
selamat membaca 😊
''Apa yang kalian lakukan !!!''teriak seorang perempuan di ambang pintu dengan tatapan melotot dan shocknya .
''Dady!!!'' Teriak perempuan itu yang tampa mengalihkan pandangannya dari Resta dan Lexa yang masih diam mematung keduanya tidak beranjak dari posisi masing-masing hingga membuat kesalah pahaman semakin menjadi .
''Ada ap ... ''belum juga dia menyelesaikan kata-katanya menghampiri istrinya yang ingin menemui anaknya dia begitu kaget dengan apa yang dia lihat posisi itu sangat intim apalagi baju berceceran di lantai ,''astaga apa yang kalian berdua lakukan ?''dia sangat marah pada anak semata wayangnya itu matanya menatap tajam bukan pada Lexa melainkan pada Resta .
''Mati aku,momy masih mending bisa di rayu kalau dady ? ''batin Resta keringatnya sebesar biji jagung menetes pelan di pelipisnya berharap apa yang dia bayangkan tidak terjadi .
''Tidak ada dad,paman ''ucap keduanya serempak .
''Siapa yang akan percaya dengan ucapan kalian ,jika melihat posisi kalian seperti itu,hm...?''kedua orang tua itu mendekat kearah keduanya ,momy Restu menarik tangan Lexa dan dady Tama menarik tangan Resta dengan kasar .
Setelah berdiri Lexa langsung di bawa keluar dari kamar sedangkan Resta mendapat tatapan membunuh dari dadynya namun mengingat dia adalah putra satu-satunya dia ingin masalah ini secepatnya di selesaikan.
''Segera pakai baju kita bahas di ruang keluarga ''
''Baik dad''cicit Resta patuh dia tidak akan membantah jika dadynya sudah berbicara .
Di ruang tamu Lexa di tuntun untuk duduk di sofa dengan lembut momy Restu membelai rambut Lexa dengan pelan sudah sangat lama dia tidak bertemu dengan gadis kecil yang di sukai anaknya itu dia hanya mendengar kabar atau hanya memdengar dari mata-mata anaknya yang menjaga Lexa dari jauh .
Kenapa dia tahu kalau itu Lexa ya dari mata-mata anaknya yang dia suruh memberikan informasi tanpa sepengatahuan Resta tentunya.
''Bagaimana kabarmu sayang?''lembutnya bukannya marah .
''Baik tante ''pelan Lexa dia akan lembut pada orang yang lembut kecuali .....hanya Lexa yang tahu .
Tama datang dan duduk di sofa menghela nafasnya pelan baru juga mereka datang malah mendapat kejutan ,kejutan yang tidak pernah terpikirkan dari anak semata wayangnya yang tidak pernah dekat dengan perempuan .
''Tante ini hanya salah paham ''ucap Lexa pelan .
''Tenanglah sayang kita tunggu dulu anak nakal itu datang baru kita bahas ''ucap Restu lagi dengan lembut ,Lexa hanya mengangguk pasrah hingga suara ponselnya terdengar .
''Halo kak ''ucap Lexa pelan,mengangkat telponnya .
''....''
''Maaf kak ,sepertinya Lexa tidak bisa datang ''
''....''
''Sepertinya Lexa membuat masalah besar kak!bagaimana ini?''
''....''
''Tapi kak...''belum juga Lexa menyelesaikan ucapannya sambungan telpon terputus ,dirinya mendesah pelan pasti kakaknya sangat khawatir padanya .
Kemudian Lexa mengirim pesan di mana lokasinya beserta berkas yang di butuhkan untuk bertemu klien berada di ruangannya .
__ADS_1
Tidak berapa lama kemudian Resta datang dengan wajah segarnya namun suasana di ruang keluarga semakin mencekam bahkan Resta menelan ludah yang terasa tersendat di tenggoroannya.
''Siap-siap '' batinnya pelan .
Resta duduk dengan tenang di sofa tidak lepas juga tatapan membunuh dari dady yang sedari tadi sudah melayang sedangkan dari sang momy dengan tatapan yang tidak bisa dia artikan atau di tebak antara sedih,senang dan kecewa bercampur jadi satu.
_____
Di dalam perjalanan Alex sudah sangat khawatir masalah apa ?dengan hanya mendengar dari nada suaranya sepertinya bukanlah hal sepele .
Sambil bertanya-tanya dalam pikirannya apalagi lokasi yang di kirim adiknya itu adalah mansion minata alias tempat tinggal Resta ,dia pernah kesana meski tidak masuk kedalam rumah karena waktu itu dia hanya mengantar Lexa bermain itu oun saat keduanya masih kecil dulu .
Tanpa terasa Alex sudah sampai di depan gerbang mansion tanpa di suruh pun satpam yang bertugas membuka pintu ,dia mengenali mobil itu yang pernah mengantar teman anak majikannya meski sudah sangat lama pak satpam pun maaih ingat.
Alex turun dari mobil berjalan sedikit cepat meninggalkan mobilnya sembarangan di halaman mansion minata ,sampai dia pun langsung masuk tanpa mengucapkan salam atau permisi pada pemilik mansion dengan wajah dingin dan datarnya ,main nyelonong pokoknya .
Sayup-sayup terdengar suara paruh baya yang memarahi seseorang dari nada suaranya Alex tahu bahwa itu adalah Tama , tuan besar minata sekaligus rekan bisnisnya yang berada di luar negri sudah sering dia bertemu dan membahas bisnis .
''Lexa ''panggil Alex .
''Kakak ''Lexa kaget meski tadi kakaknya sudah mengatakan namun kenapa bisa secepat ini sampai di mansion apalagi jarak dari kantor sedikit jauh .
