
selamat membaca βΊοΈ
Suara erangan terdengar di telinga diarta dan Alex seperti musik rock namun keduanya tidak suka musik yang bernada keras itu .
Diarta melangkah kedalam ruang bawah tanah di ikuti Alex dari belakang tanpa takut sedikit pun malah tatapan dingin dia layangkan di balik topeng dimana tempat itu adalah tempat orang-orang yang berani mengganggu keluarga deluxiz .
''Cukup !!!''
''Maaf tuan ''
Empat orang yang menyiksa tadi berdiri dan melangkah mundur membiarkan Diarta dan Alex melihat orang yang di siksa .diarta berjongkok dan mengangkat dagu delecto hingga mendongak menghadap wajah diarta yang dingin sedang kan Alex berdiri di samping diarta tentu dengan tatapan membunuhnya .
''Bagaimana rasanya?masih kurangkah?''
''Hahahaha....aku belum puas melihat mu dan kelurga mu menderita ,ini tidak seberapa dengan apa yang kau lakukan padaku dulu ''delecto tertawa tapi dia belum puas meski seluruh tubuhnya sakit se akan nyawanya akan melayang saat itu .
''Sudah ku bilang bukan! itu hanya kesalah pahaman dan lagi pun itu kesalahanmu sendiri bukan aku ,kamu yang terlalu pengecut hingga membuatnya pergi ''
''Dan seharusnya kau bersyukur mempunyai anak yang baik seperti Dale tapi kebutaanmu akan masa depan dan terlalu larut dalam kubangan masalalu hingga membuat kamu tidak sadar ,apa perlu aku memberikan bukti yang sebenarnya ?baiklah kalau itu mau mu tapi ingat setelah kamu tahu menyesal pun percuma karena kamu memang pengecut dari dulu kamu memang tidak pernah berubah ''ucap diarta dengan nada dinginnya sudah cukup dia menutupi atas permintaan terakhir seseorang.
''Bawa berkas itu kemari ''perintah diarta dengan suara keras hingga terdengar keluar ruangan .
Suara langkah kaki terdengar seorang pria paruh baya masuk sambil memegang beberapa lembar map yang sedikit tebal .
''Kenapa kalian tegang ?dan kau dasar sahabat luctut aku itu baru mau makan kenapa kau memanggilku kemari hah ...untung aku tidak tersedak tadi ''
''Lucknut kakek ,jangan mengucapkan bahasa ke kinian kalau kakek saja tidak bisa mengucapkannya sudah tua juga masih saja berlagak remaja ''tentu saja Alex yang mengucapkan dengan nada dingin dan datarnya .
''Cucumu ini sungguh keterlaluan ''
''Apa yang di katakan cucuku itu benar dan juga aku menyuruhmu kesini bukan untuk makan
''Mana berkasnya ?''pria baruh baya itu memberikan langsung berkasnya ke tangan diarta.
''Cih ...tidak sabaran ''ucap pria paruh baya itu namun tidak di hiraukan oleh diarta suadah biasa kalau sahabatnya satu ini bersikap blak-blakan dan sedikit mencibir .
Diarta melempar berkas itu tepat di hadapan Delecto menyuruhnya melihat apa isi di dalam berkas itu ,dia sudah jengah dan sudah tidak bisa mentolerir sikap
Apalagi sampai melukai cucu bungsunya ,kali ini semua harus jelas persetan dengan semua janji yang dia simpan apalagi jika sampai membahayakan keluarganya.
''Baca dengan teliti dan lihat baik-baik !''
Delecto mengambil berkas yang hampir berserakan di depannya dengan masih tangan yang terikat kemudian dia membuka dan membacanya tangannya bergetar setiap kali halaman demi halaman dia buka dan baca air matanya se akan tidak sanggup dia tampung kenyataannya dialah orang yang pengecut tanpa tahu kebenarannya .
__ADS_1
Hingga halaman terakhir apa yang di baca membuatnya semakin terisak, sepucuk surat yang terlihat usang tangannya semakin bergetar tanda itu adalah tanda miliknya ketika dulu dia sering bertukar surat dan juga warna kertas kesukaannya semua tentangnya.
Dear honey
Sayangi dia karena Dale adalah anak kita ,aku hanya menitipkannya mungkin ketika kamu membaca surat ini aku sudah berada di surga melihat kalian bahagia di sini maka aku pun akan bahagia ,untuk perempuan itu dia sangat baik mau menerima permintaanku yang terakhir aku menyuruhnya merahasiakan semua tentang bahwa kita saling mengenal dan mendekati mu agar dia bisa menikah denganmu dan merawat Dale dengan baik .
Sayangi perempuan itu ,dia sudah menjadi ibu sambung dari anak kita . Sangat baik bukan ?
Maaf aku tidak bisa menemanimu lebih lama dan maaf ketika aku pergi aku menanamkan kebencian tapi aku yakin honey tidak akan menjadi lelaki pengecut karena yang aku tahu kamu adalah suami yang baik dan kekasihku yang terbaik.
I love you forever
Dari istri dan ke kasihmu tersayang.
