Kisah Cinta Gadis Somplak

Kisah Cinta Gadis Somplak
47


__ADS_3

"Kalian jahat banget. Apa salah gue?" Zahra mengusap bekas tonyoran kedua sahabatnya.


"Habisnya elu ngeselin, Zae!"


"Tempat terisolasi itu maksudnya daerah yang masih terpencil gitu, bahkan bisa jadi belum ada aliran listrik yang masuk."


"Terus, pakai apa buat penerangan?" tanya Zahra penasaran.


"Lilin mungkin. Suketi yang jagain, dan elu yang muter, Zae. Auh! Sakit!" Margaretha merintih karena gantian kepalanya yang ditonyor oleh dua sahabatnya.


"Itu namanya babi ngepet!" ujar Zahra ketus. Margaretha tergelak melihat wajah kesal sahabatnya.


"Kapan kita akan makan?" tanya Arga. Dia mulai jengkel karena ada saja yang membuat gadis itu saling beradu mulut.


"Oh iya, lupa 'kan jadinya." Zahra pun memotong bakso tersebut, begitu juga dengan yang lain. Memotong sesuai dengan keinginan mereka sendiri.


Arga dan Dani menelan ludah saat melihat betapa lahapnya ketiga gadis itu makan bakso dengan banyak sambal. Bahkan, Arga yang hanya membayangkan saja sudah merasa mulas.


"Kalian itu makan bakso apa makan sambal?" tanya Arga.


"Anda lihatnya apa, Tuan." Zahra menjawab sembari mengunyah.


Arga tidak lagi menjawab karena sudah malas. Dia hanya menatap tiga gadis yang wajahnya sudah mulai terlihat memerah karena kepedasan.


"Gue tuh sebenarnya penasaran kenapa ada bakso beranak gini," ucap Zety di sela kunyahannya.


"Emang kenapa? Enak lo, Suk." Margaretha pun sibuk mengunyah.


"Gue penasaran kira-kira siapa yang ngehamilin nih bakso kenapa sampai bisa beranak."

__ADS_1


"Aje gile." Zahra dan Margaretha berbicara bersamaan. Sementara Arga langsung meminum es teh di depannya karena tersedak mendengar pertanyaan Zety.


"Lama-lama gue perk*dan juga elu, Suk!" cebik Margaretha kesal.


"Lah, kenapa? Gue 'kan tanya bener-bener. Noh, si Kurap bunting karena ada kecebongnya Tuan Pandu."


"Itu beda cerita, Suk! Sumpah jangan bikin gue kesel atau bakso ini gue habisin!"


"Enak aja elu, Zae! Kita ini bayarnya patungan jadi jangan kemaruk!" Zety tidak terima dan kembali mengisi mangkoknya dengan bakso.


"Lebih baik sekarang kalian segera habiskan karena Nona Rasya pasti sudah menunggu kalian." Arga menengahi. Rasanya dia sudah tidak sabar berada di sana.


Ketiga gadis itu pun menurut dan kembali makan dengan lahap. Namun, baru habis setengah porsi, mereka sudah berhenti karena kekenyangan.


"Kalian tidak habis?" Arga menatap sisa bakso dan ketiga gadis itu secara bergantian.


"Lalu siapa yang akan menghabiskan ini?" tanya Arga lagi.


"Kita bungkus saja. Anda mau, Tuan? Atau Tuan Dani?" Zahra menawari, tetapi kedua lelaki itu menggeleng bersamaan.


Zahra pun memanggil penjual bakso dan menyuruh untuk membungkus bakso dengan plastik bening dan dibagi menjadi tiga tanpa diberi kuah. Arga makin merasa heran dengan keanehan mereka.


"Buat apa dibungkus?" tanya Arga.


"Buat dimakan di mobil kalau sudah lapar lagi, Tuan." Zahra menjawab malas. "Berapa semuanya, Pak?" tanya Zahra ke arah penjual bakso yang baru saja kembali dengan membawa sebuah kantong kresek.


"Lima ratus ribu, Mbak."


"Apa?" pekik ketiga gadis itu bersamaan bahkan hingga mengejutkan banyak orang.

__ADS_1


"Bisakah kalian jangan membuat kaget?" Arga menggeram. Rasanya Arga ingin meracuni mereka.


Ketiga gadis itu hanya diam dan saling bersenggolan. Lalu memberi kode kalau uang mereka tidak cukup. Arga menggeleng diiringi embusan napas kasar.


"Bentar, gue baru inget kalau uang bongkaran celengan gue bawa." Zahra membuka tasnya, merogoh untuk mencari sesuatu. Bibirnya mengembang sempurna saat sudah menemukan apa yang dicari.


"Ini apa, Zae?" tanya Zety penasaran.


"Celengan gue. Bantu itungin."


Mereka menatap heran ke arah kresek hitam yang saat ini sedang dibuka oleh Zahra.


"Astaaga ...," ujar mereka bersamaan saat melihat uang lima ratusan dan seribuan koin yang terlihat berada di dalam kresek hitam tersebut.


β€’β€’β€’


Kita penyegaran dulu ya, sebelum nanti serius lagi πŸ˜…πŸ˜…


jangan lupa dukungan kalian selalu Othor tunggu nih


follow akun Othor yukk


FB : Rita Anggraeni(Tatha)


IG : @tathabeo


selamat pagi dan selamat beraktivitas.


salam sayang dari Othor Kalem Fenomenal. Yang paling kalem, otak polos, baik hati, tidak sombong, suka menabung di warung πŸ˜…πŸ˜…

__ADS_1


__ADS_2