''Ada apa ini?''ucap Alex dingin merasa suasana di ruangan ini sangat tegang dan bertambah dingin dengan aura yang Alex keluarkan .bahkan ketiga orang itu merasakan tekanan yang tidak biasa berbeda dengan Lexa yang masih cukup santai di tempat duduknya .
''Kak!jangan membuat mereka takut ''Lexa berdiri menarik tangan kakaknya untuk duduk .
''Maksudnya?''Alex tidak mengerti ,
Kemudian Lexa menceritakan dari awal sampai akhir hingga kakaknya yang genius itu mengerti dan pada akhirnya keduanya pun tetap di salahkan oleh Alex .
''Huh,siapapun yang melihat tidak akan percaya pada kalian ''Alex menatap Resta tajam tatapannya yang dingin menusuk itu lebih menakutkan dari pada tatapan yang dadynya berikan .
''Maaf kan anak saya nak Alex ,sebagai orang tua saya merasa kecewa dengan sikapnya ''
''Tapi dad ini hanya salah paham ''
''Diam...!!!apa yang dady lihat dan momy mu lihat tidak ada kesalah pahaman mengerti?kamu sebagai lelaki harusnya tahu batas ,kami tidak pernah mengajarimu seperti itu ''
''Kamu laki-laki mana tahu perasaan perempuan ?jika momy berada di posisi Lexa sudah momy sunat itu mu ''sarkas Restu lagi menimpali ucapan suaminya .
''Kalian berdua harus menikah besok ''putus Alex dingin membuat ke empat orang itu kaget .
''Bukannya kamu melamar adikku di pesta?besok atau tidak kalian tetap akan menikah tapi ...lebih cepat lebih baik bukan ?''beralih menatap Lexa meski sedikit kecewa dengan sang adik namun mau tidak mau Alex harus mengambil keputusan .
''Dan kamu... jika sampai momy tahu habislah!!!kamu sudah di luar batas Lexa ..apa kamu tega membuat momy bersedih ?''Lexa menunduk kakaknya benar jika momy nya tahu bagaimana?Lexa tidak bisa melihat wajah kecewa momynya itu .
Kedua paruh baya yang mendengarkan hanya diam saja dengan keputusan Alex mereka sangat setuju, apalagi mereka baru mendengar jika putra mereka melamar Lexa .
''Baiklah ,cukup sampai di sini ayo,kita pulang dan uncle tolong persiapkan semuanya urusan keluargaku biar aku yang urus tidak perlu khawatir''Alex beranjak berdiri dia pamit sambil mencium tangan kedua paruh baya itu bergantian di ikuti Lexa yang juga mencium tangan mungkin sejak datang Alex lupa karena saking khawatirnya dengan adiknya itu .
__ADS_1
''Maafkan saya uncle tama ''ucap Alex yang di angguki tama ,menggeret tangan Lexa melewati Resta yang diam saja mungkin hatinya sangat senang dan tidak sabar.
_____
Keduanya sampai di mansion Deluxiz ,baru kali ini Lexa menelan ludahnya kasar kali ini dia ceroboh entah apa yang dia pikirkan niat ingin mengerjai Resta berujung kesalah pahaman hingga harus membuat pernikahannya di percepat padahal dia masih ingin menunggu adek cantiknya di temukan .
''Masuk ''perintah Alex ,dia berjalan lebih dulu untuk memberitahukan kabar ini sesegera mungkin.
Lexa memasuki mansion dengan ketar-ketir jangan sampai sang momy tahu alasannya menikah cepat apalagi tante nya itu bisa menjadi bahan ledekan jika itu terjadi .
''Assalamu'alaikum ''
''Wa'alaikum salam ''beruntung semua masih berada di rumah jadi Alex tidak perlu menunggu lebih lama lagi untuk bicara .
''Dad,mom Lexa akan menikah besok ''
''Se cepat itu?''timpal reya .
''Iya oma ,orang tua Resta sudah datang dan mereka meminta pernikahan di percepat ''singkat Alex .
''Kami tidak salah dengar ?''ucap diarta bertanya padahal baru saja Resta melamar cucunya kenapa sekarang mendadak menikah ,diarta melirik Lexa yang menunduk .
''Duduk sayang ''pinta Freya dia ingin bertanya lebih serius pada anak gadisnya.Lexa menurut dia duduk di tengah-tengah Alexo dan Freya meski sebenarnya Alexo sendiri tidak rela .
''Apa kamu sudah yakin sayang?''lembut Freya dia mengelus rambut Lexa yang halus dengan pelan memberikan ketenangan dalam hati Lexa.
''Sudah bun ''beruntung kakaknya tidak mengatakan yang sebenarnya meski dia tahu tidak akan bisa berbohong pada ke dua pria selain kakaknya itu .
''Baiklah ,kalau begitu kita akan menyiapkannya sebaik mungkin ''
''Momy tidak bertanya kenapa harus besok ''Freya tersenyum lagi-lagi dia mengelus rambut putrinya itu .
''Jika kamu bahagia momy juga bahagia ''satu kata itu membuat Lexa sangat terharu dan langsung memeluk Freya erat .
Alexo hanya bisa diam saja melihat kedua wanita yang dia sayangi berpelukan meski dia sendiri sangat penasaran dengan apa yang terjadi .begitu pula diarta ,reya sedangkan Vely dia masih belum tahu karena berada di luar mansion.
''Baiklah karena semua sudah setuju Alex akan menyiapkan segalanya ''
terimakasih dukungannya 😀🙏
like
komen
vote
see you next time 😊😁🙏
wq.
__ADS_1