
selamat membaca 😊
Setelah puas bermain di rumah Resta,Lexa mengajak panda imut ke mall yang di dalamnya ada pusat permainan anak ,antusias keduanya menjadi sorotan para orang tua yang sedang duduk menunggu anaknya bermain.
Lexa selalu menarik tangan panda imutnya kemana pun dia melangkah se akan takut kehilangan.orang tua resta ikut mendampingi putranya mereka memutuskan untuk menemani keduanya ke mall .
Para paman bodyguard berjaga tidak jauh ,mereka semua berbaur dengan orang yang berlalu lalang di sekitar area tempat anak bermain.
''Panda imut ,ayo main itu ...''tunjuknya pada permainan mobil-mobilan,''aku belum pernah bermain itu dengan temanku karena sekarang kamu temanku jadi kamu harus ikut ya ...''senyum Lexa terlihat menggemaskan dan Resta tidak mungkin bisa menolak .
''Te...tentu ''hatinya senang bukan main setelah mendengar ucapan Lexa .
Mereka berdua bermain bersama dengan senyuman keduanya yang tidak pernah luntur dari bibir mereka ,mereka bermain sepuasnya bermain semua permainan yang ada.
Sedangkan di kursi tunggu kedua orang tua itu melihat keduanya tak berkedip masih shock melihat anaknya yang terus saja tersenyum .
Hati keduanya merasa lega ,perlahan-lahan putra semata wayang mereka mulai bisa tersenyum keduanya saling melihat senyum terulas dari bibir keduanya mereka saling mengangguk dan berharap ke depannya anak mereka bisa berubah menjadi pribadi yang lebih baik lagi.
''Dad lihat lah anak kita bisa tertawa dengan lepas''
''Mom benar '' keduanya kembali melihat ke arah resta maupun Lexa yang sedang asyik bermain salah satu permainan .
''Bagaimana dengan gadis kecil yang di pesta?wah... anak kita punya dua teman perempuan .calon mantu semua itu...''celetuk istrinya namun di potong oleh suaminya.
''Mom,mereka masih kecil jangan membahasnya sekarang ''peringatnya sambil geleng-geleng kepala dengan tingkah absurt istrinya.mereka berdua berbicara kemana .
Mereka tidak tahu saja bahwa gadis kecil yang di pesta adalah orang yang sama dengan orang yang bermain dengan anaknya sekarang .
''Panda imut....''panggil Lexa ,Resta tidak menjawab dia masih bermain.
''Panda imut!! ''Teriak Lexa kali ini dia sebal karena Resta tidak menggubrisnya.
''A...ada a...apa?''
''Panda imut udahan mainya ,aku kelaparan makan yuk?''ajak Lexa perutnya terus saja berbunyi membuatnya sedikit malu .
Tanpa menjawab Resta menarik tangan Lexa menuju ke arah orang tuanya,Lexa mengikuti Resta sambil melihat tangannya di genggam erat oleh temannya ini .
''Mom...lapar''singkat Resta ,untuk pertama kalinya Lexa mendengar nada bicara Resta yang tidak terbata-bata.
''Kita makan dulu ,habis itu mom mau ajak temanmu berbelanja ''
''Bibi tidak perlu mengajak Lexa berbelanja ''senyum Lexa terukir ,dia merasa sungkan apalagi momy temannya ini sangat baik .
''Bibi tidak mau ada penolakan,cukup kedua orang ini yang selalu menolak tidak untukmu ''tunjuknya pada suami dan anaknya .ayah dan anak itu saling melirik mereka menahan senyum sambil kompak membatin .
''Perempuan kalau belanja lama ''
''Bisa capek kalau setiap hari ikut momy belanja ''
''Tapi kali ini dady sama Resta harus mau ikut jadi bodyguard kita berdua dan harus mau membawa semua belanjaan kita berdua''celetuk sang istri membuat ayah dan anak itu berteriak ...
__ADS_1
''Mom...''keduanya berbarengan.
''Apa ?mau menolak lagi?''sentak dengan garang.
''Baik...mom ''pasrah apalagi keduanya mendapat pelototan .
