
selamat membaca 😊
Pagi yang cerah dengan senyumannya Lexa berjalan melewati setiap murid tanpa menyapa mereka ,dia tidak perduli selama tidak mengusiknya membiarkan semua orang berbicara asal tentangnya ,dia tidak perduli .
Terus melangkah hingga sampai di dalam kelasnya ,meneliti apakah yang dia cari ada.sekilas Lexa menemukan temannya itu di dekat jendela entah apa yang di lihat di luar kelas .
''Panda imut!''teriak Lexa heboh meletakkan tasnya di meja dengan asal kemudian dirinya melangkahkan kakinya lebar serta langsung di samping Resta.
Resta hanya menoleh kemudian kembali lagi melihat kearah luar jendela,Lexa ikut melihat keluar jendela tidak ada apapun di sana kecuali pemandangan gedung tinggi dan juga rumah orang-orang .
''Apa yang kamu lihat ?''tanya Lexa menatap lekat temannya itu se akan menyembunyikan sesuatu tapi Lexa tidak bisa menebak nya.
''Ti...tidak ''kilahnya dia berusa melihat hal lainnya .
Lexa yang merasa ada gelagat aneh dari teman nya itu langsung mengajaknya ke atap sekolah ,menarik tangan resta pelan untuk mengikuti langkahnya meski tidak mengerti dengan pasrah resta tetap ikut .
Tidak ada rasa malu seperti saat pertama kali ,tidak perduli dengan tatapan para murid lainnya rest tetap mengikuti karena tangannya di genggam erat oleh Lexa.
''Sekarang ceritakan ''singkat Lexa ,dia tidak suka melihat resta yang diam dengan aneh nya apalagi menyimpan sesuatu darinya .
''Ti...tidak a..ada ''
''Bukannya teman adalah tempat kita bisa bercerita apa saja ?ayo cepat cerita mumpung aku lagi baik nih mau denger ''celetuk Lexa .
''A..aku ma...masih be...belum si...siap ''
''Hem ...baiklah kalau sudah siap janji cerita?''Lexa mengangkat jari kelingkingnya sambil tersenyum manis ke arah resta.
''Ja...janji ''resta menautkan jari kelingkingnya ke jari kelingking Lexa.dia tersenyum karena Lexa tidak memaksa nya untuk bercerita.
''Aku punya sesuatu untukmu,ini hadiah karena kamu sudah mau menemaniku di pesta kemarin''Lexa menyodorkan bungkusan kecil di hadapan resta.
Resta membuka bungkusan itu dan mengambil sebuah gelang yang berinisal namanya dan angka 2 di bagian tengahnya sangat cantik tapikan dia bukan perempuan ,resta bingung mau di apakan gelang itu.
''Itu aku buat dengan tanganku sendiri loh ...bagaimana bagus tidak ?''tanya Lexa antusias.
''Ba..bagus ta...tapi ''
''Sudah pakai saja gelang ini memang di buat khusus untukmu sebagai teman ke dua ku dan ingat jangan melepasnya jika tidak ingin aku akan marah padamu''ucap Lexa menekan kata-katanya resta hanya tersenyum dan mengangguk menyetujui ucapan Lexa .
__ADS_1
''Sekarang tersenyumlah panda imut ,kamu semakin imut jika tersenyum hihihihi...''gurau Lexa agar resta senang dan benar saja resta tersenyum sesuai permintaan Lexa .
Kemudian keduanya bercerita apa saja tentang keduanya sambil sesekali tertawa bersama mereka seakan lupa bahwa di dalam kelas wali kelasnya sedang mencari keduanya padahal pelajaran sudah berlangsung namun batang hidung keduanya belum muncul.
_____
Berbanding terbalik dengan Lexa yang sudah tertawa meski hanya satu teman di sekolah .Alex jangan di tanya sampai saat ini dia belum mempunyai satu teman dekat pun di sekolahnya ,dia tidak mempermasalahkan hal itu malah dia senang tidak ada yang mengganggu waktu nya .
Dengan santai dia bermain ipadnya sebelum bel masuk berdering tentu saja hal yang tidak biasa dia perlihatkan membuat beberapa teman sekelas heran dengan sikap yang tidak pernah mereka lihat .
