Kisah Cinta Gadis Somplak

Kisah Cinta Gadis Somplak
94


__ADS_3

Tiga gadis itu sedang duduk di depan televisi sembari menyantap nasi goreng yang barusan dibeli dari pedagang keliling. Zahra terlihat asyik menghabiskan nasi tersebut tanpa peduli pada ponselnya yang sedari tadi terus berdering.


"Zae, Hp elu berisik amat, sih. Babang Arga yang telepon?" Zety mengintip, tetapi dengan segera Zahra mengambil ponselnya. "Yaelah, pelit amat."


"Dasar Kang Kepo!" cebik Zahra. Menatap layar ponsel dan melihat nama Laras tertera di sana. Zahra pun mengangkat panggilan tersebut. "Hallo, Ma."


Margaretha dan Zety melongo mendengar Zahra memanggil mama. Selama mereka bersahabat, mereka baru kali ini mendengar panggilan itu, biasanya Zahra hanya memanggil Ibu Henny.


"Aku mau tidur di kontrakan dulu, Ma," ujar Zahra.


Dua gadis itu makin terheran-heran. Mereka saling menyenggol dan memberi kode dengan menaikkan alisnya. Namun, baik Zety dan Margaretha sama-sama bingung.


"Aku lagi makan. Nanti aku telepon lagi." Setelah terdiam cukup lama, Zahra mematikan panggilan itu dan hendak melanjutkan makan. Namun, Zety yang duduk di sebelah kanan Zahra, menahan tangan gadis itu.


"Zae, elu telepon sama siapa?" tanya Zety curiga.


"Iya siapa, Zae? Terus elu semalam tidur di mana?" Margaretha menatap Zahra penuh selidik.


"Gue tidur di rumah papa dan mama." Zahra menjawab santai. Kembali melanjutkan makan tanpa peduli pada wajah kedua sahabatnya yang masih kebingungan.


"Papa mama siapa? Orang tuanya Tuan Arga?" tanya Zety. Kening gadis itu sampai mengerut dalam.

__ADS_1


"Gue tuh punya sebuah cerita penting, tentang hidup gue dan alasan kenapa gue kemarin enggak pulang. Jadi, ceritanya gini ...."


Zahra menceritakan semua fakta tentang dirinya yang merupakan putri Setya dan Laras yang dulu pernah hilang. Zety dan Margaretha tersentak mendengar cerita tersebut. Di antara mereka tidak ada yang percaya sama sekali.


"Semua sudah terbukti, Zae?" tanya Margaretha masih belum percaya.


"Beneran, gue aja setengah hidup setengah mati pas tahu fakta sebenarnya. Apalagi pas lihat hasil tes DNA," adu Zahra. Kedua sahabat Zahra terus saja menggeleng dan menatap wajah Zahra dengan seksama.


"Sumpah, gue tercengang dengan semua ini. Coba, Suk, elu gigit gue biar gue yakin ini mimpi atau bukan," suruh Margaretha. "Aahhhh!!! Sakit, Suk!" pekiknya, menonyor kepala Zety dengan geram.


"Lah, barusan elu suruh buat gigit, ya gue gigitlah." Zety mengusap bekas tonyoran Margaretha.


"Tapi bukan berarti elu gigitnya kaya lagi makan ayam goreng. Elu 'kan bisa pelan-pelan. Kalau gue kena rabies gimana?" celetuk Margaretha masih mengusap bekas gigitan Zety yang meninggalkan rasa nyeri.


"Mulut elu beneran laknat, Suk! Jangan bilang mati muda, gue belum kawin. Gue juga pengen keles ngerasain nikmatnya berkeringat bersama dia, di mana desah*nku dan desah*nnya bercampur menjadi satu," seloroh Margaretha.


"Otak kalau udah kebanyakan nonton orang telanjang pasti gitu, tuh. Mesumnya bukan kaleng-kaleng," cibir Zety.


"Kalau bukan kaleng berarti toples dong." Margaretha menimpali.


"Astaga, kalian cuma berdua, tapi ramenya kaya orang sepasar," cebik Zahra menghabiskan nasi goreng yang tinggal satu suap.

__ADS_1


"Temen elu tuh, Zae. Nyebelin." Zety menepuk pelan pipi Margaretha.


"Emang gue bukan temen elu juga, Suk?" Margaretha membalas apa yang dilakukan Zety barusan.


"Lah kita 'kan—"


"Stop! Kepala gue udah pusing dengerin kalian ribut mulu. Kapan kalian tobat, dan kalau kalian berdua lagi bareng enggak usah debat bisa enggak? Kapan kalian tobat? Kapan, Mar? Kapan, Suk?"


"Kapan-kapan." Zety dan Margaretha menjawab bersamaan hingga membuat Zahra melongo sesaat, sebelum akhirnya mengembuskan napas kasar.


•••••


Satu bab dulu ya guys, kalau nanti sempet, Othor update lagi.


Othor lagi siap-siap nih karena sebentar lagi kisah Zahra dan Arga bakalan tamat.


Thor? Zety sama Margaretha gimana?


Tenang, setelah kisah ini tamat, bakal ada cerita dari si Zety atau Suketi, dalam judul yang baru ya.


Biar ceritanya enggak terlalu panjang, takut bikin bosen. Ya walaupun Othor sukanya yang panjang-panjang 😅😅

__ADS_1


Rambut misalnya 🙈


__ADS_2