Lexa yang melihat itu hanya terkikik geli persis seperti dady dan kakaknya jika momy freya sudah marah.pada akhirnya mereka makan terlebih dahulu kemudian setelahnya berbelanja .
_____
Setelah menjadi seorang istri dari Lan seorang CEO, wina tidak di perbolehkan untuk berjualan keliling lagi bahkan sekarang dia merasa bosan terus berada di rumah ,mansion Lan yang berada di pinggiran kota.
Dia duduk sendirian tanpa melakukan apapun semua pekerjaan rumah sudah ada yang mengurus dia hanya tinggal memanggil dan memerintah saja tapi tetap saja membosan kan apalagi suaminya sudah berangkat bekerja seharian dan belum juga pulang padahal hari sudah sore .
''Mate... mate ''panggil wina dia turun dari atas memanggil kepala pelayan untuk menanyakan sesuatu.
Mate yang sibuk di dapur untuk memasak makan malam berlari takut terjadi sesuatu pada sang nyonya jika tidak hukuman akan menantinya juga semua para pelayan dan penjaga di rumah ini .
''Iya nyonya ,ada yang bisa saya bantu ''ucap mate sopan pada sng nyonya .
''Mate jangan panggil kenapa ...berasa tua akunya padahal masih muda loh ini ...''wina merasa kata mate itu terlalu berlebihan .
''Tidak bisa ,nyonya adalah istri tuan Lan.saya...tidak bukan hanya saya tapi semua orang yang bekerja di rumah ini tidak di perkenankan memanggil sembarangan pada anda ''ucapnya lagi dengan sopan.
''Terserah pokoknya jangan panggil nyonya ...tidak sesuai umurku ,pokoknya saya tidak mau ''sebal dan juga jengah pada kepala pelayan mate karena tidak mendengarkan ucapannya .
''Ada apa nona memanggil saya ?''ucap mate merubah panggilannya namun masih tetap sopan pada istri kesayangan tuannya .
''Tuh kan lagi ...lagi ada embel -embel nona ,aku mau tanya memang jam segini tuan mu itu belum pulang ?''
''Huh ...jam segini belum pulang !apa lupa kalau ada istri di rumah menunggu nya ''gerutu wina pelan namun masih bisa di dengar oleh mate .
''Ternyata nona wina cerewet tapi kalau demi kebaikan tak apalah ''batin mate .
''Mate ...cepat hubungi tuanmu itu jika tidak aku akan mencari pria lain yang mau ku ajak ke mall ''ketus wina lagi dia sudah menunggu suaminya pulang bahkan baru sehari saja dia sudah sangat bosan berada di rumah meski banyak pelayan tetap saja di merasa sendiri.
''Baik nona ''mate merogoh ponselnya dan menelpon tuannya yang mungkin masih tengah sibuk dengan berkasnya.
''Mate aku pergi ke mall xxx ''wina langsung pergi dwngan wajah masam.
''Tapi nona ...''
''Sudahlah mate lebih baik aku cuci mata di sana dari pada di sini tapi tidak di anggap ''omel wina .
''Dasar laki-laki bilangnya cinta lah, itu lah, janji ini janji itu, nyatanya sekarang apa dia sendiri gak pulang-pulang ''gerutu wina sembari melenggang pergi entah apa lagi yang yang umpat selama perjalanannya .
_____
Lan masih sibuk dengan pekerjaanya ,berkas itu masih menumpuk seperti gunung di atas mejanya padahal ini sudah waktunya dia pulang namun apa daya pekerjaan banyak menanti untuk segera di selesaikan .
Hingga suara dering hpnya membuatnya khawatir karena mate yang menelpon ,Lan mengangkatnya dan mendengarkan apa yang di katakan mate membuatnya sedikit shock .
__ADS_1
Dia lupa kalau sekarang ada orang yang menunggunya pulang dirumah ,Lan menghela nafas tanpa membereskan pekerjaan nya .Lan melihat jam dia juga kaget ternyata sudah lebih dari jam pulang kerja dengan tergesa-gesa dia keluar dari kantor dan pulang.
