
selamat membaca π
''Bagaimana para saksi ?''
''Sah !''
Rain tersenyum malu bagaimana tidak pernikahan yang awalnya akan di laksanakan setelh lulus malah hari ini sudah di laksanakan ,sebenarnya dia senang bukan main karena impiannya menjadi kenyataan .
''Cie cie calon masa depannya sudah di dapat jadi gak kesepian lagi deh ''usil Lexa ke arah dua pengantin baru itu ,Rain tersenyum malu berbeda dengan Alex yang cuek bebek dingin .
''Ish ,malu kak ''cicit Rain di telinga Alex ,kepolosan gadis itu membuat Alex merinding disco bagaimana tidak mereka duduk seperti permen karet lengket alias sangat dekat bahkan berusaha menahan sesuatu karena masih terlalu banyak orang.
''Sabar kak !jangan tegang gitu masih banyak tamu ini ''goda Lexa lagi ,semua orang tertawa mendengar celotehan dari Lexa yang usil pada kakaknya .
Akad keduanya di hadiri tiga keluarga yaitu Deluxiz ,kenady dan juga keluarga mempelai perempuan serta juga beberapa orang-orang penting dan tertentu saja yang di undang karena pernikahan ini masih di sembunyikan dari publik sebab pengantin perempuan alias Rain masih bersekolah .
Tidak ingin terjadi hal buruk dan juga hal yang tidak di inginkan semua keluarga setuju saja atas permintaan Rain .
''Selamat ya sayang ''
''Terimaksih tante ''ucap Rain dia di peluk oleh Zahra adik dari Alfa ayah Rain,Alex hanya mengangguk mendapat ucapan dari tante istrinya itu .
''Akhirnya keponakanku yang tampan menikah juga''celetuk Wina dan di belakangnya Lan mengikuti bersama putri semata wayang mereka Le .
''Selamat ya kakak-kakakku yang tampan dan cantik nanti cepat kasih ponakan yang lucu kalau bisa kembar pasti seru nanti Le akan ajaj main mereka ''Le memeluk keduanya secara bergatian.
''Terimaksih adikku ''
''Terimaksih ya dik ''balas keduanya .
''Kak Alex boleh tidak Le memakan semua makanan yang berada di sana ?kata mama Le tidak boleh makan terlalu banyak jadi sebelum itu Le minta izin nih !''
''Kalau bisa habiskan !!!''singkat Alex yang di angguki Rain karena merasa lucu dengan wajah Le yang se akan memohon sambil terlihat imut .
''Beneran kak?gak bohongkan kalau gitu Le akan kesana sekarang ''
''Tidak boleh ''larang Wina menarik tangan Le yang akan berlari .
''Ish ...mama kak Alex sudah kasih izin ,papa boleh ya?''Le meminta pertolongan sang papa agar mamanya setuju.
''Sayang biarkan saja Le masih dalam pertumbuhan butuh banyak nutrisi ''beralih kearah Le ''sayang ingat jangan hanya makan kue mengerti ?''lembut Lan yang di angguki Le.
''Yes ''Setelah tangannya di lepas oleh Wina dia langsung berlari kearah meja dimana semua makanan ada di sana .
Setelah kepergian si gadis polos itu Wina mengerucutkan bibirnya sebal karena anaknya itu lebih patuh pada papanya timbang dirinya .
Wina pergi begitu saja meninggalkan ketiganya tanpa mengucapkan satu patah pun.Lan yang melihat istrinya tengah merajuk segera meminta maaf pada pengantin baru itu.
__ADS_1
''Alex maafkan bibimu dan selamat atas pernikahan kalian berdua ''ucap Lan .
''tidak apa paman lebih baik segera susul bibi saja''singkat Alex yang sudah mengetahui sifat bibinya jika sudah kesal,Lan pamit untuk segera menyusul istrinya .
Akad memang berlangsung sederhana namun kemeriahan di dalamnya sudah membuat Rain senang dan seperti biasa Alex selalu mengedarkan pandangannya sambil mengamati semua orang dari tempatnya .tentu saja si kembar tetap masih menggunakan topeng untuk menyembuyikan wajahnya iya hanya keluarganya yang tahu tidak dengan orang lain.
