Kisah Cinta Gadis Somplak

Kisah Cinta Gadis Somplak
56


__ADS_3

Gerakan Zahra yang hendak mendongakkan kepala terasa sangat berat. Kali ini, ketakutannya melebihi rasa takut kepada setan. Zahra menurunkan tangannya, tetapi beberapa detik selanjutnya tubuhnya terasa terangkat saat Arga menarik tangannya.


"Sakit, Tuan." Zahra merengek sembari mengusap lengan. Sebenarnya tarikan Arga tidak sakit, tetapi Zahra sengaja berpura-pura supaya Arga tidak jadi marah padanya.


"Untuk apa seorang OG jam segini masih keluyuran di kantor?" tanya Arga. Tatapannya ke arah Zahra penuh selidik dan curiga. Zahra yang melihat itu hanya memutar bola mata malas.


"Ish! Jangan suudzon, Tuan. Saya tadi ketiduran dan tidak ada yang bangunin," jawab Zahra jujur. Tatapan Arga kepada Zahra makin penuh selidik.


"Kamu yakin?" tanya Arga memastikan.


"Sumpah, Tuan. Kalau gitu saya mau pulang dulu keburu makin malam. Saya pamit, Tuan." Zahra berlalu meninggalkan Arga yang masih berdiri di tempatnya.


Arga hanya menatap kepergian Zahra. Ingin sekali dia mengantar, tetapi lemburan akhir bulan membuat niat lelaki itu urung dan memilih kembali ke ruangan Pandu sebelum atasannya tersebut marah-marah.


***


Selama dalam perjalanan pulang, Zahra terus saja menggerutu. Bagaimana tidak, dia baru menyadari kalau dompetnya tertinggal di kontrakan karena tadi pagi berangkat buru-buru. Sementara motornya dipakai Margaretha, dan baru saja dia melihat pesan dari sahabatnya yang tidak bisa menjemput karena ada tugas malam.

__ADS_1


Zahra melangkah ragu saat melewati jalan sepi sebelum sampai di rumah kontrakan. Jalan tersebut bukan terasa angker, tetapi lebih menyeramkan karena sering terjadi kejahatan. Zahra ragu saat hendak melanjutkan langkahnya, tetapi bagaimana lagi, itu hanyalah jalan satu-satunya.


Langkah Zahra pun terhenti, dia mengambil ponsel dari dalam tas dan berniat hendak menghubungi salah satu sahabatnya untuk menjemput. Namun, sayang sekali tidak ada satu pun panggilannya yang terhubung. Sampai beberapa kali Zahra mencoba, tetapi tetap tidak ada hasilnya.


Akhirnya, Zahra tetap melanjutkan langkahnya dan berbagai doa tidak berhenti dia ucap dalam hati. Baru saja beberapa langkah, Zahra berhenti saat melihat dua orang bertubuh kekar, berjalan mendekat dengan tatapan penuh napsu. Tubuh Zahra meringsut.


"Ka-kalian siapa?" tanya Zahra terbata. Keringat dingin telah mengucur membasahi dahi karena rasa takut yang menjalar.


"Hahaha aku tidak menyangka kalau akan bertemu dengan wanita secantik kamu." Salah seorang di antara mereka menjawab.


"Jangan jahati aku." Suara Zahra terdengar bergetar. Dia menekan layar ponsel secara asal dan berharap akan segera mendapat bantuan dari siapa pun yang sedang dihubunginya saat ini.


"To-tolong. Jangan sakiti saya." Zahra berusaha menahan tangis. Ingin sekali dia berlari, tapi dia yakin pasti akan sia-sia karena Zahra sadar kalau langkahnya selalu lambat.


"Kita tidak akan menyakitimu, tapi kita akan memberi tahu padamu apa arti kenikmatan." Kedua lelaki itu kembali tertawa, dan bahkan langkah mereka makin melebar.


Zahra pun memilih mencoba untuk kabur, tetapi perkiraannya benar. Dia justru tertangkap oleh kedua orang itu. Tubuh Zahra luruh ke atas aspal dan menangis meminta ampun.

__ADS_1


"Tolong, jangan sakiti saya." Zahra begitu memohon. Bahkan kedua lelaki itu tidak peduli pada tangisan Zahra yang terdengar memilukan. Salah satu di antara mereka berjongkok tepat di depan Zahra. Dia mengusap pipi Zahra yang terus berusaha menghindar.


"Lepaskan dia!"


Jantung Zahra berdegup kencang saat mendengar suara tidak asing yang sangat dirindukan selama ini. Zahra segera berbalik dan terkejut saat melihat lelaki yang saat ini sedang berdiri menatap penuh khawatir ke arahnya.


"Mas Yudha." Zahra bergumam lirih. Dia masih belum percaya dengan yang dilihatnya saat ini.


•••


Hayo loh, Yudha kembali!


sorry guys, kemarin enggak sempet update karena ada sesuatu hal.


Othor kasih tiga bab spesial kaya perasaan Arga ke Zahra yang sangat spesial 😅😅


Kira-kira apa yang terjadi selanjutnya?

__ADS_1


lanjut enggak nih? 😅


jangan lupa habis ini kencangkan sabuk pengaman ya


__ADS_2