
selamat membaca 😀
Tibalah saatnya ke empat orang itu bertemu kali ini Resta ikut setelah mendapat penjelasan dari Lexa dirinya pun mengerti dan akhirnya ikut .
Mereka berkumpul di taman pinggiran kota sebelum menuju kampung itu .
Alex,Lexa ,Arya dan juga Resta sedang menunggu kehadiran tuan Ferdian tentu saja kedua orang itu merasa tidak tenang kecuali Alex dan juga Lexa yang masih bersikap tenang dan tentu saja dengan sikap waspada mereka .
''Sayang berapa lama kita akan menunggu?''
''Hingga datang ''singkat Lexa .
Hingga seseorang yang mereka kenal datang menghampiri ke empatnya.
''Maaf ...saya terlambat !''
''Tidak masalah tuan malah kami mengira anda tidak akan datang karena meski anda sudah pensiun tetap saja masih terlihat sibuk ''ucap Arya cepat dan sopan .
''Ada sedikit urusan ''singkat Ferdian.
''Paman tidak sedang mencari daun muda bukan?''celetuk Resta santai dia bersiap-siap menelpon seseorang membuat Alex,Lexa dan Arya menoleh kearah Resta dengan sedikit kaget sedangkan Ferdian langsung menjitak dahi Resta karena ucapannya yang sedikit keterlaluan .
Ctak...
''Paman!!!benar ya ?aku adukan bibi nanti loh !'' Teriak Resta sambil pura-pura mengelus bekas jitakan itu .
''Sayang ...sakit !''adu Resta namun di biarkan oleh Lexa karena merasa jengah tidak pada waktunya .
''Kamu itu sudah besar kenapa masih saja selalu mengadu pada bibimu ?tidak malu sama istrimu dan saudaramu ini?''
''Tidak ...tidak ...selama ada paman, Resta suka melihat wajah panik paman ''santai Resta.
''Ayo, paman kita cepat ke kampung itu jangan buang waktu lagi bisa-bisa aku tidak bisa quality time sama istriku ''sambung lagi Resta mengajak pamannya itu sambil memberi kode Lexa yang berada tidak jauh darinya. Sikapnya yang serius berbanding terbalik dari yang tadi.
''Baiklah ''
Mereka semua akhirnya masuk kedalam mobil masing-masing ,Resta dan Lexa satu mobil dengan Ferdian dan Alex satu mobil dengan Arya .dua mobil itu melaju dengan kecepatan sedang melewati jalanan sepi .
''Paman ''
''Hm ''
__ADS_1
''Bibi pasti senang kalau tahu aku sudah menikah !''
''Tentu saja''ucap Ferdian terjeda sambil tersenyum menyeringai .
''Sekalian dengan hukumannya karena keponakan tersayangnya tidak mengundang ke acara pernikahan,kamu pasti tahu bukan...?''lanjut Ferdian sambil menaik turunkan alisnya .
''Ah ,aku lupa jika bibi pasti akan menghukumku jika tahu ...tapi bibi kan sayang padaku ''gumannya pelan yang hanya di dengar Lexa yang sudah tersenyum apalagi ekpresi wajah Resta yang sesikit lucu.
''Aku rayu saja bibi gampang kan paman !''Resta mengusap rambutnya ke belakang .
''Apalagi kalau sudah tahu jika istriku begitu cantik''ucap Resta lagi sambil menatap Lexa penuh cinta .
''Iya kita lihat saja nanti jika sudah bertemu dengannya ''ucap Ferdian dengan cukup santai .
Keadaan menjadi hening di dalam mobil tidak ada suara kecuali deru mesin mobil yang melaju ,di sekitar jalan yang mereka lewati hanyalah pepohonan karena memang sudah hampir memasuki kawasan hutan .
______
''Kita masih harus berjalan sekitar satu jam dan ingat perhatikan langkah kalian ''seru Ferdian menginterupsi .
Meski dengan penasaran mereka semua mengangguk pasti Alex,Lexa tentu saja sudah tahu apa yang akan terjadi di tempat pemberhentian mobil di situ sudah ada anak buah Ferdian yang berjaga sekaligus mendirikan tenda agar sewaktu-waktu jika ada orang asing atau orang yang tidak sengaja lewat dan bertanya meteka sudah mempersiapkan alasannya .
Ke empat orang itu berjalan berurutan seperti kawanan bebek karena hanya jalan setapak yang mereka lalui semakin kedalam hutan semakin rimbun tidak banyak bertanya mereka akhirnya sampai di depan menyerupai benteng karena tingginya itu yang hampir 3 meter .
''Diamlah!''
Ferdian melangkahkan kakinya dan mengetuk kayu itu seperti biasa sebuah lubang terbuka tentu saja dari dalam entah apa yang di katakan oleh Ferdian hingga lubang itu tertutup kembali.