Wina berjalan santai di mall melirik sana sini barang tanpa membelinya hingga matanya melihat seseorang yang dia kenal ,seperti keponakannya namun siapa yang duduk di sebelanya ?wina tidak mengenal mereka biasanya keponakannya itu seperti lem tembok yang kemana-mana berdua .
''Lexa?''guman wina pelan ,dia menghampiri ke empat orang itu untuk memastikan bahwa memang itu keponakan jahilnya .
''Lexa ''panggil wina setelah sampai tepat di belakang mereka .
''Bibi ,kenapa sendirian mana paman ?''bukannya senang malah melontarkan pertanyaan kembali.
''Biasa pamanmu lupa kalau ada bibi di rumah yang menunggu ,yah..akhirnya bibi tinggal pergi saja ,bosan juga sekalian bibi mau cuci mata di sini''omel nya sambil meminta izin dengan untuk bergabung dengan mereka semua meski tidak kenal dan di angguki mereka semua .
Sepasang paruh baya itu hanya tersenyum mendengarkan omelan bibi Lexa.
''Oh iya bibi kenalkan ini teman Lexa ,namanya resta bersama kedua orang tuanya ''
''Halo ..saya wina bibinya Lexa ,maaf ya kalau keponakan saya merepotkan kalian ''
''Tidak apa kami senang melihat resta membawa temannya dan tenang saja Lexa tidak merepotkan malah dia sangat menggemaskan iya kan dad?''tanyanya pada sang suami yang di jawab dengan anggukan .
''Bibi sudah izin sama paman ?''gadia kecil itu bertanya entahlah di otaknya seperti menemukan sesuatu untuk menjahili bibinya itu .
''Tidak,biarkan saja dia kalang kabut sendiri suruh siapa lupa huh...''ketus wina lagi dia merasa kesal kembali setelah Lexa mengungkit suaminya .
Tanpa di sadari semua orang Lexa tersenyum sangat tipis .''jangab salahkan Lexa jika nanti bibi di hukum sama paman ''batin Lexa karena dia melihat bayangan pamanya sedang mendekat .
''Bibi mau cuci mata ?ayo Lexa temenin.''ajak Lexa dengan nada sedikit keras agar pamannya mendengar .dan benar saja Lan mematung di tempat sambil memperhatikan istrinya lekat.
Dan kebetulan tak tersuga Lexa melihat segerombolan kakak tampan yang sedang duduk tidak jauh dari mereka dengan jailnya Lexa malah mengompori wina .
''Itu bi sebelah sana ada kakak tampan ,menurut bibi lebih tampan mana paman apa kakak-kakak tampan itu .?''tanya Lexa polos sambil menunjuk.
''Pamanmu memang tampan tapi kakak-kakak itu juga tampan ''ucap wina yang tidak menyadari Lan sudah berada di belakang nya dengan wajah garangnya .
''Duh... mereka seperti idola bibi yang ada di drakor''tersenyum senang akhirnya dia bisa cuci mata,''wah ...gila boleh minta tanda tangan tidak ya ?atau kalau tidak foto saja gak apa deh ''imbuhnya lagi tanpa malu padahal sedari tadi dia diperhatikan oleh orang tua resta yang tersenyum tipis apalagi di belakang wina ada seorang pria yang mereka tebak suaminya.
''Bi,mau di apakan kalau dapat sekaligus orangnya ''
''Bibi bawa pulang terus ...''ucapan wina terpotong setelah mendengar suara bariton suaminya dari belakang ,wina membalikkan badannya sambil tersenyum kaku .
''Mampus!!! apa suamiku sudah mendengar semua percakapan nya ?''batin wina menelan ludah meski bibirnya tersenyum manis di depan suaminya .
''Pulang sekarang ''dengan wajah dinginnya ,wina mengangguk pelan sambil melirik keponakannya sebal ingin saja dia marah tapi dia harus menangkan suami pecemburunya dulu .
Dengan langkah gontai wina berjalan di belakang Lan dengan ketar-ketir takut mendapat hukuman .
terimakasih dukungannya 😊
like
komen
__ADS_1
vote
see you next time ...✌😂