Merasa risih Alex beranjak dari duduknya berjalan ke arah belakang sekolah tempat favoritnya karena suasana tenang dan sekaligus tidak ada orang yang akan mengganggunya di tempat ini .
Alex duduk di bawah pohon dengan tenang tanpa khawatir apapun karena para penjaga selalu mengikutinya meski tak terlihat.
Sembari menyenderkan punggungnya di batang pohon Alex tersenyum manis menatap ipadnya ,tentu saja dia melihat perkembangan calon masa depannya ,sejak kepergian nya Alex selalu memantau dari layar ipad nya dan mengirim apapun yang dibutuhkan .
''Sungguh menggemaskan ,sangat lucu '' gumannya pelan menatap lekat sembari terkekeh kecil karena di layar calon masa depannya sedang belajar berdiri sungguh Alex ingin kesana dan mengajari sendiri namun itu tidak mungkin .
Masih kecil udah bucin gimana besarnya nanti coba bisa di bayangkan hihihi
|| kirimkan mainan terbaru dari toko ||
Setelah mengirimkan pesan Alex kembali melihat layar gambar itu ,setiap melihat walau sebentar hatinya merasa tenang entah apa yang terjadi dia pun tidak mengerti masih kecil namun dia ingin selalu melihat dan mendekat .
_____
''Kak adek punya ide ''celetuk Lexa dia memang tidak pernah bisa untuk diam sebentar saja ,apa salahnya kalau mereka bermain seperti anak kecil lainnya...
''Apa ?''singkat Alex .
''Biar gak ribet bagaimana kalau adek buat sesuatu yang bisa selain ipad ini yang lebih canggih gitu terus terhubung sama yang di sana ,hm..bentuknya harus kecil,tersamarkan dan orang lain akan menganggapnya biasa saja ''cetus Lexa panjang kali lebar .
''Kecil ya?''Alex memikirkan bentuk seperti apa yang akan cocok dengannya .
''Di tambah anti apapun,kan enak tuh kak tidak mudah rusak walau apapun yang terjadi ''tambah Lexa lagi ,dia sangat antusias jika sudah menciptakan hal- hal baru.
''Bagaimana dengan anting?''
''Itu tidak cocok dengan kakak ,Lexa masih bisa ''
__ADS_1
''Gelang saja kak biar lebih keren ''lanjut Lexa lagi
''Terserah saja ''pada akhirnya Alex pasrah jika sudah seperti itu.
''Kak pinjam ipadnya boleh?''
''Hm ''Alex menatap lurus ke depan memandangi taman.
Lexa mengambil ipad Alex yang tergeletak ,membukanya masuk sebuah pesan sesaat Lexa diam namun sejurus kemudian dia bertanya pada kakaknya.
''Kakak mengirim mainan lagi?''wajah Lexa berubah masam ,Alex menoleh sekilas menggangguk kepalanya pelan kemudian kembali lagi menatap kedepan tanpa tahu ekspresi adik kesayangannya itu .
Lexa diam tidak bertanya lagi entah kenapa dia merasa cemburu padahal baru minggu kemarin kakaknya itu mengirimkan banyak mainan ,bukan hanya minggu kemarin saja bahkan minggu-minggu yang lalu pun begitu.
Mereka berdua berada dalam pikiran masing-masing .
Di lain tempat ibu satu anak iti dengan telaten membantu anaknya yang ingin berdiri
Tok tok tok
''Permisi ''
''Iya tunggu sebentar ''
Setekah membuka pintu betapa kagetnya kana melihat banyak kotak di depan pintu yang pasti dia sudah tahu siapa pengirimnya .
''Mohon di tandatangani ya bu,terimakasih ''ucap pengirim itu yang tak lain adalah ank buah Alex yang menyamar sebagai abang kurir.
''Iya?terimakasih mas'' kana menerima selembar kertas ,dia kemudian membubuhi dengan tanda tangan setelahnya mengembalikan kertas itu .
Setelah kurir itu pergi kana meminta tolong para bodyguard yang berjaga di depan untuk membawa semua kotak itu masuk.
''Anak yang baik ,ini pasti karena mu sayang''ucapnya pelan melihat begitu banyak kotak dan beralih melihat putrinya yang masih belajar berdiri .
terimakasih dukungannya 😊🙏
like
komen
__ADS_1
vote
see you next time 😁