''Kenapa menangis?dasar cengeng ''
''Itulah dia yang selalu mengambil keputusan tanpa menyelidiki kebenarannya,haish...kenapa kita mempunyai teman macam dia ?membuatku lapar saja ''keluh pria paruh baya itu .
''Lebih baik pergi biarkan dia meratapinya sendiri ''
Semua orang pergi menyisakan Delecto yang meratapi penyesalannya,penyesalan yang mungkin entah berujung atau tidak .
______
Lexa masih memusuhi Alexo karena menghentikan pencarian adek cantiknya ,bukan karena apa dia sudah tahu adek cantiknya masih hidup tapi alat atau benda-benda yang dia berikan sebagai hadiah masih menyala itu adalah tanda namun lokasi pastinya masih belum di ketahui sepertinya semua rusak mungkin karena akibat kecelakaan dan ledakan yang terjadi .
Alexo menghela nafasnya kasar sejak tadi pagi Lexa tidak mau berbicara dan selalu mengalihkan pamdangan ke arah lain .
''Lexa sayang....''
''Dady stop !jangan berbicara sama Lexa sebelum adek cantik ketemu ''
''Tapi sayang ..kita semua sudah mencarinya selama itu namun tidak ada tanda adek cantik di sana lagi pula kasihan anak buah dady kan mereka juga punya keluarga sayang tolong mengertilah ''
''Apa yang di katakan dady mu benar sayang ,jika memang adek cantik masih hidup kita do'akan semoga dia sehat dan pulang ''ucap freya dengan sendu mengingat ke depannya rumah ini akan sepi apalagi dengan si kembar mereka sepertinya akan ada perubahan yang membuat freya sedikit takut namun sebisa mungkin dia akan berusaha agar
''Momy memang benar tapi tetap saja aku marah sama dady ''Lexa beranjak dari kursi meja makan tanpa menghabiskan makanannya moodnya sungguh buruk.
Reya menghela nafasnya pelan ke adaan di rumah ini terasa entah tidak bisa bayangkan sendiri ,kacau apalagi Vely belum sadarkan diri entah karena apa?dokter hanya mengatakan shock kecil namun sampai sekarang masih belum juga sadar .
''Honey... maafkan aku ''
''Hm..tidak ini bukan salahmu semua sudah takdir''Freya menggeleng meminta agar suaminya itu tidak meminta maaf ,dia sudah mengerti .
__ADS_1
Pada akhirnya mereka semua tidak bisa makan dengan tenang bahkan makanan yang berada di atas meja belum tersentuh sama sekali .
_____
''Terimakasih ''
''Tuan diarta saya yang harus ber terimakasih dan meminta maaf atas kelakuan ayah saya yang sudah keterlaluan apalagi hingga membuat cucu anda menghilang entah kemana ,saya sebagai anak merasa sangat bersalah namun saya tidak bisa melakukan apapun ''Dale menunduk wajah dingin dan datar yang selama ini dia pertahankan hilang entah kemana di hadapan keluarga Deluxiz ,malu itulah yang dia rasakan saat ini.
''Saya tidak menyalahkanmu ,lebih baik kamu pulang urus semua aset yang ada biar pria tua itu pensiun dan meratapi semua ke bodohannya ''diarta melangkah pergi tanpa mendengar jawaban dari Dale pria itu masih terdiam berdiri .
''Terimakasih banyak ''Dale melihat punggung itu hingga menghilang .
Dale beralih ke arah dua bodyguard yang berjaga di depan pintu meminta izin untuk menemui ayahnya setelah mendapat izin Dale masuk dengan wajah dingin dan datarnya melihat sang ayah meratapi ke bodohannya sebenarnya dia tidak tega namun melihat kelakuan ayahnya membuatnya yakin dengan sikapnya.
''Ayah ''
Delecto mendongak ke arah Dale yang berdiri matanya menyiratkan kesedihan ,luka dan rasa bersalah terhadap anak semata wayang nya itu .
''Dale ...''
''Sudah saya katakan bukan?ini adalah akhir dari ayah dan sekarang terserah ayah ,saya sudah tidak perduli lagi ''
''Saya kesini hanya ingin memberitahukan bahwa perusahaan akan saya ambil alih mulai besok,saya tidak perlu izin dari ayah karena itu perusahaan ibu dan memang seharusnya itu milik saya sebagai pewaris selanjutnya.''
''Saya pergi ''
''Dale....''panggil Delecto lagi namun se akan tuli Dale tetap melanjutkan langkah nya untuk pergi .
Setelah bayangan Dale menghilang di balik pintu Delecto menangis ,tertawa miris pada kenyataannya dia sendirilah yang membuat hidupnya berantakan dan hancur ,anaknya menganggap dirinya orang asing .
''Dale ...maaf kan ayah ''satu kata maaf lolos dari bibir Delecto ,bukan untuk satu kesalahan namun banyak kesalahan dan dosa dia lakukan tanpa mempertimbangkan perasaan anaknya yang selama ini selalu mengingatkannya .
terimakasih dukungannya π
like
komen
vote
hadiahnya boleh...
rating jangan lupa ....
__ADS_1
see you next time βπ