
selamat membaca 😊
Pagi sekali Alex sudah berada di depan pintu rumah sederhana itu ,dengan pasti dia mengetuk pintu sambil menunggu pintu terbuka dirinya memainkan gawainya sekedar melihat email yang berseliweran terus berdatangan ,pekerjaan sedang menunggu namun gadisnya bukan lebih tepat istri kecilnya pun pasti menunggu setelah pernikahan mereka yang secara mendadak.
''Assalamu'alaikum ''ucap Alex karena tidak ada yang membuka pintu atau mungkin semua orang di rumah belum bangun?
Alex melihat jam tangannya dan ternyata masih menunjukkan pukul empat lebih sebelas menit dia menepuk jidatnya pantas saja tidak ada yang membukakan pintu ternyata masih terlalu pagi .
Tut tut tut
Alex mencoba menelpon Rain siapa tahu istri kecilnya sudah bangun dari tidur hingga panggilan ketiga baru telpon di angkat oleh Rain.
''Halo kak ''
''Sayang aku sudah di depan pintu tolong buka ya ,dingin ...''ucap Alex dengan suara lembutnya yang membuat siapa saja yang mendengar pasti meleleh apalagi Rain .
Rain diam sejenak meski sering mendengar suara lembut suaminya sedari dulu tetap saja membuat gadis itu salah tingkah .
''Sayang?''ucap Alex kembali membuat Rain sadar .
''Eh, tunggu sebentar ya kak ''Rain keluar dari dalam kamar tanpa memeutuskan sambungan telponnya .
Alex masih menunggu di depan pintu hingga pintu terbuka menampilkan istri kecilnya yang baru bangun dengan penampilan muka bantalnya .
Rain berhambur memeluk Alex padahal baru sehari tidak bertemu tapi sudah bisa membuatnya rindu apalagi keduanya sudah sah menjadi suami istri .Rain mengajak Alex masuk kedalam rumah tanpa melepaskan pelukannya keduanya menuju kamar Rain.
''Maaf ya ..''Alex menggenggam tangan Rain meminta maaf dengan tulus.
''Tidak apa kak Rain mengerti kok''gumannya pelan ,sambil melepaskan pelukannya otomatis genggaman Alex pun terlepas .
''Rain mandi dulu baru kakak nanti ya ...?''
''Mandi bersama ''singkat Alex santai .
''Ti...tidak ''gugup Rain dengan wajah yang mulai memerah seperti tomat.apalagi ini pertama kalinya ada orang mengajak mandi bersama karena selama ini dia tidak mau apalagi sama teman peremouan sekalipun.
''Dosa loh !nolak suami ''Alex tahu dengan tingkah menggemaskan Rain dia ingin menggoda tapi malah berkeinginan .
''Baiklah ''pasrah Rain dia tidak menolak.
Keduanya pun masuk kedalam kamar mandi hanya mandi tidak melakukan hal lainnya karena memang permintaan Rain apalagi dia harus bersiap-siap pergi ke sekolah .
__ADS_1
Setelah selesai mandi dan berpakaian rapi ,Rain dengan seragam sekolahnya sedangkan Alex dengan pakaian kantornya yang baru di ambil oleh Rain keduanya pergi keluar dari kamar menuju meja makan dimana di sana sudah ada ayah dan ibu .
Alex & Rain menyapa ayah Alfa dan ibu kana Ke empat nya pun makan dengan tenang .
_____
Di mansion Deluxiz Lexa membuat heboh dengan teriakannya yang pagi-pagi buta sudah terdengar sambil memanggil nama kakaknya membuat semua orang terbangun kecuali Arya dan Vely mungkin karena pergelutan semalam membuat keduanya lelah hingga tidak mendengar teriakan itu.
''Honey ...ini masih pagi ''Resta pasrah dengan ke bar-baran istrinya itu mau mengeluh pun dia cinta mau bagaimana lagi pada akhirnya dia biarkan saja .
''Biarkan saja suruh siapa suruh di panggil tidak menyahut''
''Sayang ,,, kakakmu sudah pergi sejak subuh tadi ''timpal oma Reya yang baru keluar dari dalam kamar bersama opa Diarta.
''Kemana oma?''Lexa menoleh kearah omanya yang sudah duduk di sofa .
Freya pergi kedapur sambil menggelengkan kepalanya sedangkan Alexo ikut duduk di samping momy dan dadynya .
''Kerumah Rain ''singkat oma dia menghidupkan TV di depannya dan mencari berita.
''Dasar kakak !!!''Lexa kembali ke kamarnya dengan sebal meninggalkan semua orang yang berada di ruang keluarga.