_____
Terik panasnya matahari membuat sebagian orang tidak betah berada di luar rumah entah karena takut panas atau bagaimana tapi berbeda dengan pengantin baru ini yang seharusnya sudah meneguk manisnya malam pertama malah keduanya berada di mall .
Selepas menerima banyak ucapan terimakasih Rain mendapat pesan singkat dari teman-temannya untuk bertemu ,saking senang dan bahagia dia lupa kalau sudah berjanji dengan merasa bersalah akhirnya dia memberitahukan pada suaminya Alex agar di izinkan untuk bertemu di mall dan disinilah mereka sekarang dengan pakaian santai .
Dengan santai keduanya berjalan kearah dimana titik temu di tentukan oleh para remaja itu .
''Hai ,Rain !''salah satu temannya melambaikan tangannya dan di sambut oleh Rain yang juga ikut melambaikan tangannya.
Baru saja mereka ingin berbicara hawa dingin menyeruak di bagian leher mereka ,seperti seseorang yang sedang menatap mereka dengan hawa pembunuh .
''Kalian sudah lama?maaf ya tadi ada urusan penting makanya telat ''ucap Le dia tidak ingin teman-temannya mengetahui kalau dia sudah menikah dengan orang yang bersikap dingin di sebelahnya itu tapi memang berlaku untuk orang lain .
''Ti..dak kok ,kita baru aja sampai iyakan?''tanyanya ke arah teman yang lain dan tentu saja di angguki yang lain ,mereka semua membenarkan ucapan temannya apalagi tatapan Alex yang sedari tadi berwajah dingin.
''Sayang kita akan kemana ?''tanya Alex lembut tentu saja mereka semua melongo bagaimana tidak ekpresi Alex sangat kentara yang tadi tatapan dingin berubah lembut selembut kapas yang berterbangan ,bahkan seseorang merasa merinding mendengarnya kecuali Rain yang sudah terbiasa dengan Alex .
''Kita akan ke toko buku setelahnya kita akan belajar bersama ,benar tidak?''Rain menoleh ke arah teman-temannya .
''Ok ''singkat Alex kemudian dia menggandeng tangan Rain menuju toko buku meninggalkan teman-teman Rain di belakang ,seseorang mengepalkan tangannya sambil mengatur nafasnya agar tidak ketahuan dia hanya bisa pasrah karena secara apapun dia sudah kalah telak sebelum berperang .
''Sayang mau tahu kenapa aku tidak pernah mau ikut ke toko buku?''se akan Alex tahu hanya dengan melihat raut wajah Rain yang berada di depannya.
''Mau ,sangat penasaran malah ''antusias Rain dengan begitu senang .
Alex mendekat secara perlahan dan pasti se akan mereka berdua berpelukan di mata orang lain ,sedangkan Rain sendiri diam mematung jantungnya berdetak lebih kencang saat Alex semakin dekat .pikirannya sudah berada di antah berantah membayangkan semua kemungkinan yang terjadi .
''Karena aku hanya ingin bersama mu ''bisik Alex tepat di telinga Rain dengan suara lembutnya hingga membuat bulu kuduknya meremang iya meski mereka sudah halal tetap saja merasa malu apalagi semua orang yang berada di toko itu melihat kearah keduanya.
''Dan lagian aku tidak mau di saat kamu bersamaku ada buku-buku itu yang mengalihkan perhatianmu padaku ''lanjut Alex bukan tanpa alasan sebenarnya itu sangatlah tidak masuk akal namun karena ini Rain maka Alex akan cemburu pada siapapun termasuk buku-buku itu .
''Hanya sebuah buku dia sudah cemburu ,sangat menggemaskan !!''batin Rain senang pipinya kembali merona .
Setiap pergerakan keduanya ada seseorang yang menahan rasa sesak namun sebisa mungkin dia menahannya .Alex melirik kearah laki-laki yang seumuran dengan Rain itu sangat tajam meski dia tahu dia tidak akan membiarkan siapapun mendekati istrinya .
