karena sebelum itu keduanya sudah meminta izin juga serta dia sudah di beritahu oleh Alexo.
''Mom,tenanglah freya setuju jika itu untuk melindungi mereka sendiri dan juga keluarga kita seperti apa yang di katakan mas Alexo musuh bisa kapan saja datang kita tidak bisa selalu bergantung pada orang lain ''lembutnya sambil menggemgam tangan reya erat,sedangkan reya hanya bisa memahami keputusan anak dan menantunya.
''Baiklah mom hanya bisa mendukung kalian ,tapi tetap saja mereka masih sangat kecil ''ucapnya pelan.
''Siapa yang kecil oma?''tanya Alexa yang muncul bersama Alex ,mereka duduk di tempat biasa makan.
''Iya.kalian lah yang masih kecil siapa lagi?''timpal ovely yang sudah sangat jengah dengan perdebatan keluarganya itu hanya karena masalah sepele .padahal perutnya sudah sangat kelaparan .
''Tante...kita memang kecil tapi otak kita encer tidak seperti tante yang tidak laku''sergah Alexa sambil tersenyum jail pada tantenya itu.
''Apa kamu bilang ...''ovely melotot tajam pada Alexa ponakannya yang satu itu.
''Kalian...sudah ayo makan nanti keburu dingin ''ucap Diarta menghentikan perdebatan yang akan berlanjut kembali tentu dengan tante dan keponakannya.
Keduanya akhirnya diam setelah itu mereka memulai makan malamnya bersama dengan hening tanpa suara kecuali suara sendok yang saling berdentingan .
terimakasih dukungannya ...😊
mampir di novel author lainnya ...
jangan lupa juga like ,komen ,favorit ya ...
kalau perlu bagikan biar yang lain pada tahu 😁
see you nex time 😊
__ADS_1