''Mom ada apa dengan Lexa?''tanya Alexo namun malah di jawab angkatan bahu saja pertanda tidak tahu.
''Aneh ''guman Alexo kemudian dia menghubungi seseorang melalui sebuah pesan, Entah apa yang dia kirim .
Diarta hanya diam saja mendengarkan dia tidak ikut campur karena sudah menangkap sesuatu dari pembicaraan cucunya.
_____
Saat makan siang Lexa masih sedikit kesal pada kakaknya itu sedangkan Alex bersikap biasa dan santai meski ekspresi wajah tidak mungkinkan untuk di katakan santai dingin dan datar.
Karena merasa lapar Lexa pergi ke kantin seorang diri dan memesan banyak makanan entah akan habis atau tidak tetap saja dia memesan makanan itu.
Sambil menunggu makanan datang Lexa menyuruh seseorang untuk memperhatikan orang-orang yang masuk ke kampung itu dan juga dia menebarkan alat buatannya sendiri untuk memantau lebih detail .
Disisi lain Teo yang mendapat perintah dari Alex beberapa hari ini terus memantau hingga kadang tidak bisa tidur apalagi mengingat konskuensi jika sampai lengah .
Bersamaan itu Kleaf pun sama tiba-tiba bos nya memberi perintah lagi sama seperti Teo diapun juga akan mendapat konskuensinya jika sampai lengah .
''Apa besok kita bisa melihat masa depan''guman Kleaf pelan yang masih bisa di dengar Teo.
__ADS_1
''Tenang ,jangan mati dulu sebelum menikah apalagi menikmati rasanya surga dunia ''Teo menepuk pundak Kleaf kasihan.
''Gimana mau nikah kalau bosku selalu memberikan perintah setiap kali, saat aku dengan perempuan ''keluh Kleaf pelan.
Keduanya menghela nafas kasar hingga mereka berdua melihat seseorang memasuki kampung itu dengan santai ,keduanya saling menoleh sepertinya apa yang mereka pikirkan sama tanpa menunggu lagi keduanya mengirimkan pesan sekaligus gambar yang sudah mereka ambil .
''Semoga petunjuk ini berguna '' batin keduanya sambil terus memantau di sekitar karena gadis itu sudah masuk kedalam .
Tuan Ferdian tersenyum apalagi mendengar kabar dari para anak buahnya namun dia tidak bisa ikut campur kecuali sudah mendapat izin, dengan santai dia kembali membaca koran di belakang rumahnya sambil menikmati pemandangan halaman kecilnya yang penuh dengan berbagai macam jenis bunga.
''ada apa bapak tersenyum seperti orang gila?''tanya ibu yang baru saja datang membawa kopi serta camilan meski sungguh sederhana bila di banding rumah yang mereka tempati.
''tidak apa bu ,hanya terbayang yang lucu saja''kilah nya.
''huh,awas saja jika itu seorang perempuan nasib golokmu berada di tanganku ingat itu!!!''
''hais ,jika sampai terpotong bagaimana nasib diriku?''guman pelan tidak di dengar oleh sang istri .
''sayang apa kamu tahu anak sahabatmu itu sudah menikah loh !istrinya sangat cantik ''
''benarkah?''
''awas saja nanti aku beri perhitungan berani sekali dia tidak mengundang bibinya ini ''ucapnya dengan sedikit marah dan kesal.
''dan kamu tidur di luar moodku sedang tidak baik -baik saja jika tidak aku yang akan pergi keluar mencari pria lain ''kemudian ibu itu masuk ke kamarnya dan menutup pintu dengan kasar meninggalkan suaminya yang tercekat .
''nasib golok ku''batinnya meronta.
terimakasih dukungannya 😁🙏
siapapun yang membaca author minta tolong jika berkomentar sangat minta tolong kata-kata yang di tulis di telaah dulu sebelum dikirim hati manusia tidak ada yang tahu dan juga membangun ,author juga manusia bisa juga sakit hati dan juga tersinggung ...bahkan author sampai tidak up karena berpikir apa author punya salah yang tidak di sengaja atau bagaimana ?sempat down tapi kembali lagi ini kesukaan author meski diam-diam .hanya dengan menulis author mencurahkan apa yang author suka dan terimakasih sekali lagi untuk dukungan kalian yang mendukung author ,untuk orang yang memang tidak menyukai author terimakasih juga karena berkat kalian author belajar banyak hal ,belajar untuk sabar dan menerima .🙏🙏🙏🙏
like
komen
vote
share
see you next time ✌😘
__ADS_1