''Rain hanya milikku dan selamanya milikku,tidak akan aku biarkan siapapun mengambilnya dariku termasuk kau bocah ingusan !''tatapan tajam itu seolah memberi peringatan untuk laki-laki itu ,Alex tersenyum menyeringai tanpa mereka semua sadari.
''Ikh ,kak Alex so sweet ''reflek Rain memeluk Alex rasa senang kembali menyeruak di dalam hatinya kecemburuan yang sedari tadi hilang begitu saja tanpa sisa hanya karena sebuah pelukan dari istrinya.
Alex membalas pelukan Rain kemudian keduanya ke kasir setelah membawa beberapa buku di tangan Alex tentunya tanpa melepas rengkuhan dari pinggang Rain menggunakan tangan satunya ,semua mata yabg memandang mereka berdua merasa sangat iri .
__ADS_1
Setelah selesai keduanya keluar dari toko buku di ikuti teman-teman Rain dari belakang.
_____
Sedang di mansion Deluxiz semua telah selesai di rapikan termasuk para tamu undangan yang semuanya sudah pulang kecuali keluarga yang masih berada di ruang tamu .
''Kakek sudah tua kenapa masih saja seperti pangeran?''tanya Lexa santai membuat semua orang melongo seperti ada bau-bau kejahilan yang sudah di rencanakan oleh otak bar-barnya itu .
''Benarkah?''tanya pratama ,sebenarnya dia sudah tahu pasti akan di kerjai oleh cucu cantiknya itu tapi karena rasa sayangnya yang esar tetap saja mengikutinya.
''Hm,dari pada opa lihatlah !opa saja sampai kalah dari kakek ''puji Lexa sambil melirik opa diarta yang sudah menahan kesalnya karena di libatkan ,Lexa hanya mengangkat senyum kecilnya.
''Tentu saja kakekmu ini saat muda sangat terkenal!apa lagi di kalangan perempuan''pratama tersenyum dia pun melirik diarta besannya yang sudah bermuka masam .
''Opa dulu juga terkenal iya meski di kalangan ibu-ibu yang ingin menjadikan opa sebagai menantu mereka ''jujur diarta apa adanya sambil melirik kearah oma Reya yang juga sedang menatapnya dengan tatapan yang tidak bisa di artikan.
''Haih,tentu saja Lebih terkenal Lexa dimana-mana!iya kan bibi ku tersayang ?''
''Kalau ponakanku sudah bilang begitu maka begitu lah adanya ''ketus Vely .
''Kenapa tante marah-marah sih!harusnya tante tuh senang bisa bulan madu selama satu bulan penuh ,apa masih kurang?kalau iya nanti aku akan bilang sama kak Alex atau kalau tidak mumpung semua ada di sini aku minta izin sama mereka semua deh !''Lexa berpura-pura tertindas sambil melesat masuk kedalam pelukan Resta yang sedari tadi diam saja dengan sayang dia mengelus punggung Lexa yang menahan tawa .
''Vely ....''diarta ingin menegur tapi sebelum itu Vely sudah lebih dulu memotong perkataan dadynya.
''Maaf ya ponakan bibi yang paling cantik ,terimakasih ya nanti bibi kirim hadiahnya '' ucap cepat Vely sebelum dirinya terpojok lagi ,tentu saja dalam hati Vely ingin sekali menjitak kepala keponaknnya itu tapi berhubung banyak otang dia urungkan .
''Baiklah karena bibi sudah bilang begitu maka aku tunggu hadiahnya ''Lexa mendongak dengan senyum manisnya .
Semua orang tertawa dengan perubahan Lexa dan juga Vely yang sudah terlihat kesal .
terimakasih dukungannya π
maaf author baru update karena author lagi pulang ke desa kangen sama bapak sama ibu mumpung dapat jatah libur dari tempat kerja dan cukup sulit mencari sinyal di sini apalagi cuaca yang tidak menentu kadang hujan kadang panas.
ini di halaman depan rumah authorππππ
sambil mencari ide nulis apalagi beberapa hari mau update tidak bisa selalu saja berada di luar jangkauan ...
sulitnya hidup di desa apalagi pelosok .
lanjut healing di desa sampai bertemu di episode selanjutnya π
like
komen
__ADS_1
vote
see you next time πβ