
Alex memasuki loby kantor menuju ruangannya melewati lift yang memang di khususkan untuk CEO .di kuti arya dari belakang dengan wajah sama sebelas dua belas dengan kritis.
Pagi yang mencekam bagi arya karena sang bos yang kelewat bucin berubah menakutkan dengan hawa membunuh membuat siapa saja merasa tercekik termasuk arya yang masih setia mengikuti sang bos dari belakang.
''Tugasmu bagaimana?.''
''Sudah bos,saya letakkan di meja anda.''
''Bagus,kamu boleh keruanganmu siap siaga.''dingin bin datar alex memasuki ruangannya meninggalkan arya yang bingung dengan ucapan sang bos.
Arya kembali keruangannya sendiri seperti yang di perintahkan meski tidak mengerti maksud bosnya yang bersiap siaga memang akan ada apa pikirnya.
Alex duduk di kursi kebesarannya dirinya melihat sebuah map coklat yang sedikit tebal berada di atas mejanya perlahan alex membuka dan membacanya secara teliti entah berapa lembar yang dia baca hingga dirinya mengumpat karena sepertinya tidak ada celah sama sekali dengan pria itu.
''Siapa dia mengganggu istriku,lihat saja jika dia berani berebut denganku, dasar pria brengsek!.''umpatnya terakhir.
Arya!!!!
''Siap bos.''arya masuk kerungan alex.
''Jadi ini maksudnya siap siaga ?ya ampun baru tadi aku membersihkan semuanya sekarang lihatlah.''batin arya.
''Apa mau saya kirim ke atlantis?.''nada yang sangat mengintimidasi juga tatapan seperti sebwlumnya.
''Kalau ingin membunuh orang kenapa harus saya yang jadi korban bos.''tentunya itu hanya dalam hati jika tidak bisa dinpastikan nafasnya melayang.
''Tidak bos .''membereskan berkas berkas yang berserakan .
''Awasi orang ini ,apapun itu laporkan padaku.''
''Baik bos,''tanpa bertanya arya mengangguk.
''Sabar,,, sabar,,,Demi gaji bulanan dan bonusku.''batin arya setelah selesai dirinya langsung keluar sambil membawa berkas tadi.
_______
Landri fizki aleska pemilik sekaligus CEO aleska group seorang pengusaha muda yang berbakat di berbagai bidang ,orang yang kekayaannya tidak akan habis meski kesepuluh turunannya karena bisnisnya ada di mana mana namun di bandingkan dengan deluxiz group aleska berada di urutan kedua setelah deluxiz.
Tok,, tok
''Masuk,,,''
__ADS_1
''Bos ada berita yang ingin saya sampaikan.''
''5 menit''titahnya.
''Ada yang menyelidiki identitas bos.''lan menghentikan pekerjaannya merasa tertarik.
''Siapa?.''
''CEO dari perusahaan DELUXIZ GROUP ,tuan alex.''
''Biarkan saja.''ucap lan pada sang anak buah. ''aku ingin tahu kenapa rekan bisnisku itu menyelidikiku?.batin lan.
''Baik bos.'' hendak pergi namun di urungkan dengan ucapan sang bos.
''Selidi CEO itu sepertinya baru kemarin kita membahas tentang kontrak kerjasama.''
''Baik bos satu jam dari sekarang bos akan menerima laporan saya.''
''Keluar,,,''tanpa menjawab anak buahnya sudha keluar dari ruangan lan.
''Apakah ini ada hubungannya dengan gadis kecilku ataukah hanya perasaanku saja?aku ingin tahu siapa laki laki yang bersama gadis kecilku.''batin lan .
Lan menghentikan pekerjaannya moodnya seakan buruk sekarang dengan pikiran yang bercabang satu sisi tentang gadis kecilnya bersama seorang laki laki dan sisi lainnya tentang tuan alex yang menyelidikinya membuatnya frustasi dan memikirkan kemungkinan lainnya.
______
''Kakak lihatlah apa yang aku dapatkan.''tersenyum senang lexa membobol sebuah informasi dengan tingkat pengaman tinggi sebuah perusahaan hal mudah baginya.
Ya meski alex lebih jenius darinya namun tetap saja tidak bisa di remehkan.
''Apa?.''
''Ini,,, bukannya ini perusahaan orang itu?''
''Hm,,, bagaimana apa kita coba bermain main seperti dulu di perusahaan dady?.''
''Sudah sangat lama sekali ,aku ingin melihat ekpresi orang itu, hihihi,,, bagaimana kalau buat perusahaannya bangkrut?biar tidak menganggu momy.''
''Tidak!.''
''Kenapa?''ucap lexa bingung.
__ADS_1
''Dady sudah bilang jangan ikut campurkan?.''kenapa adiknya ini bisa lupa.
''Hm,, kakak benar tapi bermain main sedikit kan tidak apa.''senyum seringai lexa muncul tangannya sudah tidak sabar bermain di atas keyboard.
(Kalau di rumah keduanya memakai laptop/komputer sedangkan kalau berada di luar rumah menggunakan ipad.)
''Kalau itu sudah kakak lakukan ,lihatlah tuh.''alex menunjukkan layarnya.
''Huh,,, kakak memang tidak adil padahal itu aku duluan loh yang memberikan ide.''lexa mengerucutkan bibirnya sebal.
''Seperti pepatah siapa cepat dia dapat,mana mungkin kakak lewatkan begitu saja.''ucapnya santai
''Sudahlah jangan cemberut kakak sudah menyisakan satu untukmu retas semaua CCTV yang berada di perusahaannya.''ucapnya lagi.
''Bagus kakak menyisakannya satu untukku jika aku tidak akan berbicara dengan kakak selama satu bulan.''sambil mengetik keyboard dengan cepat se cepat angin.
''Sudah tuh lihat orangnya.''ucap lexa santai.
''Bagus.''
''Omonganmu barusan yakin tidak ingin berbicara dengan kakak selama itu?.'' ragu alex dirinya tidak bisa membiarkan sang adik kesayangannya itu mendiamkan dirinya selama itu.
''Hah,,, kakak lexa hanya bercanda ok jangan di ambil hati.''
''Benar ?.''selidik alex
''Hm,,,,''
''Syukurlah .''sambil mengelus dada pelan.
''Kenapa kak,?.''
''Tidak kakak hanya tidak ingin selama satu bulan itu sekamar dengan patung.''kilahnya padahal hatinya tidak.
''Ih,, kakak nyebelin deh.''
''Sudah ayo kita fokus dulu.''
''Waktunya bermain.'' ucap keduanya penuh semangat.
Senyum seringai yang di pancarkan bagai bom waktu meski keduanya masih anak anak kejeniusannya melebihi apa yang bisa kita lihat.
__ADS_1
.(bermain di belakang layar)