''Ayo ,gerbangnya akan segera di buka ''mereka bertiga mengikuti Ferdian .
Setelah pintu terbuka seseorang menyapa namun Ferdian seakan memberikan kode dan mengangguk saja, Alex maupun Lexa hanya diam saja meski ada sesuatu yang mungkin keduanya mengetahui meski hanya sebagian saja .
Ferdian masuk terlebih dahulu di samping kanan ada Alex ,Lexa dan di belakang Ferdian Rasta dan Arya mengikuti langkah ketiganya ,setelah masuk gerbang di tutup kembali tidak seperti dari luar yang terlihat seperti benteng dari kayu berbeda dengan yang ada di dalam bahkan mungkin bagi orang awan tidak akan menyangka nya (seperti tembok lah mulus gitu berwarna silver seperti besi author tidak bisa menjelaskannya dengan perinci ).
Resta dan Arya sedikit kaget berbeda dengan Alex yang sudah mengetahui dari vidio yang Lexa kirimkan .
Mereka bertiga menjadi pusat perhatian meski tidak banyak orang hingga seseorang menghampiri yaitu orang kepercayaan kepala kampung yang di tunjuk ketika beliau tidak berada di tempat, sebut saja Igla .
Dengan sopan Igla mengantar Ferdian, Alex,Lexa,Resta dan Arya untuk memasuki tempat dimana biasanya di adakan pertemuan atau tempat untuk bermusyawarah .
''Sebelumnya mohon maaf kepala kampung sedang tidak ada di tempat jadi saya sebagai orang kepercayaan beliau menggatikan untuk sementara ''
__ADS_1
''Ada apa gerangan hingga tuan-tuan dan nona datang ke kampung ini apalagi datang bersama dokter Ferdian ,apakah ada sesuatu hingga sampai di kampung ini?''
Alex dan Lexa saling melirik keduanya mengangguk ,sudah ada lebih tepatnya semua orang sudah berkumpul mereka ingin mengetahui alasan dan maksud ke empat orang itu datang ke kampung ,kecuali para penjaga gerbang yang berada di depan.
''Begini pak Igla kedatangan kami ke kampung ini hanya ingin menanyakan suatu hal atau lebih tepatnya kami sedang mencari adik bungsu kami yang sudah sangat lama menghilang sebab kecelakaan''semua orang yang tadinya antusias berubah menjadi hening tidak ada satupun suara yang terdengar .
''Kenapa harus disini?''
''Hanya kampung ini yang belum kami datangi selain sedikit jauh dari lokasi kejadian juga sebenarnya sudah sangat lama kami ingin kesini hanya saja waktu itu tidak terpikirkan dan baru-baru ini ingat''ucap Lexa lagi dia tidak membiarkan Alex untuk angkat bicara jika tidak semua akan kacau apalagi sikap dingin datar kakaknya itu sebelas dua belas persis sang dady .
Se akan ada angin segar Lexa ingin meneruskan ucapannya apalagi tidak ada sanggahan dari Igla.
kemudian Lexa menceritakan dari awal bagaimana adiknya di culik ,kecelakaan dan menghilang hingga sekarang masih belum di temukan semua orang mendengarkan secara seksama .
_____
Sedangkan di tempat lain seorang gadis menerima pesan setelahnya dirinya langsung izin pulang terlebih dahulu dengan alasan tidak enak badan pada pemilik tempat dia bekerja paruh waktu.
''Mereka berada di kampung''gumannya pelan .
'' apakah sudah saatnya ?''dirinya bermonolog sambil keluar dari gedung tempat dia bekerja paruh waktu.
Setelah sampai di rumahnya dia memasuki ruangan khusus yang memang sudah di sediakan di sana untuknya .
Tangannya bergerak lincah meski dia tidak tahu asal muasal dia menggunakan alat itu ,meski samar-samar ingtannya mulai kembali meski tidak sepenuhnya .
''Jadi mereka berada di sana ?aku akan mendengarkan alasan mereka jika itu membuatku puas maka aku akan kembali jika tidak akan aku pikirkan lagi ''gumannya pelan .
Layar di depannya menampilkan gambar wajah-wajah yang sering muncul di mimpinya meski versi anak-anak kecuali satu orang yang tidak berubah dan satunya lagi yang tidak dia kenal dan kemungkinan itu kakak iparnya .
Gadis itu mendengarkan dengan seksama hingga tanpa sadar air matanya jatuh begitu saja,sekilas bayangan ingatan muncul membuatnya menahan sakit di kepalanya dan dengan terpaksa dia mematikan layar itu kemudian kembali ke kamarnya untuk beristirahat .
terimakasih dukungannya 🙏😁
like
komen
vote ..
Raimankan ya ...!author lagi galau nich ....
__ADS_1
mau ngukep dulu di bawah pohon mangga ...
see you next time 😊✌